Saturday, December 31, 2011

Cahaya yang menenteramkan saat hidup dan mati

Barusan aku membaca postingan di blognya R10, ini linknya Video Horror: Saat-Saat Terakhir Ben Breedlove Sebelum Meninggal . Sangat mengena. Mencoba membayangkan cahaya yang dilihat seseorang yang bermasalah dengan jantungnya. Seumur hidupnya dia sangat ketakutan, dan setelah melihat cahaya dia merasa sangat damai dan tenang, tidak takut lagi menghadapi kematian yang mengancam sewaktu-waktu.

Kedamaian itu didapat oleh remaja ini setelah melihat cahaya. Semua orang mempunyai cara masing-masing untuk mendapatkan kedamaian. Banyak yang mengaku "bahagia" dengan ajojing di diskotik. Kadang untuk pencapaian kebahagiaan itu dibantu pil "ectasy". Cahaya lampu berwarna-warni dengan hentakan musik, asap rokok dimana-mana, baju paling seksi yang bisa dipakai. Lebih parah lagi bisa flirt pada lawan jenis yang dilanjutkan one night stand, menyewa kamar, tidur sekali dengan lawan jenis yang kemudian tidak mau mengenal lagi. Naudzubillah min dzalik. Walaupun aku pernah ke diskotik waktu kuliah tapi cuman ingin tau, aku sama sekali tidak menikmatinya.

Lampu dunia dan cahaya Illahi sangatlah berbeda. Lampu dunia semakin menutup hati kita, sedangkan cahaya Illahi akan menguatkan hati kita menempuh jalan sesuai ajaran agama Islam. Jalan yang mendaki dan berliku. Setan akan menyusup ke orang-orang di sekitar manusia yang berusaha meningkatkan keimanan, agar merusak keimanan yang tadinya menuju surga berbelok menjadi temannya setan. Makanya aku dimusuhi blogger yang tidak terima aku menulis dia terkena bisikan setan, saat itu dia marah-marah gak jelas padaku, aku dituduh telah cerita ke blogger lain blognya menyimpang dari ajaran Islam. Semua orang berpotensi dibisiki setan sekalipun ulama terkenal sekalipun. Okelah, never mind, semoga Allah menunjukkan jalan yang benar padanya.

Di Al Qur'an dinyatakan bahwa manusia beruntung adalah manusia yang mau saling menetapkan kebenaran dan kesabaran. Manusia shaleh akan merasa nyaman dengan manusia yang shaleh juga, dengan saling mengingatkan kebenaran sesuai ajaran Islam. Memilih tidak sombong, merendahkan diri, berusaha hanya bicara yang baik-baik saja.

Dan sungguh, aku sendiri pernah melihat beberapa temanku yang tadinya benar-benar lurus menjalankan syariat agama Islam, berubah jadi temannya setan. Sebetulnya tidak aneh lagi, karena setan adalah penjual jasa, dengan sistem marketing paling hebat untuk menjual neraka, 24 jam tanpa lelah. Mereka ini masih merasa istiqomah, padahal sudah sudah menyerempet maksiat, itulah kehebatan setan yang bisa menanamkan pembenaran pada manusia punya ilmu agama tinggi.

Tentang cahaya, aku tidak melihat saat hidup dan mati, tapi saat di antara kewarasan dan kegilaan. Sudah tipis untuk masuk rumah sakit jiwa karena tekanan hidup, hidup dalam kegelapan bertahun-tahun. Aku ceritakan sedikit pada komentarku di blognya R10 ini...

2 comments:

Elsa said...

merinding banget Mbak lihat videonya...
benar benar video yang sangat sangat bagus, dan MENYADARKAN!!!!!

aku pikir, mungkin itu juga yang dialami Ibunya Dija.

beberapa kali nafasnya hilang, beberapa kali dokter mencoba "mengembalikan"

mungkin Ibunya Dija tengah bingung memutuskan ya Mbak...
berat meninggalkan anak anaknya yang masih kecil, tapi merasa nyaman dengan dunia barunya.

jadi sedih

Ririe Khayan said...

ikut mneyimak Mbak.