Ke alam gaib itu bisa menyesatkan

2 comments
Pernah aku bergabung di grup metafisika Facebook. Adminnya sepintas kayak jenius banget, apa-apa ngerti. Dia mengaku beragama Islam tapi tidak melakukan ibadah. Dari mana ilmunya? Konon dengan ngrogoh sukmo atau bahasa Jawanya Astral Projection. Saat ngrogoh sukmo, batin terpisah dengan raga, lalu belajar dengan bertanya pada gaib yang ditemui. Yang kubaca dari tulisan-tulisannya, dia mengaku Islam tapi ternyata  beranggapan bahwa shalat itu tidak perlu. Alasannya, tanpa berdoa, tanpa ibadah, semua keinginan sudah terpenuhi. Bahkan tanpa belajar secara konvesional ilmu-ilmunya juga sangat luas.

Aku pernah cerita tentang seorang di Bogor yang mengaku padaku dia itu Google manusia, ditanyain apa aja bisa jawab. Parah banget, akhirnya aku tahu sebetulnya dia hanyalah portal jin. Jin keluar masuk dari tubuhnya lalu menjawab semua pertanyaan yang ditujukan padanya. Makanya kalo ada cerita katakan Gus Dur itu punya ilmu Laduni, jenius tanpa belajar karena dari Allah aku gak langsung percaya. Banyak manusia underground tidak muncul di permukaan yang bisa menjawab apa saja karena bantuan jin. Aku tidak terlalu mengenal Gus Dur, jadi tidak tau persis soal Gus Dur itu berilmu Laduni atau enggak. Hanya saja karena Gus Dur pernah jadi Presiden, terkenal, orang-orang awam yang terkesan dengan ke"jenius"an beliau (dengan tanda petik), banyak yang memuja sampai mengkultuskan. Makam Gus Dur banyak dikunjungi orang, kita tidak akan tau, apa karena mendoakan saja atau minta sesuatu yang akhirnya mengarah ke syirik.

Kelompok Wahabi adalah kelompok yang sangat hati-hati dalam menjalankan Islam. Mereka ini ada di Arab. Saking hati-hatinya, mereka tidak mau melakukan bid'ah. Tidak mau merayakan Maulid Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam  dan juga tidak mau melakukan ziarah kubur. Sedangkan salafy juga sampai menerapkan gaya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam kehidupan sehari-hari. Bisa kita lihat, penampilan mereka khas. Laki-laki dengan kemeja longgar, celana congklang. Wanitanya pakai baju hitam seringnya dengan kerudung lebar, kadang menggunakan cadar. Sampai-sampai mereka berpendapat hijaber dengan kerudung warna-warni tidak akan masuk surga.

Wahabi tidak usah dibahas karena di Arab sana. Sedangkan Salafy adalah kelompok yang sangat berhati-hati dalam hal menjalankan syariat Islam. Sehingga di lingkungan budaya Indonesia ini terkesan eksklusif, menutup diri hanya mau berinteraksi dengan kelompoknya saja. Seperti takut tercemari pemahaman oleh hal luar. Waktu aku ikut pesantren saat kuliah dulu dengan pengasuh mbak-mbak yang mengikuti gaya salafy, pembicaraan mereka gak jauh-jauh dari takut. Takut nonton tivi, marah dengan pemerintah, takut berdosa, ingin berada di daerah yang pemerintahnya menjalankan syariat Islam saja. Menikah dengan orang yang sebelumnya tidak dikenal karena benar-benar menuruti pemahaman Islam untuk mendapat ridho Allah. Selain itu mereka ini tidak peduli dengan program pemerintah keluarga berencana, sangat produktif punya anak. Bahkan beberapa yang aku kenal, selisih anaknya tidak sampai 2 tahun, sehingga tentunya anaknya.minum ASI tidak tuntas sampai 2 tahun. Ada yang aku kenal baik yang salafy ini punya istri lebih dari satu. Ini masalah pilihan hidup saja, mereka di kelompok salafy nyaman berlindung dengan aturan ini, dan rajin belajar ilmu tentang Islam.

