Monday, January 23, 2012

Pelaku #xeniamaut di #tugutani yang menewaskan 9 orang ternyata menggunakan kerudung

Lagi-lagi trending topic di twitter muncul tokoh wanita yang berbaju muslim. Akhirnya kembali ke niat para wanita ini menggunakan baju muslim untuk apa.

Tokoh sebelum ini yang jadi trending topic di twitter berbaju muslimbergelar doktor ternyata suka mengintimidasi orang lain. Dari lawan politik diserang, mantan pacar suami, rival pencalonan menjadi kepala daerah, terakhir menyerang keluarga yang tidak ada sangkut pautnya. Melakukan twitwar dengan nada kasar merendahkan gara-gara diragukan gelarnya. Padahal yang meragukan gelar bukan dari keluarga ini, teman dari anggota keluarga yang pernah menyanyi bareng di album religi.

Lalu tokoh terbaru, seorang wanita berumur 29 tahun saat keluar dari mobil menggunakan baju lengan panjang dan rok panjang. Ada fotonya dengan selendang hitam yang ditutupkan ke kepalanya. Ternyata malamnya berpesta dengan narkoba dan minuman keras. Seorang muslimah berbaju tertutup dengan kerudung tapi hatinya sakit.

Banyak situs meluapkan caci maki. Kebetulan tubuhnya tambun, tubuhnya ini diledekin juga habis-habisan. Kalo cantik dan langsing, paling ledekannya "cantik-cantik kok mbunuh orang". Dengan fisik apapun bila orang tidak suka semua jadi caci maki.

Kejadian persis terjadi setelah kasus Perda Miras dibatalkan pertengahan bulan ini. Biarlah menohok para petinggi negara ini, kita semua juga tahu kok, larangan minuman keras hanya di permukaan. Kenyataannya yang duitnya banyak tetap mudah untuk mendapatkannya.

Enaknya narkoba dan minuman keras apa sih, semua juga tahu bahwa itu haram menurut Islam dan berbahaya. Bagi pecinta hedonisme, larangan adalah untuk dilanggar, agar adrenalin terus terpacu. Hidup kalo gak nyrempet-nyrempet bahaya gak asyik, kata mereka. Hidup lurus, gak boleh pacaran, mesti rajin ibadah itu enaknya dimana tambahnya lagi. Semakin banyak uang, katanya karena tingkat stres untuk dapat uang tinggi berhak bersenang-senang menentang bahaya, toh tidak merugikan orang lain kata mereka. Sekarang buktinya, kata siapa mabuk minuman keras dan narkoba tidak merugikan orang lain.

Menjalani hidup lurus sesuai ajaran agama, akan membuat hati damai, tenang, tenteram. Beda kesenangannya dengan kaum hedonisme yang senengnya ibarat minum air laut, bukannya tambah terobati hausnya malah setelah minum tambah tersiksa kehausan. Belum lagi hubungan yang harmonis dengan keluarga, saling menyayangi, kurangnya dimana sih kalo kita mau belajar agama dan mengamalkan? Sebetulnya para pelaku hedonis tahu bahwa yang bener adalah hidup sesuai koridor agama, tapi karena tidak sanggup mengatasi hati yang sakit, membuat alasan sana sini untuk pembenaran akan semua yang dilakukan.

Semoga Allah subhanahu wata'ala memberi kekuatan pada kita, keturunan kita, orang-orang terdekat kita menghindari hal-hal yang diharamkan oleh agama, selalu berada di jalan lurus sesuai ajaran Islam. Semoga...

20 comments:

  1. Sebenarnya kasus ini harus menyadarkan manusia, dan berkaca sejauh manakah tanggung jawabnya di dunia? Padahal pertanyaan ini akan ditanya nanti sejak di alam kubur, tapi namanya manusia pasti banyak yang ngeles, aku hanyalah manusia yang mudah tergoda oleh setan yang terkutuk. Buntutnya kalau sudah mentok jawabannya adalah "khilaf". Mari kita renungkan bersama...

