Friday, January 13, 2012

Keluarga di Bogor yang mengutamakan ajaran leluhur

Tentunya semua kejadian pasti ada hikmahnya bahkan yang menyakitkan sekalipun. Ada temanku komentar, pas awal aku bikin blog aku sempet error, ngamuk di blog. Aku marah-marah dengan keluarga di Bogor, aku tulis alamatnya dan alasanku aku marah dengan mereka. Itu semua memicu aku untuk belajar Islam. Awal aku belajar Islam, baru tahu, justru yang terzalimi akan diuntungkan karena doanya tidak akan tertolak.

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
ثَلاَلاَ تُرُدُّ دَعْوَتُهُمْ : اَلصَّائِمُ حِيْنَ يُفْطِرُ، وَاْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ يَرْفَعُهَا اللهُ فَوْقَ الْغَمَامِ، وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ، وَيَقُوْلُ لَهَا الرَّبُّ : وَعِزَّتِيْ وَجَلاَلِيْ َلأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِيْنٍثَةٌ
Ada tiga orang yang doanya tidak akan tertolak : “Orang yang berpuasa hingga dia berbuka, pemimpin yang adil dan doa orang yang terzalimi, Allah akan angkat doa-doa tersebut di atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit, kemudian Allah berfirman : “Demi keperkasaan-Ku dan keagungan-Ku, Aku pasti akan tolong kamu walau pun setelah melalui suatu masa. (HR. Ahmad)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
مَا مِنْ ذَنْبٍ أَحْرَى أَنْ يُعَجِّلَ اللهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يُدَّخَرُ لَهُ فِي اْلآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ
"Tidak ada dosa yang Allah swt lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi" (HR Tirmidzi)

Aku menganggap keluarga di Bogor ini jahat padaku. Pokoknya rentetannya banyaklah, dari aku mengirim hape untuk anakku yang diamankan di sana malah disimpan neneknya gak boleh dipake. Dikirimi bertubi-tubi SMS teror isinya mau membunuhku bahkan ada kalimat mau menyirami aku dengan air keras supaya tersiksa seumur hidupku. Sampai sekarang aku belum pernah mendapat pernyataan permintaan maaf dari yang mengirimi aku SMS teror ini. Dan jelas-jelas di salah satu SMSnya dia mengatakan mengambil anakku supaya aku tersiksa.

Ternyata setelah membaca hadits tentang apa hukumannya memutuskan silaturahmi, berbuat zalim, merekalah yang akan disiksa oleh Allah. Dan aku akhirnya memutuskan untuk belajar bersabar, di Al Qur'an dinyatakan bahwa Allah beserta orang-orang yang sabar.

Allah berfirman
وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّـهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنٰزَعُوا۟ فَتَفْشَلُوا۟ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَٱصْبِرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّـهَ مَعَ ٱلصّٰبِرِينَ
Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.  (QS. Al Anfaal : 46)

Allah berfirman
وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمٰوٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّـهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali Imran : 133-134)

Jadi orang terzalimi (menurutku diteror SMS mau dibunuh itu termasuk dizalimi), memang gak enak banget. Diputus silaturahmi, hubungan pertemanan juga rasanya gak enak banget. Misalnya tadinya sering ngobrol dengan sekelompok teman sampai malem, tau-tau mereka memutuskan aku dijauhkan dengan alasan gak jelas. Tapi setelah banyak konsultasi dengan teman yang lebih paham Islam, mending punya teman itu sedikit asal yang baik dan perhatian. Berteman sebanyak-banyaknya boleh saja, tapi tidak usah terlalu akrab dengan teman yang isinya cuman bersenang-senang ngilangin stres kerjaan sampai menghalalkan segala cara.

