Whitney Houston meninggal karena narkoba (populer, banyak uang tidak menjamin kebahagiaan)

2 comments
Waktu aku SD pengen banget punya suara indah. Bisa ikutan festival, kontes ini itu. Walaupun akhirnya ikutan paduan suara, dan itu sejak TK sampai kuliah gak bosen-bosen. Prestasinya lumayan, waktu SD pernah menang, SMP menang tingkat nasional di Jakarta, SMA menang tingkat DIY, pas kuliah pernah ikutan beberapa kali ke luar kota. Cuman waktu kuliah mesti bagi waktu ekstra kurikulernya paduan suara dengan softball.

Tentunya aku pernah pengeeen banget punya suara indah kalo lagi latihan vokal bareng temen-temen paduan suara. Kalo lagi di lapangan pengen punya badan lebih tinggi, fisik lebih kuat jadi main softball bisa jagoan. Kenyataan kemampuanku standar aja, gak pernah kepilih jadi solis di paduan suara, dan gak pernah kepanggil untuk seleknas lalu ikut pelatnas di softball.

Setelah itu aku jadi seorang ibu, melahirkan dan mengasuh anak-anak. Lamaaa gak nyanyi dan gak latihan softball lagi. Belum lama ini aku mencoba nyanyi lagi, diupload di youtube dan mulai ke lapangan, main dengan anak-anak muda belasan tahun yang masih belajar softball. Kemampuannya kembali kayak jaman yunior dulu, takut nangkep bola yang dipukul mengarah ke aku.

Tentunya ada suatu saat membayangkan dipuja-puja orang, banyak uang itu menyenangkan. Ternyata dalam kehidupan itu tidak ada jaminan kebahagiaan dengan popularitas dan banyak uang.

Whitney Houston, salah satu penyanyi idolaku dengan suara emas setinggi 5 oktaf diketemukan meninggal dunia secara tragis di kamar mandi sebuah hotel. Sudah memutuskan untuk berhenti menggunakan narkoba sejak belasan tahun yang lalu, tapi sepertinya keluar masuk panti rehabilitasi narkoba.

Mantan suaminya Bobby Brown yang juga penyanyi, pernah masuk penjara karena sering mabuk dan melakukan KDRT. Whitney Houston pernah ketauan lebam dan bibir pecah habis dijotos suaminya sebelum bercerai.

Jadi jangan beranggapan terkenal dan banyak uang jaminan kebahagiaan, sebetulnya semua itu hanya semu saja. Seandainya terkenalpun, sebaiknya terkenal karena menyebarkan kebaikan. Kalo tidak terkenal, juga bukan masalah, toh masih punya orang-orang di sekitar kita yang mencintai kita. Soal uang, bila uang itu dari rejeki yang halal dan barokah, maka sebagian disalurkan pada yang lebih membutuhkan. Sedangkan bila hidup dalam kondisi kemampuan finansial tidak seperti yang diharapkan, memang mesti intropeksi diri. Islam mengajarkan untuk qona'ah atau merasa cukup.

Aku pribadi, sering mendapat rejeki di luar gaji uang yang aku terima. Misalnya bisa jalan-jalan keluar kota bergabung dengan klub softball, dananya sumbangan dari senior yang sukses secara materi. Atau jalan-jalan dengan keinginan pribadi, ada teman lama yang membayari makan di luar atau transportasi.

Jadi sebetulnya kebahagiaan itu ada dimana? Bagaimana bila punya suami yang ringan tangan (bukan membantu tapi memukul)? Menyerahkan semua pada Allah, sering-sering istighfar mohon ampun atas kesalahan kita, banyak melakukan sedekah (mudah loh, senyum yang tulus juga merupakan sedekah), meningkatkan ibadah, dan banyak-banyak bersyukur atas anugerah dan ni'mat yang kita dapatkan.

Yah, aku juga masih belajar untuk melakukan hal yang diajarkan Islam untuk menemukan kebahagiaan sejati. Kadang masih sedih kalo ingat anak-anakku yang jauh dari aku. Pernah depresi juga, dan sekarang sedang giat belajar tentang hidup dan Islam agar bisa menjalankan hidupku dengan lebih baik...

(tulisan yang sangat emosional dan kacau kali ini ya... bisa merasakan kepedihan yang amat sangat seperti yang dirasakan Whitney Houston bila dalam kondisi disakiti hati oleh suami sendiri, yang seharusnya melindungi)
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

2 comments:

  1. mbak amy ayo unduh lagi youtubenya ^^

    ReplyDelete
  2. Don't judge people by how they die, but appreciate them by how they live.
    RIP Whitney Houston...=)

    ReplyDelete