Hari ini kok lagi banyak seliweran ide tulisan ya. Berhubung ikut bahagia dengan keponakan yang dapet kerjaan seperti yang diharapkan jadi s...

Memori yang sempat rusak

1 Comments
Hari ini kok lagi banyak seliweran ide tulisan ya. Berhubung ikut bahagia dengan keponakan yang dapet kerjaan seperti yang diharapkan jadi semangat mencoba menulis hal yang kira-kira bermanfaat bagi yang lain.

Sebetulnya, bagi orang mukmin, tanpa usah ikut-ikutan #gerakanantigalau juga Insya ALlah gak akan galau. Aku duluuu, waktu rajin nulis status FB. pernah bikin status "aku ge-er banget kali ya, diuji dengan banyak hal oleh Allah, apa berarti dianggap cukup mampu menghadapi hal yang kata orang lain cukup berat". Tapi akhirnya baru nyadar, ujian buat aku belum cukup berat. Aku belum jadi tulang punggung keluarga, keluargaku sayang sama aku, banyak dibantu. Kalo ke LSM korban kekerasan pada wanita jauh lebih parah masalahnya.

Sampai aku mikir, emang masalahku dimana sih. Orang sekarang aku malah sibuk bersenang-senang. Kerja dengan teman-teman yang baik-baik. Sebulan sekali ada siraman rohani di tempat kerja. Juga pemahaman tafsir Al Qur'an di rumah, pengajian yang dirintis oleh almarhum Bapak. Walau ini usaha keluarga, aku juga terima kritikan, tapi toh tidak dipungkiri sedikit nepotisme. Kalo laper pulang ke rumah, nyari makan. Beginilah kalo rumah sendiri dijadikan tempat kerja. Sibuk ngurusin diri sendiri.

Seperti yang aku bilang ke teman-temanku, kalian gak tau sih, rasanya 15 tahun kayak gak hidup, tertekan. Jadi saatnya sekarang aku mencari jati diri nyeneng-nyenengin diri sendiri. Tentunya ditambah belajar, soalnya banyak memori yang hilang, tepatnya memori terkait hubungan emosi.

Melewati masa-masa krisis memang tidak mudah. Melewati depresi rasanya ada waktu yang hilang, tapi toh tidak perlu memandang ke belakang, memandang ke depan sajalah. Mencoba melakukan hal yang baik di hadapan Allah. Kadang berat untuk melakukan langkah ke depan, tapi dengan bantuan dan support teman-teman yang baik, Insya Allah semua bisa diatasi.

Tapi liburan semester ini mau kuhabiskan ke Jakarta saja. Melihat buah hati yang tumbuh besar, nunggu kapan mereka menikah... hehehe... masih lama. Ternyata benar, mempunyai anak menjadikan hidup lebih bersemangat. Berharap bisa melihat mereka tumbuh, mandiri, menjadi sosok yang berkarakter. Bisa memeluk mereka lagi, mengingat-ingat masa kecil mereka yang mulai muncul dari memori yang sempet rusak. Berharap ada bayi mungil keturunan dari mereka yang lucu dan menggemaskan...


1 comment:

  1. memori PC ku kemarin juga sempat rusak
    trus aku beli baru di Hi Tech Mall

    #ganyambungLOL

    ReplyDelete