Lebih menyakitkan lagi kehilangan teman yang kirain jalurnya sama-sama belajar Islam, sempat menghilang dengan menonaktifkan Facebook, berjanji akan membalas lewat e-mail atau YM ternyata tidak pernah dibalas. Aku sempet kehabisan nafas, entahlah sampai seperti kesedot ke aliran negatif, untung dapat teman baru yang lebih cocok dan nyambung. Aku sampai nanya kepadanya kenapa aku sampai kebawa arus negatif begitu ada apa, tapi dengan menulis pemahaman Al Qur'an di blog ini Alhamdulillah aku bisa mengatasi hal itu.

Keluarga di Bogor ini sangat mementingkan nama baik keluarganya, tidak peduli mereka menyakiti hati orang lain. Aku rasa inilah yang membuat seorang artis yang menulis di blognya sampai perang tweet dengan musisi muda anak seorang artis lain, padahal permasalahannya hanya pada teman orang tua musisi muda ini kok sampe merembet ke yang lain ngamuknya.

Mempertahankan nama baik di hadapan sesama manusia, melupakan ajaran Islam sesuai Al Qur'an dan hadits memang bisa menyesatkan. Orang lain dengan jelas bisa melihat siapa yang benar dan siapa yang salah, tapi yang bersangkutan tetap gak ngerasa. Ini karena hatinya sudah tertutup. Mau ngotot bikin pencitraan pake kerudung lebar, baju lebar, kalo menzolimi orang lain ya tetap akan ditegur oleh Allah dengan siksa dunia akhirat. Teguran itu adalah sebab akibat perbuatannya sendiri, tega menyakiti hati orang lain karena usaha menutupi kesalahan dengan pembenaran terus-menerus yang tak kunjung habisnya.

Keluarga di Bogor ini mengaku Islam taat, tapi lebih mementingkan ajaran leluhur dibanding ajaran Islam yang benar. Waktu masih bayi anakku kembar perempuan, neneknya ngotot bikin acara potong rambut, bukannya aqiqah (waktu itu aku masih bego belum paham ajaran Islam). Kalo bulan puasa neneknya juga ngotot bikin kue kering dan masak atau belanja baju dibandingkan iktikaf ke masjid. Lebih parah lagi, lebih suka mengadakan hadiahan untuk mengenang kakek almarhum, dengan biaya banyak lalu saat qurban hari Idul Adha tidak punya uang.

Diberi tau oleh ustadzah sahabat keluargaku, Islam yang mengikuti tradisi sampai mengabaikan ajaran Islam sesuai Al Qur'an dan hadits adalah termasuk Islam KTP. Islam KTP bisa jadi penampilan sangat Islami, shalat 5 waktu juga, tapi tidak mengamalkan ajaran Islam yang benar. Orang yang menjunjung tradisi, malah kata temanku jangan mengaku Islam, pemahaman hidup dari kata nenek moyang mereka, sudah diingatkan tentang ajaran Al Qur'an malah diabaikan. Soalnya aku pernah mengirim banyak kartu pos dengan ayat Al Qur'an malah dibilangin meneror, jadi merasa terteror dengan ayat Al Qur'an ya? Sampe heran aku. Soalnya sih, kalo leluhur tidak pernah menghukum, sedang Allah akan memberi teguran.

Yah, setidaknya aku pernah mengingatkan keluarga di Bogor yang mengasuh anak-anakku tentang ajaran Islam yang benar sesuai al Qur'an dan hadits. Agama versi leluhur sepertinya membolehkan menzalimi orang lain dan tidak usah takut dengan teguran dari Allah kalo tidak mengamalkan ajaran sesuai Al Qur'an dan hadits. Semoga keluarga di Bogor ditunjukkan oleh Allah ke jalan yang benar...

2 comments:

  1. Saling memaafkan dan menjalin silaturahmi sangat dianjurkan dalam Islam. karena dengan itu hati kita akan tenang dan hidup serasa bermakna :D

    salam mbak :)

    ReplyDelete
  2. memang benar, sebagai muslim pun kita juga akan berdsa bila berbuat zalim

    makanya itu mari belajar menahan diri dan menghindari perdebatan yang tak perlu

    ReplyDelete