    ReplyDelete
  2. kejadian ini harus mengingatkan kita akan kematian, mati bisa kapan saja walau itu masih di halte/trotoar

    ReplyDelete
  3. Amiien, ya Rabbal'alamin...bingung mau ngomong apa lagi-ulasan mbak Ami ini sudah mewakili. Yang di diskotik itu miras juga kan? peraturan tetap saja peraturan, dilanggar atau tidak pasti ada konsekuensinya. Sebenarnya apa yang kita pilih itu yang kita tuai, kalau mau mati khusnul khotimah ya hidupnya harus mencerminkan akhlak yang terpuji, meskipun nggak mudah. Tapi itulah keindahannya, kalau semua serba mudah, pada males dong orang :)

    ReplyDelete
  4. Peraturan dibuat memang untuk dua hal. Satu buat dilanggar dan kedua dipatuhi. :D

    Oh, saya baru dengar berarti wanita berjilbab yang nabrak itu habis teler, toh? :(

    ReplyDelete
  5. ketika berkerudung itu merupakan suatu kewajiban bukan masalah hati, akupun belum bisa melaksananakannya :(

    ReplyDelete
  6. tante, aku mw doong follow blognyaa tapi engga adaa pilihan buat follownya :(

    ReplyDelete
  7. ga smua perempuan berkerudung ky gt

    ReplyDelete
  8. Marilah kita menilai seseorang melalui sikap dan perilakunya, bukan melalui atribut yg melekat

    Nice post, Mbak Ami ^^

    ReplyDelete
  9. Catat : dia cuma pakai pashmina, tujuannya untuk apa? saya kira cuma untuk menutupi wajahnya.. saat-saat sebelumnya apa dia berkerudung?? Jawabnya Tidak!!

    Apakah dia muslim?? Hmm pertanyaan ini bisa dibalik dengan apakah semua orang Islam otomatis muslim?? saya rasa tidak. :)

    ReplyDelete
  10. @anonim kalo khilaf berarti bertaubat nasuha. tidak mengulangi, memperbaiki diri. mudah diucapkan, tidak mudah menjalani #pengalamanpribadi

    ReplyDelete
  11. @Suryaden, menurutku di make rok panjang, baju lengan panjang, dan selendang hitan cuman buat nutupin saat pamit dengan keluarganya seakan-akan acaranya bukan pake narkoba dan minuman keras

    ReplyDelete
  12. @R10, bahkan ternyata berjalan di trotoar belum tentu aman. kematian bisa merengut dimana aja

    ReplyDelete
  13. @Ajeng, menurutku memang pemerintah ini bikin pemerintah birokrasinya lambat, tidak menyeluruh, rumit, kira-kira menguntungkan pejabat terkait atau tidak. Tetap ada celah orang berduit menikmati miras dan narkoba. Kelas bawah mengkonsumsi yang murahan. lebih penting mulai memperbaiki akhlak rakyat negeri ini

    ReplyDelete
  14. @Dian, udah aku kasih blogku yang bisa difollow di blogmu. Tx ya

    ReplyDelete
  15. @Nurul, menggunakan kerudung mesti dibarengi dengan menambah ilmu dan perbaikan akhlak. kalo berkerudung tapi hati sakit, teguran dari Allah malah semakin keras baik di dunia dan akhirat. tapi kalo belum siap memakai kerudung? belajarlah tentang Islam yang benar, Insya Allah keinginan itu muncul tanpa paksaan dan bisa merasakan keindahan dari berkerudung dan mengamalkan ajaran Islam

    ReplyDelete
  16. @Pak Joko, bukan berjilbab, tapi menggunakan selendang. Bagi yang mengutamakan hawa nafsu, peraturan untuk dilanggar Pak, bener

    ReplyDelete
  17. @Agam, si Neng ini, pake kerudung bukan untuk belajar ngaji, untuk merayakan ultah temannya, tapi dengan kostum seperti mau ke acara yang "baik-baik". Supaya mudah dapat ijin keluar rumah. Dugaanku sejauh ini sih, lagian foto2nya yang lain gak ada yang berkerudung. Bisa bayangkan keluarganya shock kayak gimana. Alamat rumahnya lengkap di Tanjung Priuk ditulis lengkap di media.

    ReplyDelete
  18. @Kenni, menilai seseorang memang perlu ngeliat dari hati. Gak semua orang sensitif punya kepekaan kayak kamu, hehehe... #toosss

    ReplyDelete
  19. @NF, definisi baju muslim bisa berbeda untuk semua orang. Ada yang ke pengajian dengan pashmina, dan minimal dia belajar agama mesti diterima dong. Ada yang membolehkan bercelana panjang dengan kerudung pendek, ini pendapatku, asal tidak ketat, tipis atau transparan. Ada yang garis keras mesti gamis lebar dengan jilbab menutupi dada, selain itu bukan baju muslim.

    Aku sangat menghargai, baju muslim model apapun selama dia mau belajar tentang Islam dan mengamalkan. Lebih baik mengamalkan dan menambah sedikit-sedikit tapi rutin tiap hari dibanding, sekali dirapel abis itu jarang mau belajar lagi

    ReplyDelete