In

Proyek baru

Rasa-rasanya banyak pertanyaan di kepalaku terjawab sudah. Sejak aku pulang ke Jogja pertengahan 2009 lalu. Mengalami kejadian menyenangkan, menyakitkan tapi semua adalah pelajaran berharga.

Tahun 2008 aku ingat sekali di Bogor saat pengajian aku dengan bengong bertanya pada ustad "maksud ridho Allah itu apa". Lalu tahun 2010 aku dikasih tau guru ngajiku supaya sabar, tawakal dan bertakwa. Aku ngebatin tawakal itu apa ya, yang membuatku mendefinisikannya di blog ini. Aku taruh di label ISLAM MENGAJARKAN.

Aku pernah bilang pada teman-temanku saat reuni SD, mungkin kalian heran kok aku bisa santai jauh dari anak-anakku. Bukannya apa-apa, mereka sekarang berada di tempat yang aman, sekolah dan tercukupi. Salahku soalnya aku ingin mencari jati diri sampai depresi bertahun-tahun. Jadi sekarang aku belajar untuk mengerti hidup, sementara sampai Allah memberiku amanah, aku titipkan mereka pada ayahnya.

Dan sekarang aku sudah mulai mengerti tentang hidup itu apa. Salah satu hal paling menarik yang pernah kutulis adalah tentang surga. Waktu aku menulis tentang surga, pipiku memerah dan aku tersipu-sipu. Hanya karena membayangkan berada dekat dengan pasanganku di surga. Senyumannya yang ditujukan padaku serasa membuat jantungku rontok. Hanya dengan membayangkan saja, dan itu salah satu motivasi utamaku untuk berusaha menjadi muslim yang lebih baik. Supaya aku bisa ke surga menemuinya.

Tidak perlu dibahas jiwaku yang telah mati bertahun-tahun. Itu cerita usang, gak penting. Masa depan lebih penting. Walaupun aku masih merasa banyak dosa, bersyukur banyak orang dengan suka rela memfitnah aku, mencaci maki, menyakiti hatiku, memutus hubungan pertemanan, menipuku, tidak mau memaafkanku walau aku berusaha minta maaf. Karena menurut Islam, bila ada orang menyakiti hati orang lain pahalanya diserahkan pada yang disakiti hatinya. Banyak ibadah ternyata akhirnya tidak akan membawanya ke surga bila masih sering menyakiti hati orang lain. Itu hal yang berkaitan dengan akhlak, gak peduli penampilannya sangat Islami dengan bersurban atau bergamis longgar kerudung lebar sekalipun, kalo sombong merasa lebih baik dari orang lain apalagi menyakiti hati, tempatnya di neraka.

Proyek baru aku lakukan dengan beberapa sahabat baikku. Mereka selalu ada untukku dan aku selalu ada untuknya, karena kita sama-sama berusaha menjalankan Islam dengan benar, saling mendukung penuh. Seumur hidupku, barangkali baru 2 tahun terakhir aku bisa merasakan suatu persahabatan. Sahabat yang selalu muncul saat dibutuhkan, saat kita sedang gundah. Tapi aku sudah tidak gundah lagi, aku terlalu bahagia. Bahkan aku berpikir aku belum pernah sebahagia seperti ini. Rasanya tidak mungkin aku lebih bahagia lagi. Aku sampe mikir, wah aku belum siap untuk perubahan besar, yang kuterima sekarang lebih dari cukup.

Kebetulan aku membaca blog beberapa teman yang dia sedang berurai air mata. Rasanya aku ingat aku juga pernah dalam posisi yang sama. Tidak ada yang mau mendengarku, tidak ada yang mau menemaniku, orang banyak di sekitarku tidak ada artinya semua. Aku dulu pernah dihina habis-habisan, tidak boleh ikutan makan berbuka puasa oleh mertua alasannya tidak menyumbang belanja di rumah yang sama. Sedangkan mantan bisanya cuman ngoceh, terima saja tanpa memberi solusi. Sama halnya saat dia mengirimiku SMS bertuliskan mau menyiram mukaku dengan air keras tanpa merasa bersalah. Campur aduk, uangku minus, terhina, dicampakkan, diteror, ketakutan, marah, dan seperti dianggap sampah tidak berguna. Serasa langit runtuh menimpa kepalaku.

Akhirnya ngotot, berusaha istiqomah berpegang teguh pada ajaran Islam. Aku membayangkan seperti memeluk keyakinanku berpegangan pada pohon dan badai melanda menghantamku bertubi-tubi. Lalu akhirnya aku bisa menyanyikan lagu BADAI PASTI BERLALU...

Banyak syukur kupanjatkan pada Allah setelah badai berlalu. Aku bisa ketawa lebar lagi setelah dulu saat akhir Mei 2009 di ultahku aku bilang ke kakakku ketawaku palsu. Ketawa juga bisa palsu gak cuman alamat, hihihi...

Sekarang aku bikin proyek baru dengan sahabat-sahabatku yang cara berpikirnya sejalan, agar bisa membantu orang lain lebih banyak lagi. Apa ya... kita lihat saja nanti deh... I'm really very happy... thank God... dan semua kisah pembelajaran yang membuatku jadi mengerti makna hidup...

Related Articles

3 comments:

  1. senang juga dengan berita ini....Allah memang punya cara sendiri ..yg sulit dipahami oleh logika manusia..yaitu dalam menunjukan kasih dan sayang-Nya.
    Seperti beranalogi: jika siswa mau naik kelas dia mesti diuji dahulu lewat berbagai ulangan/tes kemudian mendapatkan nilai.

    salam be happy

    ReplyDelete
  2. @arya devi, ma kasih... BADAI PASTI BERLALU, DON'T WORRY BE HAPPY

    ReplyDelete
  3. aku juga berharap dapat memberi andil dalam proyek baru mbak ami, selama ini keluhanku kepada Allah adalah kurangnya kesempatan yg aku miliki

    ingin berusaha sendiri tapi uzurku menghalangi, dukungan keluarga untuk proyekku terasa kurang

    jadi aku melihat kesempatan seperti sekarang, aku mengambilnya, aku harus berani ambil resiko karena kesempatan berikutnya belum tentu akan datang lagi

    ReplyDelete