Wednesday, March 14, 2012

Tentang Bid'ah

Aku beruntung lahir dalam keluarga yang orang tuaku bersahabat dengan beberapa ketua Muhammadiyah. Seperti pak Amien Rais dan pak AR Fakhruddin. Dan sekarang salah satu guruku adalah pak Munichi yang merupakan cucu dari KH Ahmad Dahlan.

Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan. Untung ada filmnya, jadi memudahkan untuk memahami perjuangan beliau. Aku sampe nangis bercucuran air mata saat menonton filmnya. Kejadian yang aneh, uangku yang aku siapin 20 ribu ketinggalan di rumah. Aku bayar dengan uang recehan sampe menuangkan isi dompet di atas meja penjualan tiket. Persis ada 20 ribu. Karena berangkatnya pake angkot pulangnya aku jalan kaki sambil menangis dan mukaku kututup dengan kerudung. Dari studio XXI sampe rumah sekitar 3 km. Ahhhh... aku tidak bisa seperti blogger-blogger lain yang bisa bercerita dengan pemilihan kata unik, kalimat indah yang menghanyutkan. Tulisanku ala kadarnya saja...

Kenapa mesti ada bid'ah. Waktu aku belajar Islam di mesjid salah satu aliran yang terkenal eksklusif, konon bukan penganut aliran ini lantai masjid akan dipel lagi karena dianggap kafir, aku merasa nyaman di situ. Diajari dengan sabar oleh guruku seorang wanita. Dan aku menangis saat disarankan jangan kesana lagi. Oleh pak Munichi, kesalahan aliran ini seharusnya sesama muslim tidak boleh mengkafirkan sesama muslim juga karena beda aliran atau pemahaman.

Bagaimana dengan NU? Aku pernah menyumbang pesantren berbasis NU, karena aku sering tukar pikiran dengan salah satu santrinya. Walaupun menurut Muhammadiyah ada tradisi di NU yang merupakan bid'ah misalnya tahlilan, mitoni, selametan, ziarah kubur ke Wali dan seterusnya. Di keluargaku yang kental Muhammadiyah, tidak menyelenggarakan tahlilan untuk almarhum bapakku. Tapi menurut orang NU, tanpa melakukan tradisi rasanya gak mantep menjalankan Islam. Yah, kayak ultah gitu, kalo ada uang ya dirayakan, kalo gak ada masak ngutang-ngutang hanya demi sebuah penghormatan dari orang-orang sekitar. Menurutku sih ibadah itu ditujukan pada Allah, bukan mengharapkan pujian orang lain, malah jadi riya'.

Bukan masalah bid'ahnya, atau menurut Muhammadiyah bid'ah adalah ibadah yang tidak diajarkan oleh nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Hukum bid'ah itu tertolak, jadi ibadahnya tidak diterima Allah. Aku tidak memasalahkan berkumpul dengan tetangga, mengucap tahlil bareng-bareng, makan bareng. Tapi aku yakin tidak banyak yang paham apa itu bid'ah, orang-orang hanya sekedar ikut-ikutaan melakukan tahlilan saja. Gak enak kalo tidak melakukan nanti diomongin tetangga. Jadi sebetulnya ibadah ditujukan pada Allah atau untuk tetangga dan orang lain? Aku rasa mereka ini tidak paham tentang hukum-hukum Islam yang benar. Kalo punya uang berlebih, boleh mengadakan tahlilan dengan niat silaturahmi dan mengucap tahlil untuk mendekatkan diri pada Allah. Tapi bila gak ada uangnya, masak maksain juga siiiih?

Seorang artis penyanyi yang dulu sempet manggung di Jogja gak mau di hotel milih tinggal di rumahku dengan teman-temannya ikutan Hizbut Tahrir. Tentunya ada pro kontra dakwah versi ini. Toh aku masih menyapa juga di twitter.

