Masih adakah karomah di jaman sekarang?

Tuesday, January 24, 2012

Aku pernah mengenal seseorang yang sangat memuja-muja tentang karomah. Dia mengatakan kakeknya sendiri punya karomah itu. Gobloknya dulu aku percaya. Sekarang masih goblok, tapi mendinganlah... wkwkwkw, paling tidak bisa jadi blogger nulis apa saja yang ada di kepala. Syukur ada yang percaya, kalo gak percaya ya sudahlah.

Pokoknya aneh-aneh banget ceritanya, bisa membengkokkan tanduk kerbau, berjalan jarak jauh antar kota harusnya ditempuh beberapa hari hanya beberapa jam. Bisa berada di dua tempat segala. Tapi semua barulah hanya ceritanya saja. Walau yang cerita padaku dia bersumpah bukan tipe pembohong, dia orang yang selalu bicara apa adanya. Bisa jadi dia jujur, cuman aja sumber yang cerita ke dia gak jelas.

Sekarang ini ilmu melakukan hal di luar nalar seperti ini dijadikan show. Bisa dijadikan uang. Membaca pikiran orang, mempengaruhi orang lain, meramal sesuatu kejadian, bisa berpindah tempat dalam saat yang cepat, dan lainnya. Tapi aku gak begitu tertarik membahas, soalnya ilusi ini berkaitan dengan teknologi kaca, asap, bayangan, tempat sempit, ada ilmunya juga. Terserahlah mereka mau ngapain, aku gak tertarik nonton manusia dengan kostum hitam-hitam cenderung seram, mengingatkanku pada malaikat pencabut nyawa yang akan muncul dalam bentuk menakutkan pada manusia yang tidak beriman pada Allah.

Tapi, ada yang menggunakan sorban, berbaju putih-putih, membawa tasbih, mengaku mendapat karomah untuk mendapatkan pemujaan dari banyak orang. Setauku sih, manusia yang mensucikan jiwa itu zuhud atau tidak tertarik dengan hal duniawi, tapi bukan berarti tidak bekerja karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersikap membantu peminta-minta untuk bekerja. Selain qona'ah atau merasa cukup dengan hasil yang diterimanya juga berusaha tidak riya' atau sombong, ujub merasa dirinya lebih baik dari orang lain.

Bahasa kerennya memang serigala berbulu domba, dari luar tampaknya lembut dan imoetz, ternyata dalamnya bertaring siap menerkam.

Beberapa manusia yang dikenal punya karomah ini bahkan setelah meninggal banyak yang sering berziarah ke sana. Katanya bisa jadi perantara agar keinginannya lebih cepat terkabul. Kalo sekedar perantara bukan syirik loh kata mereka sih. Kalo aku milih gak tertarik cari perantara, gak terbiasa cari calo soalnya. Ingin mendekat secara langsung pada Allah sajalah.

Ada juga manusia mengaku bisa kontak dengan manusia yang sudah meninggal dengan derajat spiritual tinggi, bahkan tanpa berkunjung ke makam seseorang. Dari hasil wawancaranya dibuat buku untuk kalangan tertentu tentang kisah masa lalu, bahkan ada yang menggunakan untuk riset salah satunya misalnya untuk membongkar kisah ditemukannya piramida di Garut.

Link tentang cerita-cerita ziarah kubur, seseorang terkenal yang banyak diyakini orang mempunyai karomah  ini gak akan aku kasih di sini, sensitif... hehehe... Pendapatku soal karomah. Aku memilih untuk sekedar dijadikan bahan cerita sajalah, belajar lebih dalam tentang Islam. Lebih penting memikirkan apa besok kalo aku jalan di trotoar ada yang nabrak aku apa aku sudah siap mati. Bekal apa yang sudah aku lakukan agar bisa selamat dunia akhirat. Ibadah lebih khusuk, menambah sedekah baik dalam perbuatan ataupun bantuan materi ke orang lain...  Just another unimportant story from me...

10 comments

  1. hahaha, saya juga sering denger cerita beginian dari temen2 saya, anehnya saya satu2nya orang yang ngga percaya, temen2 saya yang lainnya percaya... :D

    ReplyDelete
  2. ga penting, tapi terkadang ini penting untuk menambah entri

    ReplyDelete
  3. Aku malah punya temen SMP namanya Nur Karomah. Lebih hebat aku dong.

    ReplyDelete
  4. Bismillah.
    Karomah susungguhnya bukan cerita. Di zaman ini masih ada faktanya, sepanjang Allah SWT Menghendaki.
    Wajarlah engkau skeptis, tidak percaya, tak peduli, tak percaya. Penyebabnya hanya satu : ilmu Islammu dan amal Islam_mu masih sejengkal.
    Mereka yg dikaruniai karomah adalah orang (di jaman ini juga) yg telah menempuh perjalanan hidup, dgn iman dan amal Islamnya, sudah cukup jauh sudah mendaki bbrp bukit, dan tentu saja dia yg dikehendaki dan diridhoi oleh Allah SWT memperoleh karunia itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalammualaikum...
      Maaf Cak Rofiq, kalimat "Wajarlah engkau skeptis, tidak percaya, tak peduli, tak percaya. Penyebabnya hanya satu : ilmu Islammu dan amal Islam_mu masih sejengkal." Baiknya jangan diulangi kepada siapa pun lagi...
      Kembalikan semua kepada Allah, merujuklah kepada rukun iman.
      Mohon maaf lahir batin.

      Assalammualaikum...

      Delete
  5. Insya Allah Tidak ada yang tidak Mungkin Bagi Allah semua itu atas kehendak Nya. Karena kita juga harus mingimaani Hal-Hal Yang Ghoib, Perkara orang yang mendapat karomah dr Allah di zaman sekarang hanya Allah yang tau dan dirinya itu diktakan karomah ato bukan.

    Dan Ingat setan selalu mengelabui kita dengan cara apapun. so berserah diri aj Ma Alla SWT.

    Wallohualam

    ReplyDelete
  6. Double thumb utk Ratnawati Utami yg telah memposting artikel ini. Mohon ijin nambahin sedikit yg berikut ini.
    Koreksi utk Cak Rofiq: atas dasar apa Cak Rofiq sehingga berani menilai penulis artikel ini ilmu Islam dan amal Islamnya masih sejengkal...??? Bila ilmu Islam mu memang sudah tinggi tolong tunjukkan ayat Al Quran yg mana atau hadits Rasulullah yg mana yg menjanjikan karomah bagi seseorang yg telah memiliki ilmu Islam dan amal Islam yg sudah tinggi...??
    Bedakan antara mukjizat, karomah, ilmu kebathinan/kesaktian dan wangsit. Mukjizat diberikan Allah kpd RasulNya sbg bukti kerasulan serta utk melindungi para RasulNya. Mukjizat lgsg dikaruniakan Allah kpd RasulNya pd suatu waktu dan keadaan tertentu yg memang diperlukan tanpa dipelajari terlebih dahulu dan tdk dapat diulang. Nabi Ibrahim AS tahan api ketika dihukum bakar, Nabi Musa AS mengubah tongkat menjadi ular ketika diserang para penyihir Fir’aun, dll. Karomah spt hal nya mukjizat dikaruniakan Allah kpd para wali, yg sifatnya jg mirip dgn mukjizat, dikaruniakan Allah kpd waliNya berdasarkan urgensi/keadaan/keperluan mendesak dan tidak dipelajari. Ilmu Kebathinan (biasa jg disebut ilmu sihir, ilmu kesaktian, dll) adalah suatu ilmu yg dipelajari seseorang utk memperoleh kesaktian melalui tahapan2 tertentu, misalnya harus sholat, harus dzikir ribuan kali dlm suatu masa tertentu, membaca bacaan/mantra tertentu, puasa, dll, sehingga nantinya mereka memiliki kemampuan melakukan hal-hal ghaib atau diluar nalar. Ada jg yg dinamakan dgn wangsit yaitu suatu kemampuan tertentu yg di dapat melalui bertapa atau mimpi. Ilmu kebathinan dan wangsit inilah yg sekarang ini seringkali dianggap sbg karomah oleh sebagian orang.
    Padahal klo kita mau membuka mata kita, banyak diantara orang-orang yg dianggap memiliki karomah itu yg bahkan bacaan Al Fatihah nya aja tidak lurus, bagaimana mungkin mereka bisa dianggap wali. Dan klo kita mau sedikit membuka hati, kita bisa lihat dan ambil pelajaran dari kisah-kisah nabi dan para wali. Nabi Musa AS mampu mengubah tongkat menjadi ular, tetapi Nabi Musa tetap lari ketika dikejar oleh pasukan Firaun, bahkan dgn tongkatnya Nabi Musa AS mampu membelah lautan, untuk apa? Untuk menyelamatkan diri dan kaumnya dan kejaran Fir’aun. Nabi Muhammad SAW pecah bibir dan patah gigi dlm perang Uhud. Umar bin Khattab meninggal ditusuk. Utsman bin Affan meninggal terpancung ketika sedang membaca Al Quran, Ali bin Abi Thalib meninggal terpancung dalam perang. Dan banyak lagi kisah lainnya. Klo soal ilmu Islam dan amal islam, mereka2 ini kurang apa lagi...?? mereka ini dedengkotnya.
    Bila kita mengagumi seseorang yg mempunyai kemampuan tertentu di luar nalar, lalu menganggapnya memiliki karomah, maka berhati-hatilah. Kenapa harus hati-hati...?? Sebab Dajjal jg memiliki sifat-sifat yg demikian, dia bisa menghidupkan orang yg sudah mati, dia bisa membelah badan seseorang lalu menyatukannya kembali, dia bisa menyuburkan tanaman yg kering dan tandus dalam sekejap, dia bisa mengelilingi dunia dalam waktu sekejap. Dll.
    So harus kita sadari, tingkat keimanan dan keislaman seseorang tidak diukur dari kemampuan khusus yg dimiliki seseorang, tidak diukur dari memiliki karomah atau tidak, tidak jg diukur dari kehidupan yg lancar tanpa masalah. Tingkat keimanan seseorang hanya bisa dinilai oleh Allah SWT dan hanya Allah lah yg berhak menilai tingkat keimanan dan keislaman seseorang. Apakah seseorang yg rajin shalat di masjid, rajin puasa dsb berarti telah memiliki iman yg tinggi? Jawaban hanya Allah yg tahu, sebab hanya Allah yg tahu isi hati dan ketulusan niatnya. Apakah niat ibadahnya semata karena Allah atau ada hal2 lain semisal ingin lancar rezeki, menjalani tahapan menguasai ilmu kebathinan, dll, yg tanpa disadari telah mengotori niat ibadah semata krn Allah. Dan di dalam Al Quran dikatakan dgn jelas, semakin tinggi iman seseorang maka akan semakin berat jg ujian yg akan diterimanya.

    ReplyDelete