In

Ngomongin orang lain menurut Islam boleh kok, asal...

Mencoba menulis tentang hal Islam, adaaaa aja yang komentar. Misalnya ada temenku komentar "kamu banyak masalah, jadi mendalami Islam hanya untuk kompensasi ya". Atau ada blogger nulis "bicara tentang agama itu harusnya di forum khusus, jangan di pinggir jalan, nanti ajaran luhur jadi murahan". Ada yang pikirannya negatiiiiif banget "dasar lu gatel, sok tau ngomongin Islam, baru ngerti, yang sudah lama paham gak kayak gitu, maklum jomblo" (diperhalus, aslinya nyebut alat kelamin segala).

Orang yang merasa berkuasa dan bahagia (menurutnya sendiri), lebih dari cukup hartanya, ada yang mengatakan "agama itu hanya untuk orang miskin, bodoh, dalam masalah, etc". Mereka yang belum berminat belajar agama, tapi suka mencuplik sebagian bila butuh, risih bila mendengarkan renungan tentang Islam. Aku pernah gak sengaja kenalan dengan seseorang di Facebook, orang dari luar kota. Awalnya dia curhat denganku bertaubat karena selingkuh. Tidak ingin mengulangi lagi. Setelah lama chatting, akhirnya aku nunjukin blogku, komentarnya begini "kapan-kapan aku baca, ngeliat huruf Arab sudah pusing". Belakangan dia bilang kalo kopdar denganku pengen begini begitu (katanya taubat, ternyata keong racunnya kumat).

Misalnya ada tulisan tentang renungan keagamaan, nanti pendapat orang-orang, wah bahasan berat. Kadang kalo ngobrol dengan teman di luar komunitas, misalnya di luar alumni fakultas MIPA, paduan suara, softball, yang sekarang spiritual, milih dieeeeem. Ada acara reuni terus temenku cerita, keponakanku menghamili cewek, padahal pacar keponakannya banyak, si cewek nanya ke aku mesti gimana sambil nangis-nangis. Sarannya ya  masih menggantung, keponakannya pengennya kasih uang buat digugurin saja. Saran temenku cari orang buat nikahin, siapa aja deh, asal namanya jangan tercemar aja hamil di luar nikah.  Aku diem aja, kalo aku cewek ini aku suruh bertaubat dengan bertaubat yang benar. Yang namanya taubat mesti tidak mengulangi lagi kesalahan. Tapi soalnya gak dimintain saran ya pilih diem aja. Kayaknya si keponakannya ini model pejantan tangguh, tampangnya biasa-biasa aja tapi bisa bikin banyak cewek klepek-klepek. Cewek yang hamil ini kuliah S2 di salah satu universitas Islam swasta di Jogja kalo kuliah pake kerudung. Kerudung cuman untuk atribut kuliah doang, mengaku Islam tapi melakukan maksiat sama saja Islam KTP.

Yang menakutkan menjadi Islam KTP itu adalah saat di alam kubur. Walau waktu di dunia hapal Tuhannya siapa, Rasulnya siapa, tapi nanti saat diwawancarai malaikat Munkar dan Nakir jadi lupa. Gak bisa ngebayangin deh bakalan diapain, yang jelas bakalan remuk karena disempitkan lubang kuburnya.

Aku pernah juga dikomentari blog Islami kok ngomongin orang. Ada ayat di Al Qur'an menyatakan "Apakah kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah jadi bangkai? (QS. Al Hujurat : 12). Maksud dari ayat ini adalah jangan membicarakan saudara seiman, yang sama-sama orang beriman. "Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara". (QS. Al Hujurat : 10). Jadi hukum membicarakan orang lain itu adalah ghibah tidak berlaku bila orang itu tidak seiman. (Terinspirasi dari majalah Swara Qur'an, edisi Oktober 2011).

Bila ada orang mengaku Islam tetapi masih tega melakukan maksiat berarti dia itu Islam KTP. Memang sih, lebih aman bila kita gak ngomongin orang sama sekali. Tapi kadang kan kalo ada orang mendzolimi kita, kita berhak untuk mengklarifikasi, dengan bahasa yang sopan lebih baik. Atau ada melakukan maksiat dengan tampak nyata boleh dibicarakan agar yang lain tidak mencontoh. Lebih baik lagi bila ada solusi dari kejadian itu. Tidak hanya sibuk mengumpat saja. Dan paling baik adalah dengan menyamarkan namanya.

Yang namanya amar ma'ruf nahi munkar itu kadang perlu ada resiko, karena selain mengingatkan kebaikan juga melawan kemungkaran. Semampu kita sajalah, selama tidak membahayakan diri sendiri...

Related Articles

1 comments:

  1. setuju mba...

    tapi saya malah seneng loh baca blog yang isinya sedikit byk mengajarkan dan mengigatkan soal agama apa lagi yg emang sehari-hari setiap org pernah merasakan :)

    sesama muslim kan memang wajib saling nasehat menasehati di dalam kebenaran kan ka???


    semangat terus... mari berjuang bersama :)

    ReplyDelete