Aku sendiri gimana... aku juga punya guru sendiri yang berilmu karena mereka belajar Islam sudah cukup lama. Dan aku nyaman dengan pemahaman ini karena punya toleransi tinggi pada lingkungan. Masih berprasangka baik dengan para hijaber yang bajunya warna-warni mencolok, toh mereka lebih baik dibandingkan yang tidak menggunakan kerudung. Masih berprasangka baik pada yang belum menggunakan kerudung tapi sikapnya sangat sopan. Masih nonton tivi tapi diri berusaha memfilter tayangan yang ditonton. Aku sendiri karena kerja sampe sore jarang nonton tivi.

Tapi tentunya tetap waspada dengan orang yang gayanya tidak Islami. Kayak waktu di Bali aku menunggu taksi Blue Bird, didekati orang yang membujuk aku ikut mobil carteran. Akhirnya aku naik sembarang taksi yang lewat. Atau di Bali memilih rumah makan yang bertuliskan pemiliknya seorang muslim.

Belajar dengan ilham itu sangat beresiko. Seperti halnya kelompok Islam Liberal, mereka mempunyai kepandaian di atas rata-rata orang awam. Makanya hati-hati berdebat dengan mereka. Ada sesuatu kekuatan besar di belakang mereka sehingga mereka bisa cerdas sekaligus menyesatkan. Aku memilih untuk tidak berdebat saja.

Aku jadi ingat dengan Madonna yang mengikuti ajaran Kabbalah, ngakunya spiritual tinggi tapi ritualnya dengan cara mengumbar seksualitas. Seksualitas adalah ritual pemujaan pada setan. Kenapa mereka mencandu ritual ini, karena tiap saat mereka menjalankan ritual mereka akan merasa semakin cerdas, jenius dan makin kuat. Jangan berpikir bahwa pengikut aliran setan itu orang bajunya hitam, matanya berpandangan menakutkan, mereka-mereka ini bisa muncul dengan kalimat bijak. Mengentertain orang lain dengan warna-warni cerah dan nyerempet-nyerempet ke arah seks. Sangat halus tanpa kita sadari semua itu penyesatan ke arah ritual pemujaan setan.

Bila belajar Islam dan hanya untuk kelompoknya sendiri seperti salafy, lalu siapa yang akan menyebarkan pada orang-orang non salafy? Aku sendiri sering membaca situs dari salafy, karena memang ilmunya tinggi, walau tidak sepaham dalam penerapannya. Memilih untuk membaur sajalah, beranggapan aku hanya manusia biasa dengan ilmu yang masih rendah, karena semua yang aku pahami hanya karena Allah berbaik hati memberikan aku semua pemahaman ini. Bisa jadi aku jadi pikun tidak tau apa-apa lagi, karena aku sombong menganggap lebih pintar.

Para indigo dikaitkan dengan hal-hal mistis, karena mereka bisa melihat alam gaib. Tapi coba dicermati, di sisi kemampuan mistis mereka, pasti mereka sering berkata hal-hal bijak lebih dibanding yang bukan indigo. Bahwa mereka ini ingin dunia lebih baik, lebih banyak menolong orang lain walaupun sampai kehabisan energi sekalipun. Mereka mengedepankan orang lain dibandingkan diri sendiri. Dan pemahaman itu sudah nampak sejak mereka lahir. Ada indigo yang tampilannya Islami, ada yang non muslim, ada yang suka baju seksi kayak pake kemben. Aku maklum dengan yang suka menggunakan kemben, terpengaruh leluhur jaman dulu yang juga sering pakai kemben. Banyak indigo bisa kontak dengan leluhur yang punya spiritual tinggi. Walaupun Islam mengajarkan itu hanya khodam yang menemani leluhur itu. Pendapatku pribadi, ilmu yang pernah diajarkan, dicontohkan leluhur dengan spiritual tinggi tidak akan hilang. Walau tidak ditulis dalam buku, ilmu itu tersimpan dalam arsip dan sewaktu-waktu bila dibutuhkan bisa dibaca lagi oleh para indigo ini. Seperti hadis Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa semua amalan terputus setelah orang meninggal, kecuali amal jariyah, do'a anak sholeh dan ilmu yang bermanfaat. Orang-orang indigo bisa bicara apa saja yang jarang dibicarakan oleh orang awam karena mereka bisa belajar dari apapun. Apakah itu ilmu dari ajaran leluhur, atau jin muslim yang ilmunya tinggi. Hanya saja tetap ada hal yang tidak boleh diceritakan dan perlunya memfilter mana dari jin jahat mana dari jin muslim.

