Clairvoyance

Friday, April 6, 2012

Jelek-jelek gini aku lulusan FMIPA UGM jurusan Matematika program studi Ilmu Komputer. Jadi pernah berada di lingkungan yang dosennya banyak berkutat dengan riset.

Tapi bila akhirnya aku belajar tentang Islam, itu karena dorongan jiwa seorang muslim yang ingin belajar agar selamat dunia dan akhirat. Cari guru gak usah jauh-jauh, mudah saja, karena almarhum Bapak sudah merintis pengajian bapak-bapak pensiunan dosen. Belajar Islam di pengajian ini mirip kuliah, disertai catatan tertulis yang dibagikan pada  peserta pengajian. Bukan ingin merendahkan ya, tapi kalo ikut pengajian ibu-ibu aku lebih sering ketiduran. Secara kuantitas pengajian ibu-ibu memang banyak, tapi secara kualitas, pengajian bapak-bapak ilmunya lebih mendalam. Pendapat pribadi loh... waktu aku di Bogor, ikut pengajian Ibu-Ibu topiknya berbobot banget, tafsir Al Qur'an per-kata, sayang belum khatam aku sudah "kabur" ke Jogja... Soalnya banyak membaca Al Qur'an di rumah Bogor bukannya bikin rumah tambah adem, mantan suami malah jadi blingsatan pernah semalaman muntah-muntah gak karuan. Cerita lama yang lucu... aku sendiri sudah lupa tentang dia, kayak bangun tidur dari mimpi buruk. Pernah ketemu lagi merasa tidak nyaman dan tidak kenal. Aneh... biarin aja... yang penting seperti ibu dan kakak-kakakku bilang aku selamat masih hidup di Jogja sampai saat ini. Dan belajar hidup lagi memulai hidup baru, yang lama... entahlah, terkubur di mana, nanti aku buka bila sudah saatnya dibutuhkan. Memori yang baik saja yang dibuka...

Pasti deh, ngalor ngidul dulu... clairvoyance adalah kemampuan melihat masa lalu dan masa datang. Biksu Budha yang kuat meditasinya mempunyai kemampuan seperti ini. Bisa melihat masa lalu dan masa yang akan datang. Ternyata kemampuan clairvoyance bisa dipelajari. Kemampuan ini berkaitan dengan cakra di tubuh. Terlalu mendetail, tepatnya aku males ngebahas... hihihi. Yang sulit adalah mesti mempunyai ketenangan tubuh ditambah menjalani hidup damai dan selalu berusaha positif. Kemarahan, dendam, kesal, benci, ditinggalkan semua. Takutnya bila ada energi negatif, kemampuan ini datangnya dari makhluk gaib yang jahat. Kemampuan para biksu ini berasal dari energi alam semesta dan mereka mendapatkannya dengan banyak meditasi dan selalu berperilaku positif.

Waktu aku diwawancarai oleh sekelompok mahasiswa berkaitan dengan tugas mereka yang memilih untuk mengambil topik indigo, walau aku masih sebagai pengamat aku mencoba menjelaskan fenomena indigo ini. Sekarang aku punya beberapa sahabat indigo yang aku kerja sama untuk membuat usaha (ntar aja ceritanya), soalnya kemampuan indigo bukan untuk diperjualbelikan. Seperti halnya jangan memperjualbelikan ayat Al Qur'an, seorang da'i harusnya tidak memasang tarif.

Mahasiswa-mahasiswa ini mengontak aku soalnya search di Google kok nyambungnya ke blogku. Tapi pertanyaannya masih mudah. Misalnya apa bedanya indra ke-6 dengan indigo. Aku jawab, indra ke-6 bisa dilatih, bisa dari transferan, paling menakutkan adalah karena orangnya tidak sadar di tubuhnya ada jin. Sedangkan indigo itu murni karena bakat dan perlu diasah.

Kenapa orang dengan bakat tidak mau disebut indigo. Aku jawab karena indigo hanyalah label, semua orang mempunyai dorongan hati apakah mau bergabung dengan teman indigo atau memilih menjadi tanpa kemampuan saja. Lingkungan sekitarlah yang akan mempengaruhi cara berpikir itu. Terserah sih, toh hidup itu adalah pilihan. Aku sendiri dari kecil sudah sering dianggap hidup di dunia sendiri akhir-akhir ini kok merasa nyaman ngobrol dengan para indigo ini. Bukan yang berkaitan dengan mistik, tapi pemahaman Islam.

