Cerita mistik dan horor dari dunia gaib

Friday, January 27, 2012

Biasanya kalo malem-malem lagi kemping paling nyenengin dengerin cerita serem di depan api unggun. Ada semacam magnet bila ada yang punya cerita serem diobrolin ke temen-temen yang lain. Terakhir aku ikut api unggun kapan ya, oh iya, di candi Boko malem-malem akhir tahun lalu. Tapi bukan kemping, malah makan kambing  guling :D.

Ada yang pernah nonton acara Indigo Sabtu malam di Trans TV? Miriiiip banget kayak poster film-film di bioskop sekarang. Gak hapal judul-judul film itu, gak pernah nonton, jadi gak bisa nyebutin judulnya. Pasti seputar suster ngesot, kuntilanak, arwah penasaran, anehnya hantu-hantu ini didandani menyeramkan tapi sekseeeeh betul. Kostum tante kunti yang ketat, dadanya tumpah ruah, semakin menonjol semakin bagus. Memanjakan kaum lelaki tentunya, ini film sebetulnya mau nakut-nakutin atau merangsang syahwat sih? Kok gak pernah ya genderuwo jadi peran utamanya?

Nah, acara Indigo di Trans TV ternyata openingnya dhuaaar, sereeeem. Kalo Sabtu malem pantengin timeline di Twitter dengan hashtag indigo isinya gak jauh dari komentar wah nonton acara indigo serem banget takut ngeliatnya.

Saudara-saudaraku tercinta setanah air, aku punya beberapa sahabat orang indigo. Dan mereka ini kesel loh kisah indigo disamain dengan filmnya Dewi Perssik. Indigo bukan pemeran film horor yang komersial. Para indigo ini adalah manusia penyayang alam, suka membantu manusia tanpa pamrih, banyak yang kreatif.

Sedikit mengutip dari komunitasindigoindonesia

Ada 4 tipe anak indigo dengan kelebihan masing-masing. Tipe pertama adalah tipe interdimensional yakni anak indigo yang memiliki ketajaman indera keenam. Ada pula tipe artis. Anak indigo dari tipe ini amat menonjol di bidang seni dan sastra. Lalu tipe humanis yang mempunyai kelebihan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Biasanya mereka menggunakan kemampuannya untuk menolong orang lain. Tipe terakhir adalah tipe konseptual. Mereka amat menonjol dalam merancang suatu program. Misalnya dalam rangka menyelamatkan perusahaan yang akan bangkrut atau membuat usaha baru yang booming dan mandatangkan keuntungan finansial bagi banyak orang.

Hanya saja sebelum menjadi indigo yang matang, dalam arti sudah terkontrol kemampuannya, ada beberapa penderitaan yang dialami. Sama juga dari link di atas

1. Sakit kepala yang hebat
2. Susah tidur
3. Lambung yang lemah
4. Empati yang menyakitkan
5. Rasa marah yang mendesak
6. Kepribadian yang berubah-ubah
7. Dilematis
8. Cap “aneh”
9. Dijauhi teman-teman

Cara mengatasinya adalah dengan berusaha meningkatkan spiritual, ketenangan dalam diri, bisa mengontrol emosi yang berlebihan, berpikir postif, tidak mudah digoyahkan oleh godaan negatif. Yang ini setauku setelah banyak ngobrol dengan teman indigo. Yang punya saran lain boleh ditambahkan.

Apakah aku indigo... hmmm, sulit dijawab, coba saja cari di mbah Google nanti kayaknya balik ke blog ini deh, hehehe... Tapi aku sejauh ini gak bisa ngeliat tante Kunti dan teman-temannya. Waktu anakku yang paling kecil saat berumur 4 tahun cerita dia bisa ngeliat makhluk penghuni di suatu pohon, dua tahun kemudian aku mencoba memahami tentang indigo ini.

Aku juga pernah mencoba mensupport beberapa orang yang nanya apakah mereka indigo, indigo hanyalah sekedar label saja. Mereka makhluk Allah yang diberi tugas untuk menselaraskan hubungan alam yang kita tinggali ini dengan makhluk alam lain. Kalo mereka cenderung introvert wajar saja, soalnya cerita dengan yang gak bisa ngeliat alam lain susah dimengerti. Misalnya di postingan ini Melewati dimensi alam lain .

Indigo Community ini protes ke Trans TV karena acara berjudul Indigo lebay menjurus ke arah horor dan mistik, didukung KPI. Bukannya apa-apa, bila ada seseorang yang diketahui indigo oleh teman-temannya bisa jadi dicap itu... horror dan mistik. Bila indigo dijadiin film, kira-kira digambarkan sosok ramah yang suka menolong orang lain, mengingatkan untuk beribadah atau sosok yang melihat hantu seram dimana-mana coba... kayaknya produser milih yang laku dijual, maklum sekarang jaman matrek, jarang yang idealis lagi.

Tentang protesnya aku posting di blog satunya ini Komunitas Indigo memprotes acara INDIGO TRANS TV, indigo bukan horor dan mistik!!!

Semoga ada informasi yang bersahabat tentang indigo ini ya. Memang ada yang masih muda dan cenderung emosional, tapi banyak yang sudah dewasa, malah cenderung menutupi kelebihannya agar bisa berbaur, dan soal kedewasaan serta belum matangnya indigo tidak berkaitan dengan umur.

Lagi ngebayangin film di layar lebar yang menggambarkan tentang kebaikan hati, ketulusan hati, kecintaannya pada alam, perjuangannya agar teman-temannya tidak menganggapnya aneh tentang seorang indigo...

0 comments