Aku lebih suka belajar dari hikmah para Nabi-Nabi. Membaca kisah mereka selalu membuatku menangis. Paling sering tentunya dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu Nabi Ayyub 'alaihi sallam yang sabar walaupun kehilangan putra-putranya karena godaan iblis, lalu dari Nabi Yunus 'alaihi sallam yang pernah memendam amarah lalu bertaubat di perut ikan. Jadi seorang yang sabar itu bahkan tidak menyimpan kemarahan dalam hati, tidak menyimpan dendam, semua karena keinginan untuk mebersihkan hati dan mensucikan jiwa.

Beberapa blogger yang memblokir dan meremove aku dari Facebook, justru adalah blogger-bloger yang tulisannya sarat dengan Islam. Walau aku minta maaf pada mereka tidak ditanggapi, karena mereka telanjur sakit hati padaku. Beneran, aku kasihan pada mereka, menyimpan dendam hanya akan membuat hati mereka menghitam. Makanya tidak heran mereka ini akhirnya hiatus, karena sering bentrok hati nuraninya sendiri. Karena sulit untuk memaafkan, hanya pada kejadian sepele keributan bukan hal prinsip dalam hidup. Sudah jelas kelihatan kok, mereka-mereka yang meremove, memblokir aku sulit untuk bahagia. Ada yang sulit mendapat pasangan, ada yang sulit untuk keluar dari kotanya. Yang ingin menikah pake alesan selesaikan thesis dulu, yang sebetulnya pengen bisa jalan-jalan keluar kota tapi uangnya habis untuk dibakar jadi rokok dan tidak ada usaha melakukan hal lebih dari pekerjaannya sekarang ngakunya terlalu cinta pada kotanya sehingga malas keluar kota. Alasan gak jelas... pembenaran muter-muter untuk nutupi kelemahan. Sederhana saja, karena mereka-mereka ini memelihara dendam padaku jadi hidupnya muter-muter tidak ada jalan keluar. Aku memaafkan kalian dan berkali-kali nulis tentang permintaan maaf di blogku. Maaf ya coy, aku udah kasih tau tapi kalian gak mau ngerti-ngerti...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

2 comments:

  1. Kita juga gak boleh langsung berburuk sangka kan? :)
    lihat semuanya dari segi positif, urusan manusia lain dengan Tuhan tak perlulah kita campuri, itu hubungan yang bersifat vertikal. Tuhan ada dimanapun dan kapanpun. Jahat, buruk, salah, benar, baik, dan bagus semuanya datang dari Allah.
    Semuanya menjadi pilihan manusia, mau menikmati hidup dan dunia serta tidak melupakan Allah dan akhirat atau hanya ingin mengingat Allah (bagus kalau dia mengenal Allah) dan menanti akhirat (surga) yang belum tentu akan dia dapatkan dan di dunia hidup dengan berburuk sangka dan dipenuhi rasa curiga. Semuanya menjadi pilihan kita sendiri saja...

    ReplyDelete
  2. aku setuju mABK UTAMI. Keep Going, Istiqomah. Aku gak setuju dengan Dweedy. Gak benar Jahat, buruk datang dari Allah. Yang baik, yang benar itu dari Allah. Yang buruk, yang jahat itu dari syaitan atau manusia yang dipengaruhi syaitan. Kalau pilihan ... udah pastilah, karena memang Tuhan memberikan FREE WILL. KAlau MBAK Utami ada yang salah-salah dikit, itu mah wajar aja. Maksud aku, advisnya salah sasaran

    ReplyDelete