Wednesday, January 18, 2012

Menyambung silaturahmi meluaskan rejeki

Kalimat menyambung silaturahmi akan meluaskan rejeki sulit diamalkan oleh orang yang jiwanya sempit. Demi nama baik dirinya sendiri biasanya hal ini dilakukan. Yang aneh adalah membenci orang tanpa sebab. Membenci orang tanpa sebab biasanya abege labil yang sukanya mencari kesalahan orang lain untuk diomongin jadi bulan-bulanan, apalagi terkait fisik. Misalnya ngerasa dirinya cakep, dengan gangnya yang mereka pikir dandanannya keren-keren ngomongin yang bajunya gak matching untuk dibully. Tapi kalo udah tua masih membully orang, berarti logikanya merosot drastis di bawah ababil.

Ada seorang temanku bilang punya kakak kandung laki-laki yang dia gak mau ajak ngomong alasannya masalah prinsip. Bila orang ini benar-benar mencoba mengamalkan ajaran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pasti dia berusaha meminta maaf, walaupun akhirnya perbedaan pendapat membuat mereka tidak sering ketemu untuk ngobrol. Gimana mau ngobrol, ketemu aja males.

Paling kasihan bila gak suka pada seseorang, terus mengajak orang lain ikutan gak suka juga. Yang ini rahmat Allah akan terputus. Bila rahmat Allah terputus tidak sampai padanya, maka hidupnya akan gelisah. Lama-lama dia akan menjauh dari Allah, ibadah dirasanya tidak nyaman. Pendapat-pendapatnya akan kacau, tanpa dirasakan, tapi orang lain bisa melihat. Dan orang seperti ini pada akhirnya dijauhi orang lain tanpa dia sendiri  tahu kenapa. Jalan keluar untuk banyak-banyak meminta maaf pada orang lain, bertaubat secara benar, memperbaikan ibadah adalah jalan keluar untuk bisa merasakan kembali rahmat Allah.

Setiap kejadian dari hidupnya yang mengagetkan aku, dan aku tidak tau kenapa pada awalnya, semua adalah pembelajaran. Bila aku bisa merasakan senang, jalan-jalan keluar kota, ketemu teman yang cocok, mesti banyak-banyak bersyukur. Tapi bila ada hal yang tidak menyenangkan, pasti karena itu kesalahanku sendiri. Bagaimanapun juga manusia pernah salah, pernah ngambeg, kesel pada seseorang, dan paling berbahaya adalah su'udzon pada Allah. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mendiamkan Aisyah ra, istrinya tercinta karena cemburu, waktu tertinggal di padang pasir ada laki-laki yang mengantarkan pulang. Dan akhirnya ada ayat Al Qur'an turun menjelaskan hal itu. Nabi Adam 'alaihi sallam menyesal sekali tertipu oleh rayuan iblis di surga. Sebagai hukumannya diturunkan di bumi lalu dipisahkan dengan Siti Hawa. Bahkan Nabi juga bisa salah, apalagi manusia biasa.

Perbedaan pendapat di antara manusia, besarnya ego, membuat manusia saling bermusuhan. Islam sendiri ada 4 mazhab. Ada yang membolehkan bersalaman walau bukan mahram, ada yang tidak. Ini hanya masalah kecil, saling bertoleransi sajalah. Yang tidak bersalaman dengan bukan mahram jangan mengkafirkan yang memutuskan tidak memasalahkan mau bersalaman tangan. Yang sudah menggunakan jilbab jangan menganggap masuk surga dan yang tidak menggunakan sudah pasti masuk neraka. Bagaimana bila perasaan buruk dari yang menggunakan jilbab membuatnya ditegur Allah, sedangkan yang tadinya belum memakai jilbab malah dapat hidayah meninggal dengan akhir yang baik.

Untuk dapat banyak rejeki, dimudahkan urusan, mesti mau menguatkan hati, berintropeksi terus-menerus. Intropeksi diri adalah hal yang sulit, karena manusia lebih suka merasa dirinya paling benar. Jarang yang mau menyadari bahwa manusia bukan apa-apa, semuanya hanyalah titipan dari Allah. Maunya manusia dianggap pendapatnya paling benar, diperhatikan oleh banyak orang, padahal sebetulnya teman paling baik adalah saat mau menemani di saat paling susah. Teman untuk bersenang-senang itu banyak, teman diajak mikir susah itu langka.

Semua pembelajaran, kesalahan, kejadian mengejutkan, pasti ada yang dipelajari di situ. Mimpiku dulu-dulu banget, tahun lalu memang bener. Setelah dijauhi beberapa teman dunia nyata, sekarang dijauhi beberapa teman dunia maya. Dan itu saatnya aku intropeksi diri. Pernah keceplosan dan sering error barangkali. Aku rasa tetap banyak istighfar, meminta maaf, berusaha lebih sabar. Aku pernah bilang ke blogger yang aku sangat hargai pendapatnya, "saya mimpiin beberapa blogger dan setelah akrab dijauhi adalah langkah sebelum berjuang ke hal yang lebih sulit dalam hidup saya". Tetap selalu intropeksi diri dan menyambung silaturahmi...

No comments:

Post a Comment