Tuesday, April 24, 2012

Banyak kejadian heboh hari ini, termasuk rejeki

Kemarin aku cerita beli BB baru yang akan aku bayar 2 kali, kemarin dan besok. Alhamdulillah, ada yang mau membayari sisa pembayaran sehingga gajiku utuh. Berita sangat membahagiakan setelah tadi pagi aku terbangun dan ternyata di pagi buta ada orang ngetweet membahas tentang aku.

Banyak sudah kisah yang kualami sejak aku tinggal di Jogja sejak pertengahan 2009. Tiap kali aku posting dan berpikir, sepertinya tidak ada tulisan yang lebih heboh lagi, ternyata ada. Termasuk akhirnya menuntaskan mimpi-mimpi burukku berkaitan dengan seorang blogger. Biasa... blogger yang tadinya sempet curhat tapi akhirnya memutuskan mencari jalannya sendiri dengan istilah mentalaq dunia. Jadi dia akan menjadi zuhud, tidak bergantung dengan duniawi, sepenuhnya mencari pahala dan beramal sholeh. Hanya saja ternyata dia masih memelihara sisi gelapnya dengan ngomong bahasa kasar di tweet mengaku sebagai aliran keras di Islam.

Aku mau fokus lagi ke usaha baruku dengan sahabat-sahabatku offline. Teman online memang sangat menyenangkan, tapi tentunya yang pembahasannya cocok. Aku sendiri paling suka membahas tentang hidup itu sebetulnya anugerah, rubahlah perspektif tentang hidup itu.

Jadi ketawa ingat ada tulisan besar "Hidup itu tidak semudah (maaf) cocote Mario Teguh" yang temanku ditag di Facebook.

Orang-orang dengan bakat indra ke-6 dari lahir (coba lihat acara Indigo Trans TV Sabtu malam) memang digambarkan mempunyai hidup yang sulit. Tidak bisa diterima oleh lingkungan, keluarga, atau malah dimanfaatkan berlebihan.

Apakah aku punya indra ke-6? Entahlah, aku sendiri ngerasa hidupku biasa-biasa saja, tidak bisa berjalan di atas air kayak Wali dulu... hehehe... aku hanya suka menulis mengikuti naluriku saja. Sampai aku pernah nulis apa bedanya intuition, feeling dan instinct. Intuisi itu mengalir, insting itu semacam sinyal, dan feeling itu rasa enak atau gak enak.

Kita manusia hanya bisa berikhtiar saja untuk memperbaiki nasib agar lebih baik. Takdir yaitu qada dan qodar diterima saja tidak usah diungkit-ungkit. Terapis hipnoterapi kadang suka menelusuri masa lalu yang penuh trauma untuk dihilangkan, paling tidak dijadikan tidak menyakitkan lagi.

Orang bisa berbahagia di dunia ini dengan banyak berbuat kejahatan, tapi akan mendapat teguran di dunia dan balasan di akhirat. Bisa juga berbahagia dengan banyak kebaikan tanpa ibadah, tapi kebaikannya hanya sebatas di dunia tidak berlanjut di akhirat. Paling berat memang berbuat baik secara ikhlas atau beramal sholeh, serrta beribadah secara ikhlas juga dan Insya Allah akan bahagia dunia dan akhirat.

Ide bahwa seseorang dengan maqom tinggi sudah sampai taraf ma'rifatullah bisa masuk surga tanpa hisab, jadi bebas melakukan sesuatu tanpa akan mendapat teguran Allah menurutku kok tidak mungkin. Para Nabi, Walisongo semua taat beribadah, tapi masih ada juga yang beranggapan ada Wali baru yang mempunyai karomah tertentu sehingga para muridnya percaya begitu saja disuruh apa saja mau. Apa sih yang membuat orang jadi begitu dipuja-puja. Konon yang disebut kharismatik, wibawa dan ilmu yang tinggi. Punya banyak murid yang begitu setia menuruti setiap nasehat. Aku sih pengennya punya mobil matic gak usah kharismatik, hehehe...

Tentang kelompok-kelompok dalam Islam, aku berpendapat, yang bisa hidup dalam damai, bisa memaafkan orang lain, tidak menganggap lebih baik dari orang lain, itulah yang bisa memaknai Al Qur'an. Keributan sesama umat Islam karena mereka lahir dan dididik dengan Islam yang berlainan. Apa itu Islam tradisi penganut kebatinan yang tidak melakukan shalat, atau yang masih kental dengan tradisi atau pembaharu yang menghindari bid'ah. Sekelompok lain menjalani Islam dengan bergaya mirip jaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Tapi aku sangat cocok dengan pemahaman tafsir Al Qur'an dari Quraish Shihab. Beliau sangat mendukung tradisi, asal tidak berlebihan. Seperti halnya Walisongo yang menyebarkan Islam di pulau Jawa ini, menyesuaikan dengan tradisi agar mudah diterima. Kalo datang berdakwah dengan bahasa diselingi bahasa Arab dan gaya ke Arab-Araban, tentunya bikin penduduk desa yang sederhana mikir, apa iya yang bisa masuk surga mesti pake gaya Arab.

Dan lagi, kita butuh pemimpin yang istiqomah, tidak mesti mirip dengan hukum Islam yang potong tangan bagi pencuri. Selama kesejahteraan rakyat sangat diutamakan bukan mengutamakan gendutnya rekening pribadi atau kas partai untuk melanggengkan kekuasaan.

Kok belok ke pemimpin ya... Berharap dan berdoa agar rakyat Indonesia diberi pemimpin yang adil dan memikirkan kesejahteraan rakyat. Soal konspirasi... itu toh memang tanda-tanda kiamat akan penuh pendukung dajjal yang memberikan surga padahal neraka. Gak usah emosi terhadap konspirasi, karena bila memang mau membaca tanda-tanda kiamat maka manusia beriman akan diselamatkan Allah. Dan akan ada pemimpin yang adil di akhir jaman nanti...

1 comment: