Blog ini awalnya adalah surat terbuka untuk seseorang

Monday, December 5, 2011

Aku pernah bilang ke seorang blogger, bahwa tulisanku hanyalah uneg-uneg spontan. Kejadian-kejadian yang kualami semua adalah pembelajaran. Kadang aku menulis dengan setengah ngantuk. Apa yang ada di benakku kutulis gitu aja. Dulu malah sebelum aku beli netbook, aku ngeblog pake hape. Sudah ada konsep di kepala, tinggal nuangin aja.

Abis aku publish, kadang aku sendiri merenungi apa yang aku tulis. Misalnya ada seseorang yang sempet bikin aku kaget dari tulisanku aku jadi mulai ngerti kenapa dia melakukan itu. Gambaran-gambaran yang muncul, puzzle-puzzle dari memori masa lalu saling melengkapi.

Dalam kekagetanku akan munculnya memori dari yang aku lupakan di masa lalu, aku terus menulis, duh jahat banget sih dia ini. Tau gak yang dilakukan itu dosa besar, dalam pengaruh setan. Misalnya, gini, ada seseorang yang aku kenal, katanya mau nolong aku dari depresi, kemudian aku ingat dia cerita dia dapetin ilmunya dari dipocong dukun lalu dimantra-mantrai. Dia bangga cerita itu padaku, karena dukunnya membujuknya dia punya ilmu warisan yang akan dibuka bila mau melakukan ritual. Semua muncul dalam tulisan spontan. Setelah dia beberapa kali kesurupan dan meninggalkan shalat Jum'at malah sembunyi ngerokok di dapur, aku baru sadar, aku dulu berhadapan dengan seseorang yang dalam tubuhnya ada setannya. Pernah dikasih tau temenku yang punya ilmu di luar negeri tapi saat itu aku gak percaya.

Orangnya sesekali baca blogku juga. Aku dulu bahkan nulis dengan jelas alamatnya dimana. Aku berurusan dengan sekelompok pemuja setan, dan aku sudah  mendapatkan bukti-buktinya. Hal yang sulit dipahami tentu saja, muncul ayah kandungnya dalam keadaan prihatin padahal sudah meninggal dan berusaha menyampaikan itu padaku. Terus aku ingat tetangga-tetangga yang cerita padaku, bahwa ayahnya ini benar-benar lurus menjalankan Islam, mengadakan pengajian tafsir Al Qur'an tiap minggu, mencoba mengarahkan istrinya dan anak-anaknya di ajaran Islam yang benar.

Katakan soal ayahnya ini hanya imajinasiku saja. Tapi setelah aku recheck, ternyata yang apa yang muncul di kepalaku dan aku tulis benar adanya. Apakah membahas sekelompok manusia pemuja setan itu ghibah? Di salah satu bukunya ustad Yusuf Mansyur yang berjudul Hikmah dari langit, ghibah adalah membicarakan orang beriman hal tidak disukai bila dia mendengarnya, membicarakan yang berakhlak buruk bukan termasuk ghibah.

Setelah itu aku jadi peka dengan manusia-manusia yang masih terbawa bisikan setan. Mereka sendiri yang menunjukkan sikap padaku begitu jelasnya, aku kadang sampai kehabisan napas, kebingungan, kadang suka nelpon ke seseorang blogger yang bijak kalo gesekan sudah begitu kerasnya. Alhamdulillah akhirnya ada napas lagi, saat itu sudah tersengal-sengal. Kepekaan yang bisa membuatku hampir pingsan.

Bukan mohon pemakluman, tapi sekedar kasih tau, dengan menulis sikap mereka yang menyedot energiku, dibaca orang lain, kadang ada yang mengontak aku, aku jadi bernapas lagi. Yang tidak tau barangkali hanya komentar kok ngomongin orang lain sih. Tekanannya berat, dan aku belajar untuk lebih obyektif, lebih menyerahkan diri pada Allah.

Aku bergabung dengan komunitas spiritual, sering konsultasi dengan yang paham Islam, untuk diingatkan bila aku melakukan kesalahan. Aku juga berdoa semoga Allah selalu menunjukkan aku di jalan yang benar...

0 comments