Awal untuk mengamati indigo diawali dengan kejadian yang menurutku aneh. Aku terkurung di rumah saat Merapi meletus, menulis blog yang sekarang sudah aku pecah menjadi 5, 3 di blogspot 2 di wordpress. Tapi yang di wordpress jarang diupdate. Lalu mulai shock saat membaca abu Merapi tertiup sampai Bogor, dan ada 2 crop circle di Jogja. Gosip paling santer crop circle itu dibuat oleh mahasiswa Matematika FMIPA UGM, almamaterku. Suatu kebetulan yang aneh di mata aku pribadi, yang mendorongku berniat nekat menemui anak kembar perempuan berumur 6 tahun di Bogor. Kebetulan selanjutnya, rekening tabunganku saat itu kosong, uang pemberian almarhum Bapak habis untuk merenovasi rumah mantan suami plus mengisi. Mantan dapat jatah rumah, itu juga bukan atas namanya, masih nama kakaknya. Soalnya Bapakku kasian melihat kondisi rumah tidak layak, banyak bantuan dari keluargaku untuk merenovasi rumah itu menjadi lebih layak. Rumah itu lantainya diberi keramik, tempat tidur, kursi, dan kamar mandi full keramik dengan kloset duduk. Uang tabunganku sebelum ke Bogor juga habis untuk kehidupan sehari-hari di Bogor, soalnya mantan yang kerja untuk kakaknya di toko jalan protokol Bogor tidak diberi gaji yang layak, toko dalam kondisi banyak hutang penjelasannya begitu. Tapi toh gaya hidup kakak dan ibu mantan masih bermewah-mewah, aku bisa hidup layak karena bantuan keluargaku. Aku rasa ditindas model gitu, pasti Allah yang akan mengatur semuanya, karena Islam mengajarkan membantu keluarga yang kesusahan, bukan malah memanfaatkan dan morotin, apalagi memutus hubungan ibu kandung dan anaknya... pasti akan dapat teguran dari Allah, jadi biarkan saja yang penting aku masih hidup, selamat, dan memperbaiki diri menjadi muslim yang lebih baik.

Tapi setelah aku menulis di blog dengan judul "Bisikan Merapi untuk Safira dan Safitri" tau-tau aku dapat amplop beberapa ratus dolar dari sahabat keluarga khusus buat aku. Jadi aku memutuskan berangkat ke Bogor pas ada tanggal merah. Aku juga seperti mendengar Merapi bicara padaku, tidak usah ngotot untuk mengasuh Safira dan Safitri, yang penting membentuk ikatan batin. Jadi setelah pulang dari Bogor aku mengirim mereka sepasang hp, dan hp itu ternyata disimpan oleh neneknya tidak boleh dipakai.

Apa hubungan semua cerita itu dengan clairvoyance, setelah pulang dari Bogor aku menjadi lebih paham tentang indigo. Merapi tidak selalu menyampaikan pesan padaku hanya pada saat-saat genting saja pas aku kalut. Seorang temanku yang indigo bilang Merapi itu makhluk, jadi juga bisa bicara dan menyampaikan pesan di saat-saat tertentu.

Clairvoyance berhubungan dengan masa lalu dan masa yang akan datang. Setelah aku pulang dari Bogor, aku mulai bisa memahami sejarah dari keluarga di Bogor. Dimulai saat kakek Safira dan Safitri melamar neneknya. Mendapat warisan di jalan protokol kota Bogor dari pihak istri, membuat bengkel kecil dan warung makan. Kakek ini membuat pengajian rutin untuk mengajari istri dan anak-anaknya Islam yang benar, karena istrinya suka bermewah-mewah dan merasa nyaman melakukan Islam secara tradisi. Istrinya lebih suka dijaga oleh leluhur dibanding oleh Allah. Tapi usaha kakek dari Palembang ini tidak sepenuhnya berhasil karena meninggal saat anak bungsunya masih balita. Usaha bengkel kecilnya diteruskan salah satu anaknya, tapi tidak seperti ajaran kakek ini, anaknya malah menggunakan guru spiritual untuk melariskan usahanya, mendapat pemasukan sangat besar bisa membangun gedung berlantai 4. Tapi ajaran dari guru spiritual tidak sepenuhnya langgeng, saat penghasilan menurun drastis guru spiritual ini ditangisi oleh nenek supaya tidak boleh datang lagi (soalnya pemasukan tidak banyak lagi, bukan takut masalah syirik).

Nenek yang berkerudung dan rajin shalat ini, hanya suka membaca surat Yasin saat pengajian. Ajaran Islam lebih diprioritaskan ajaran leluhur. Beranggapan leluhur akan menjaga keluarganya, memberi rejeki lebih dan keselamatan dunia akhirat. Jadi aku beranggapan nenek yang punya anak lulusan sekolah guru agama ini hatinya ketutup sudah gak mau paham soal Islam yang sesuai Al Qur'an dan hadits. Karena keluarganya sangat dijaga, nenek ini bikin aturan sendiri bahwa beliau berhak menjaga dan merawat anak kandungku. Dengan alasan dari pihak ayah yang mestinya memberi nafkah. Padahal menurut Islam anak masih di bawah 7 tahun seharusnya ikut ibu kandungnya dan dibiayai ayahnya. Sekarang aku mengerti, cara berpikir mengikuti leluhur sudah begitu mengakar kuat, bahkan suaminya sudah mencoba meluruskan sulit untuk dirubah. Mengikuti ajaran leluhur bagi sekelompok orang memang bisa membuat hidup tenteram, kecukupan, tapi menurut Islam yang mengikuti Al Qur'an dan hadits ajaran leluhur lebih dari sekedar bid'ah tapi syirik apalagi bila ada jimat warisan yang mesti dijaga, yang mereka sebut dengan "pegangan".

