Tuesday, March 20, 2012

Masih berjuang untuk hidup

Ada hal yang membuat kita dipandang sebelah mata. Bahkan sebetulnya saat kita sudah berusaha jadi orang baik, tetap saja perbuatan kita tidak ada artinya.

Bukannya aku ingin mengingat-ingat kejadian yang menyakitkan hati, tapi bagaimana bila seumur-umur aku belum pernah dibahagiakan orang lain. Jadinya ya aku membahagiakan diri sendiri sajalah.

Hanya ada almarhum Bapak, kakak yang pengertian. Atau justru malah teman untuk diskusi. Sisanya hanya memandangku sebelah mata. Blog ini total hanya untuk uneg-uneg, kenyataannya walau aku sangat menghargai komentar yang masuk, karena walau silent reader sekalipun bermanfaat untuk memudahkan memunculkan ke google. Jadi aku menghargai pembaca walau akhirnya berkomentar "semoga kamu dimakan belatung". Atau "mampus lu". Berkali-kali aku bilang bahwa komentar caci maki membersihkan dosaku, cuman aku gak muat soalnya masak menyebut anatomi segala, terutama nyebut alat vital. Hihihi... OOT kan. Aku nunggu komentar aneh-aneh, kapan-kapan aku muat dan aku tau itu siapa, seseorang yang tinggal di Surabaya.

Harapanku untuk ketemu anak-anakku memang tidak mudah. Faktor gaib, ayah anak-anakku yang punya kemampuan indra ke-6, melarangku ketemu anak-anakku sendiri. Membuat orang-orang di sekitarku mundur.  Setelah itu aku dianggap sebagai orang aneh. Kalo pulang kerja suka mengurung diri di kamar.

Keluar kamar isinya cuman nasehat, gak usah pikirin anak-anakmu. Membayangkan untuk mengunjungi mereka ke Bogor saja, sungguh menyeramkan. Bagaimana tidak seram, ada ancaman mau menyiram aku dengan air keras, padahal rumahnya bergabung dengan bengkel, perusahaan keluarga. Bila lagi khilaf, tentunya mudah ambil air keras lalu karena emosi yang memuncak ingin membalas dendam akhirnya disiramlah aku supaya wajahku rusak dan tersiksa seumur hidup. Gak ada hubungannya dia itu rajin shalat, ibunya pake kerudung, kalo hati mereka penuh kebencian dan dendam tentunya sangat beresiko untuk ditemui.

Pernah aku ditanya, kenapa kamu gak balik aja ke dia. Aku jawab, gila apa. Tubuhnya dijadikan portal makhluk gaib. Dari makhluk gaib yang keluar masuk ke tubuhnya itu dia bisa bicara tentang rahasia orang lain.   Mantan menyebut dirinya google manusia, ditanya apa-apa bisa jawab. Percuma juga jadi "manusia bijak" dalam tanda petik kalo ucapannya hanya sekedar menjadikan dia boneka jin jahat. Bahkan jin jahat juga paham tentang tata cara beribadah, tapi ilmu itu untuk mereka plesetkan. Jin jahat juga paham tentang kebijaksanaan, tapi hanya untuk dibelok-belokkan. Aku pernah baca ada mursyid tasawuf mengaku punya karomah mengajarkan anak didiknya shalat sunat setelah shalat shubuh. Katanya memang tidak ada di hadits, tapi bila mau melakukan maka akan mempermudah ilmu Allah meresap, penjelasannya begitu. Sebetulnya bukan ilmu Allah, tapi ilmu iblis. Yang melakukan ritual ibadah menyimpang dari Al Qur'an dan hadits, ayat Al Qur'an sepotong-sepotong sebetulnya penyembah Iblis. Makanya banyak manusia tampak dari luar rajin shalat, bicara bijak, mengaku bisa menyembuhkan orang lain, ternyata hanya memasukkan energi negatif ke orang yang disembuhkannya. Kenapa bisa begitu, karena kita tidak tau ritual yang dilakukannya sebagai penyembah iblis yang ditutup-tutupi. Bahkan orangnya berpikir dia menyembah Tuhan, padahal bukan.