Seorang temenku blogger ikutan khuruj dari kelompok Jama'ah Tabligh. Menurutnya banyak pahala bila memakmurkan masjid, dan menyiarkan tentang Islam ke masjid-masjid di pelosok. Lagi-lagi baca pro kontra tentang kegiatan ini. Sebuah situs menyebutkan, sebetulnya ibadahnya untuk Allah atau untuk penggagas awal Jama'ah ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa ada peningkatan spiritual bila melakukan khuruj. Nah inilah. Sama-sama mengaku Islam tapi dia tidak mau membalas bila kusapa. Perbedaan pemahaman pengamalan ajaran Islam. Aku merasa dia sudah memutuskan tali ukhuwah dengan sesama muslim. Tapi mungkin salahku juga... kebanyakan nulis e-mail untuknya... jadi yah maklum deh. Soal peningkatan spiritual memang bagus, tapi bila kusebut yang dilakukannya bid'ah atau ibadah yang tertolak pasti dia bakal ngambeg lagi. Soalnya kita tidak bisa mengharamkan hal yang tidak haram, dan tentunya tidak perlu mewajibkan yang sebetulnya sunnah. Memakmurkan masjid itu bagus, tapi apa follow upnya. Pembahasanku dengan teman dekatku juga gitu, lebih bermanfaat membangun suatu pesantren yang memberikan ilmu secara kontinyu, bukan insidentil belaka.

Yaaaah... aku memang masih cethek banget bicara tentang Islam. Apa sih aku, cuman seorang guru playgrup yang mengajarkan muridku untuk berdoa sebelum dan sesudah makan. Mengajarkan mengucapkan kalimat thoyibbah seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Astaghfirullah. Juga mengajarkan ayat-ayat pendek seperti Al Fatihah, Al Kautsar, An Nas, Al Ashr, dan beberapa lagi. Juga mengajarkan iqro. Mengajarkan tentang kasih sayang, saling menghargai sesama teman, dan mirip teletubbies... berpelukaaaaan....

10 comments:

Sam Rinaldy said...

Biarpun begitu... itu jasa yang besar...
Dibandingkan dengan saya (T^T

Fermy Nurhidayat said...

Menterjemahkan Al Qur'an dlm bhs Indonesia itu termasuk bid'ah lho mBak..juga pembentukan 'ulumul Qur'an dan 'Ulumul Hadits..juga pembentukan ilmu 'Ushul Fiqh..pembagian hadits dari sejarah awalnya yakni hadits maqbul dan mardud sampai berkembang lbh terperinci mjd hadits mutawatir,masyhur dll sampai hadits maudlu' jg tdk dikenal di zaman Nabi..khutbah jum'at berbahasa Indonesia juga bid'ah.. Majlis Tarjih jg tdk dikenal di jaman Nabi,..hihihi..supaya berimbang aku sampaikan juga Bahsul Masaail juga tdk dikenal di zaman Nabi..tapi dikenal sama Kyaiku yg NU..hihihi..aku msh jadi santrinya lho mBak Ami..hihihi..

Ami said...

@Sam, dalam status kita, kita bisa beramal mencari pahala, mencari ridho Allah dengan banyak sedekah. Sabar menghadapi cobaan, bahkan tersenyum juga merupakan sedekah. Allah bersama orang-orang yang sabar

Ami said...

@Fermy, yang dimaksud bid'ah adalah IBADAH loh... ritual ibadah. Tapi semua tentunya diseseuaikan dengan kemampuan kita. Islam bukan hal yang memberatkan. Hanya saja bukan berarti gak sanggup menahan nafsu terus maksiat itu JIL banget...

arya-devi said...

jangan begitulah Ami.... ^_^...berbicara tentang kedalaman ilmu atau pemahaman ilmu pada seseorang tidak dilihat dari banyak/sedikitnya, ringan/beratnya, mudah/susahnya materi.....apapun itu......ayat-ayat pendek pun itu adalah Kalam Allah....jadi?? sangat sama/setara/ equal......Yang mendasar jika sudah mendapatkan inti pengajaran dari islam itu sendiri yakni bisa saling menghargai, kasih dan sayang dan terakhir mengesakan Allah SWT

Ami said...

@arya devi, ya... sebagai guru playgrup berusaha untuk selalu ikhlas ditujukan pada Allah, walau pemasukan tidak sebesar di kantor multi nasional. tapi kebahagiaan dan ketenangan batin tak terhingga.

semoga ilmu yang diajarkan pada anak balita bermanfaat dunia akhirat. karena amalan yang tidak terputus walau kita setelah meninggal adalah amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak sholeh. iya kan

roy thankka said...

