Monday, March 19, 2012

Termasuk kelompok gagal move on

Aku sudah tau persis apa keinginanku saat dewasa nanti. Kira-kira sejak SMP. Aku akan tinggal di rumah, mengurus anak-anak. Tidak ada bayangan sama sekali soal pengen cowok model apa.

Sekarang kesampaian, tapi anak-anaknya orang, bukan anakku sendiri. Kadang urus anak orang suka mikir, wah seumur mereka anakku lebih cerdas. Atau mikir lain lagi, aku idealis banget, biar anak kembar juga aku kasih ASI eksklusif sampai 5 bulan lebih. Ribut besar dengan mantan mertua yang diem-diem gendong anakku dikasih bubur saat mereka 3 bulan. Sampe aku ngumpet di kamar, gak bolehin anakku dipegang oleh orang lain lama-lama.

Sekarang ributnya lebih heboh lagi, merasa berhak mengasuh anakku. Bahkan saat aku ke Bogor, kalo aku gak teriak-teriak di Al Qur'an dinyatakan memutuskan hubungan anak dengan ibu kandung akan masuk neraka baru mereka keluar, gak sampai setengah jam. Abis pulang dari Jogja aku kirimin hape sepasang, eh, baru seminggu udah diamankan disimpen nunggu mereka besar. Keburu hapenya out of date dong, aku kirim surat kirim balik aja hapenya ke Jogja gak ada respon.

Heboh banget ya dimusuhi satu keluarga besar yang tidak mau mengakui kalo salah satu anggota keluarganya banyak jin jahatnya di tubuhnya. Aku ngomong gak asal ngomong, setelah aku bergaul dengan banyak teman indigo yang bisa nerawang, mereka mengiyakan analisaku. Lebih dari 5 orang indigo. Aku sendiri gak bisa nerawang soal makhluk gaib, tapi aku bisa merasakan energi negatif yang dimiliki seseorang terutama bila sudah pernah kontak secara akrab. Hanya perlu proses dan akhirnya terbukti saat mereka memaki-maki atau memfitnah aku begini begitu. Gak usah ditulis, gak penting, daftarnya terlalu panjang, dan kebanyakan mereka ini laki-laki.

Beneran, aku mencoba berprasangka baik pada makhluk Allah yang berjenis kelamin laki-laki itu, gagal terus.  Ada yang baik, tapi hanya sekedar temen doang, lebih banyak ngobrol karena menghargai saja. Yang benar-benar nyambung ngobrolnya jarang banget.

Kalo aku sekarang suka mimpiin seseorang blogger, itu karena aku kena imbas energi negatifnya. Gara-gara pernah curhat ke aku, dari masa kecilnya begini, hingga berderet kekalutan lain. Aku pernah juga menjelang lebaran 2009 pernah kebawa energi negatif cowok, yang dianggap teman-temannya aneh. Kaya, keren, tapi kalo deket cewek gak berani maju, kayak ada energi negatif yang memagari. Setelah ditelusuri masa lalunya yang dia pernah cerita sendiri, yah... kesimpulannya ayahnya pernah punya ilmu yang berhubungan dengan gaib. Sampe aku sering gemetar, ngeliat bayangan gelap mirip dia membuntuti aku. Butuh waktu setahun, akhirnya aku denger kabar dia menikah. Kadang aku membacakan al Fatehah untuknya, mengatasi rasa gemetarku kalo ingat dia. Kakak iparnya teman pengajianku, aku rasa pelan-pelan rumahnya auranya berubah dari suasana sekuler menjadi Islami karena sering diadakan pengajian. Aku juga dengar kabar ibunya akhirnya naik haji, padahal tadinya beranggapan Islam tidak penting, lebih penting melaksanakan tradisi, karena ibunya berdarah biru (kalo aku berdarah pink, hehehehe).

Blogger yang sering masuk mimpiku ini, tulisannya banyak menulis tentang Islam. Tapi Islam yang dianutnya, dia mengidolakan pejuang jihad di medan perang. Dia juga suka dengan samurai, beranggapan bahwa perjuangan untuk membela Islam dengan digital bisa setajam samurai. Sejauh ini sih analisaku tentang dia gak jauh dengan temanku yang menganut aliran tradisi itu. Aku sedang menunggu kabarnya akhirnya menikah, moga-moga saja, lagi-lagi mirip dengan temanku. Aku tau persis dia pengen banget menikah, tapi belum bisa terlaksana karena alasan tertentu, dia lebih tau tentu saja, aku hanya bisa  meraba-raba sih kenapa, ada trauma.... hihihi, iya, kan pernah cerita waktu dulu chat ma aku, kali dia lupa yah tapi aku masih ingat. Yah, gagal move on gitu deh...