Karena itu orang yang beribadah di luar cara ahlus sunnah wal jamaah yang mengedepankan Al Qur'an dan hadits, maka sebetulnya mereka adalah pemuja setan. Tapi tidak perlu mengatakan mereka ini musyrik atau kafir, karena mereka ini terbawa oleh gurunya. Aliran macam-macam dalam Islam, berbagai jenis bid'ah adalah permainan setan.

Bagaimana bila ada orang dari dusun terpencil naik haji, lalu diajari temannya untuk menyimpan batu jumroh yang seharusnya dilempar malah dijadikan kenang-kenangan. Atau membawa gunting saat thawaf untuk memotong kiswah agar merasa selamat bila dijadikan jimat. Mengunjungi makam orang sakti jaman dulu lalu diambil tanahnya sebagian, dibawa kemana-mana agar selamat dan bisa dapat ilham petunjuk dari orang sakti. Aku yakin bahwa para Wali yang banyak digembar gemborkan bisa berjalan di atas air, sanggup berendam di sungai sampai bertahun-tahun, lebih suka dikenang tentang materi dakwah, bukan dari kesaktian.

Ritual ibadahpun bisa diplesetkan, itu permainan setan. Kebijaksanaan ahli ibadah tanpa ilmu juga bisa keliru, saat seorang pembunuh yang telah membunuh 99 jiwa bertanya pada ahli ibadah masih bisakah dia bertaubat lalu dijawab tidak bisa.

Orang di pulau Jawa itu paling suka hal-hal berkaitan dengan gaib. Tadinya aku tidak tau apa-apa tentang gaib, tapi sekarang aku mesti banyak belajar karena anak-anakku dirawat oleh keluarga yang punya "pegangan" atau jimat. Katanya sih agar selamat dunia akhirat, aku rasa pandangan mereka salah, justru mereka yang merasa kuat dan nyaman dengan jimat,  mesti siap setelah meninggal tidak ke alam barzakh tapi alam lain lagi menjadi budak setan, sangat dihinakan.

Aku sendirian belum sanggup untuk menemui anak-anakku, karena teror akan menyiram wajahku dengan air keras itu. Jadinya tentang anak-anakku aku serahkan pada Allah saja. Soal ketemu atau bisa ketemu, seandainya aku bisa masuk surga, aku yakin akhirnya bisa ketemu mereka. Tiap hari aku masih melakukan banyak dosa, walau sudah diambil oleh deretan orang-orang yang memfitnah aku, mencaci maki aku, mendzalimi aku, aku masih berupaya melakukan hal-hal yang Allah ridho, dengan banyak membantu orang semampu aku.

Jadi saat ini aku lakukan hal-hal yang bisa aku jalani dulu. Gagal move on hanya untuk berurusan dengan lawan jenis, karena aku sudah tidak mau terlibat hubungan mendalam lagi. Bukan berarti aku tidak mau hidup lagi kok, masih berjuang terus untuk hidup...

5 comments:

arya-devi said...

keselamatan untuk anda...mam
good luck

Ajeng Sari Rahayu said...

ya saya percaya, mbak Ami pasti kuat-sing ikhlas...luwih sabar nggih mbak.

semoga Safira dan Safitri dalam lindungan-Nya mbak, kalau mbak Ami terus mendoakan kebaikan ke kedua putri mbak...insya Allah hasilnya juga baik-perihal dikabulkan atau nggak ya itu semua proses. Do'a seorang ibu selalu didengar, salut buat semua ibu2 yang baik dan mau mendoakan anak-anaknya :)

Baby Dija said...

Semoga Tante Ami bisa segera ketemu kakak Safira dan Safitri yaa

amiiiiin

Elsa said...

sabar Mbak
jangan pernah putus berdoa ke Allah

R10 said...

aku masih brjuang menahan marah... melihat banyak tulisan/komentar menghina islam....