Ikut nanggapi ya mbak.
Pandangan sy ini bkn sbg org Muhammadiyah atau NU, ini hanya brp pandangan sy pribadi. Menurut hemat sy, apa saja hal yang kita hadapi sehari2 itu adlh brp cobaan dr Allah Swt. Jadi hal utama yg hrs kita perhatikan adalah bagaimana kita menghadapi hal2 tsb, karena di akherat nanti semua itu akan kita pertanggung jawabkan. Allah Swt sdh memberi kita tuntunan dan kemudian Rasullullah Saw membimbing kita. Renungkanlah apa sikap Rasullullah disaat tdk ada yg akan dimakan beliau memilih puasa, Sepatunya koyak beliau jahit sendiri, dan msh byk hal2 lainnya. Menurut logika kita, seorang manusia yg belum berbuat dosa sdh diampuni tentu tdk usah repot2, ingin makan dgn menu apasaja tinggal bilang lsg disediain malaikat, mau sepatu yg tercanggih skalipun tinggal minta, tapi knp Rasullullah Saw tdk melakukan itu?
Inilah inti ajaran yang ingin beliau sampaikan ke kita. "Iklash pd apa yg sdh ditetapkan Allah Swt". Dan siapa sj yg Iklas pd apa yg sdh ditetapkan Allah Swt, maka Allah akan meletakkan kita dijalan yg lurus. Insya Allah kita selalu diselamatkan dr segala bid’ah yg sesat dan perbuatan keji lainnya. Jadi bukan karena kita hebat atau pintar utk tdk tersesat, tapi kita diselamatkan.
Maaf ya mbak kepanjangan yg nanggepin..

Run A Way said...

Boleh ikutan Nimbrung.....?
saya ini hanya orang islam yang tidak ikut ormas islam manapun. dan yang saya sampaikan adalah pendapat pribadi belaka dengan keterbatasan ilmu agam yang saya miliki.
Sunnah : segala hal yang di lakukan Nabi
hadist :segala apa yang pernah di sampaikan Nabi Muhammad SAW
Bid'ah : adalah mengada-adakan sesuatu yang tidak di tuntunkan oleh alqu'an maupun Hadist dan tidak pernah di lakukan nabi.
yang jadi membuat saya kadang bertanya-2, apakah mereka yang sering menyebut bid'ah menyadari bahwa kitab suci alqu'an yang sekarang dalam bentuk buku/tertulis adalah bid'ah...? karena Alquran itu pada jaman nabi di sampaikan dan langsung di hapalkan.
terus soal kendaraan bermotor / Sepeda non mesin jaman nabi juga tidak ada, nabi hanya menggunakan 1. jalan kaki, 2. naik onta / kuda. kenapa hal ini tidak di sebut bid'ah...?
soal adzan di masjid yang menggunakan pengeras suara kenapa tidak di sebut mengada-ada...? padahal jelas-2 pada jaman nabi juga tidak ada pengeras suara seperti saat ini.
wallahu'aklam

Ratnawati Utami said...

@Run a way... yang dimaksud bid'ah itu IBADAHnya. Mengerjakan yang wajib dan sunnah aja sering keteteran. Shalat dhuha, shalat tahjjud, banyak sedekah, membiayai anak yatim. Kok masih sibuk nambahin ritual ini itu.

Naik motor jelas bukan bid'ah karena itu bukan ibadah. Motor adalah kendaraan yang akan membawa berkah bila dimanfaatkan untuk kebaikan.

Menurut saya sih, Islam sangat fleksible, menyesuaikan budaya, adat dan jaman. Sedang ada kelompok yang melakukan hidup seperti di jaman Nabi dulu, banyak anak, pake jenggot panjang, jubah, celana di atas tumit, mestinya sekalian pakai surban yang dibasahi seperti jaman Nabi dulu juga. Masalah sombong itu kan jaman dulu banyak bangsawan menggunakan sutra yang panjang hingga ke tanah, dan diseret dengan sikap sombong.

Juga pake cadar? asal tidak membuang muka aja merasa suci dipanggil tetangga yang belum pakai kerudung.

Kesombongan, memutus hubungan dengan tetangga dan teman, justru akan membawa ke neraka. Di mana hati ini yang seharusnya bersikap baik dan menjalin hubungan dengan tetangga

Enny Law said...

kadang orang pikir bid'ah itu semua hal yg gak ada di jaman nabi,

padahal bid'ah itu IBADAH yang gak dilakukan nabi, spt kata mba ami..

aku prnh ditny sm orang, "Kamu Islam apa? Muhamadiyah atau NU?"

saat saya jawab gak keduanya orang itu heran, "Emank boleh yah Islam doang?"

wekekeke :D