Aku sendiri gimana. Boleh saja temen-temenku indigo itu punya gambaran tentang masa depan, tapi masa depan itu bisa diubah dengan ikhtiar kita. Allah tidak akan merubah satu kaum kecuali kaum itu merubah nasibnya sendiri. Bila Allah menghendaki keburukan suatu kaum maka tidak ada yang bisa merubahnya (QS. Ar Ra'du : 11). Manusia tidak bisa menolak takdir karena sudah ditetapkan sejak jaman azali 50 ribu tahun yang lalu, tertulis di kitab Lauh Mahfudz. Saat bayi berumur 3 x 40 hari dalam kandungan, ditetapkan rejeki, amal, ajal, bahagia atau sengsara.  Tapi Allah bisa merubah kitab Lauh Mahfud bila Allah menghendaki (QS. Ar Ra'du : 39).

Walau ada indigo yang mengatakan melihat aku punya pasangan lagi, bahkan ngasih ciri-cirinya orangnya kayak apa, tapi aku tidak mempercayainya. Aku terlalu muak melihat laki-laki saat ini, aku termasuk kelompok gagal move on juga, hehehe... Malah aku berpikir lebih enak single fighter, bisa jalan kemana-mana gak ada tanggungan. Uang dipake untuk diri sendiri. Aku tau banyak pahala bila mengurus suami dan anak dengan penuh keikhlasan, tapi bagaimana apabila sudah berusaha mengenal jomblo-jomblo malah banyak difitnah. Sudah mengunjungi anak kandung, mencoba memberi hape, masih juga dihalang-halangi.

Sekarang ini uangku untukku sendiri, jalan-jalan keluar kota yang selama belasan tahun aku jarang lakukan. Aku juga mendaftar haji, yang kemungkinan bila masih menikah sangat kecil bila bisa berangkat. Gimana bisa berangkat haji suami istri, dulu aku masih disubsidi oleh keluargaku padahal aku pihak perempuan. Sedangkan pihak suami yang bekerja di perusahaan keluarga cukup besar di jalan protokol kota Bogor tapi usaha ini tidak mempedulikan kesejahteraan anggota keluarga sendiri. Dari luar sih kayak toko besar, aslinya sih cuman sekedar jalan aja gali lubang tutup lubang, banyak hutangnya.Mengherankan, banyak hutang tetap nyantai, gak sadar kalo hutang itu menghambat jiwa menuju ke alam barzakh dengan kalo meninggal. Siksa kubur sangat menyakitkan akan diterima orang yang berhutang dan belum lagi siksa di akhirat.

Takdir memang tidak bisa ditolak, jadi dijalani saja diambil hikmahnya. Kalo gagal move on... yah, aku lebih suka berkonsentrasi di hal yang lain. Tidak bisa mengasuh anak sendiri, masih diberi kesempatan mengurus anak orang lain. Ada beberapa rencana kegiatan yang akan aku lakukan ke depan untuk menyibukkan diri dengan beberapa sahabatku. Yah, walau banyak yang dendam sama aku, memblokir aku di social media, memfitnah aku, Alhamdulillah masih ada yang mau sahabatan sama aku, dan Insya Allah mereka orang-orang yang hatinya sangat baik...

7 comments:

Hiaku Herry said...

wah jadi inget tulisanku yang tentang move on now..
ayooo semangat mengejar hidup baru kakaaak \:D/

Ami said...

@Herry, tidak gagal secara keseluruhan. Cuman males mikirin partner hidup, berteman dengan yang baik-baik saja. Dulu sok pengen jadi pahlawan bantu laki2 ingin bertaubat, eh, gak taunya mereka pembohong besar. cuman ide, disuruh rajin ibadah masih males.

yang rajin ibadah juga banyakan otak ngeres. pikirnya nyerempet zina boleh, toh shalat menghapus dosa. dasar tuh diplomasi keong racun banget...

Hiaku Herry said...

Sabar mbak, saya yakin Allah SWT ngasih jalan yang terbaik buat umatnya yang selalu mengingat kepadanya.
Semua perjalanan umat manusia nggak ada yang luput dari masalah, bahkan para Nabi pun demikian.
Jadi anggap saja masa lalu itu sebagai ilmu pembelajaran untuk masa depan yang lebih baik. :)

Ami said...

@Herry. hidup itu pilihan. daripada terobsesi dengan yang belum kelihatan mending ngejalanin yang sudah ada. Tapi beneran, mosok sebagian besar laki2 seumurku yang aku kenal lebih banyak gak benernya. Katakan dari 100 orang gak nyampe 5. sisanya gaje...

aku sendiri masih belajar, gak mau kebawa arus negatif. jadi kali ini dengan cara yang benar, kalo ada pilihan shalat istikharah

Hiaku Herry said...

yah inilah akhir zaman mbak, jangan sampai salah bergaul juga :)
nggak semua kehidupan hitam itu kelam dan lingkungan putih itu bersih.
biarkan mereka yang menemukan jalannya sendiri, yang terpenting sudah memperingati. nggak perlu menilai keburukan orang lain, hidup itu seperti cermin. jangan sampai waktu terbuang percuma hanya untuk memikirkan orang yang sudah nggak penting :)

Sam Rinaldy said...

Move on itu apasih (T^T

Anonymous said...

wah, teteh.. punya kekuatan lebih yak?
hehe.. jd kepikiran kaka blm nikah smp di atas 35. emg ada yah pengaruhnya sama energi2 negatif or apalah ;d hehe