Thursday, July 26, 2012

Orang yang tidak mau memaafkan termasuk golongan teralmasuk neraka

Orang yang selalu berusaha minta maaf posisinya lebih mulia dibandingkan yang tidak mau memaafkan. Bahkan orang yang gengsinya terlalu tinggi tidak mau memaafkan orang lain maka termasuk kelompok ahli neraka.  Orang sabar dan tawakkal akan lebih mulia di hadapan Allah, dan Insya Allah akan mendapat ganti yang lebih banyak lagi baik di dunia maupun di akhirat...

Ibnu Abas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Ada sepuluh golongan dari umatku yang tidak akan masuk surga, kecuali bagi yang bertobat. Mereka itu adalah al-qalla’, al-jayyuf, al-qattat, ad-daibub, ad-dayyus, shahibul arthabah, shahibul qubah, al-’utul, az-zanim, dan al-’aq li walidaih.

Selanjutnya Rasulullah saw. ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah al-qalla’ itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mondar-mandir kepada penguasa untuk memberikan laporan batil dan palsu.

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-jayyuf itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka menggali kuburan untuk mencuri kain kafan dan sebagainya.”

Beliau ditanya lagi, “Siapakah al-qattat itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mengadu domba

Beliau ditanya, “Siapakah ad-daibub itu?” Beliau menjawab, “Germo.”

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah ad-dayyus itu?” Beliau menjawab, “Dayyus adalah laki-laki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.”

Rasulullah saw. ditanya lagi, “Siapakah shahibul arthabah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang besar.

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah shahibul qubah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang kecil.”

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-’utul itu?” Beliau menjawab, “Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf atas dosa yang dilakukannya, dan tidak mau menerima alasan orang lain.”

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah az-zanim itu?” Beliau menjawab, “Orang yang dilahirkan dari hasil perzinaan yang suka duduk-duduk di tepi jalan guna menggunjing orang lain. Adapun al-’aq, kalian sudah tahu semua maksudnya (yakni orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya).”

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bertanya kepada para sahabat: "Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu? " Para sahabat menjawab "Menurut kami, orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta kekayaan." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain. Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka." (HR Muslim)

6 comments:

  1. iya mba Ami, terkadang saat-saat labil..sering terpuruk juga dengan rasa sakit hati yang berkepanjangan...tetapi kemudian disadarkan lagi dengan hal diatas...."Menyakiti hati memindahkan pahala ke orang yang disakiti hatinya" ...

    I was among those who often become the subject of ridicule, both smooth and rough by others .... and it continues to this day although I do not know what the problem is ....

    but never mind, this issue back into the entertainment by reading the above.

    ReplyDelete
  2. tulisan yang menarik. belajar bagaimana di balik pahit ada manisa yang akn dirasakan.. bersyukuran tetap positif thingking...

    senang bisa berkunjung salam kenal
    Kunjungi juga Ke Blogku ya

    ReplyDelete
  3. subhanallah .. banyak dapat pengetahuan bermanfaat disini ..

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah az-zanim itu?” Beliau menjawab, “Orang yang dilahirkan dari hasil perzinaan yang suka duduk-duduk di tepi jalan guna menggunjing orang lain.

    saya sedikit tidak mengerti dengan makna tersebut "Orang yang dilahirkan dr perzinaan termasuk golongan az zanim"? mohon dijelaskan. karena setahu saya orang yang dilahirkan dr perzinaan tidak berdosa yg berdosa itu orang tua nya lah yg melakukan perbuatan dosa.

    kecuali " mengunjing seseorang" barulah termasuk golongan az zanim, karena mengunjing seseorang itu adalah perbuatan zalim terhadap orang lain.

    ReplyDelete