Soal untuk melihat ke masa depan, firasat, aku memilih untuk menutup, tidak mau terobsesi. Dulu sih waktu aku masih bodoh dan bingung aku sering nanya ke mantan, kok kita diperlakukan tidak adil oleh keluargamu, kapan kita bisa hidup layak, jawabnya setelah menerawang dan berargumen panjang taun depan katanya. Sudah 4 kali taun depan tidak ada perbaikan, malah aku membuat keluargaku tambah cemas dengan sikapku yang aneh, ketawaku yang tidak wajar dan penuh dengan tekanan batin. Aku menyebut dengan ketawa palsu,  bagi orang depresi bukan hanya alamat yang palsu, ketawa juga bisa gitu. Menurut Al Qur'an masa depan itu tidak untuk dilihat, yang nekat melihat akan dilempari panah api.

Waktu aku ke Borobudur minggu lalu, ternyata aku belum cukup kuat kemampuan clairvoyance untuk memahami sejarah Borobudur. Kontroversi yang menyatakan bahwa Borobudur dibangun oleh Nabi Sulaiman 'alaihi sallam aku masih belum bisa menerima. Seorang Budha, yang mempunyai kemampuan tinggi untuk memahami alam semesta menurutku itulah patung-patung yang ada di Borobudur. Tanpa memahami ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur, para biksu mampu membangun Borobudur dengan belajar dari alam.

Sampai-sampai ada yang berpendapat bahwa Borobudur adalah Masjidil Aqsa. Aku masih beranggapan Masjidil Aqsa ada di Palestina dan akan dirobohkan Yahudi ekstrimis untuk dijadikan tempat turunnya messiah, juru selamat kaum Yahudi di akhir zaman. Berbeda bila ceritanya seperti aku dengar dari Emha Ainun Najib yang bercerita di bawah Borobudur masih ada bangunan lagi, jadi para biksu hanya meneruskan bangunan peribadatan yang sudah ada sebelumnya. Ide seorang Belanda yang beranggapan ada danau luas di sekitar Borobudur mengingatkanku cerita saat Ratu Bilqis menyingkapkan rok panjang karena berpikir ada air di lantai istana Raja Sulaiman. Raja Sulaiman itu juga suka ngerjain ratu dari negeri seberang ternyata, hihihi...

Soal sejarah memang banyak misteri, aku berpendapat tidak usah dijadikan obsesi, sekedar cerita saja. Termasuk cerita indigo di Trans TV waktu menggambarkan pesawat di atas crop circle untuk membuat tanda-tanda. UFO itu tidak bisa dilihat manusia karena teknologi yang begitu tinggi, mempunyai kemampuan untuk menyamarkan bentuk asli. Lalu siapa UFO ini? Menurutku sih mereka ini manusia jaman dulu yang punya teknologi tinggi terbang ke luar angkasa lalu menengok ke bumi lagi. Kita selama ini dicekoki teori Darwin, padahal secara clairvoyance itu sama sekali gak nyambung. Manusia purba bukan manusia, masuk kelompok hewan yang menyerupai manusia. Manusia itu turun ke bumi berwujud sempurna yaitu Nabi Adam 'alaihi sallam dan Siti Hawa. Lalu pernah ada teknologi canggih di jaman dulu, jadi jangan bayangkan jaman  dulu manusia tinggal di gua, peradaban sudah tinggi, malah banyak istana megah. Raja Namrudz yang jenius sampai menuhankan dirinya sendiri pernah mencoba membangun bangunan tinggi untuk mencapai surga yang diceritakan Nabi Ibrahim 'alaihi sallam. Hanya saja peradaban tinggi itu hancur karena bencana tidak bersisa.

Bukan hal yang aneh banyak visi menggambarkan 2012 ini  akan banyak bencana. Soalnya manusia sudah begitu dzalim pada alam, pada sesama manusia sendiri. Dulu aku merasa didzalimi banyak orang, sekarang sudah tidak lagi. Banyak keajaiban yang bisa kita dapatkan bila selalu berdoa, selalu mengingat Allah, menyibukkan berbuat  baik pada orang lain sampai melupakan hal-hal negatif yang bisa dilakukan.

Rencana ke depan aku nabung untuk umroh. Soalnya berangkat haji masih di tahun 2019, jadi aku juga mau bikin usaha kecil-kecilan sambil tetap melanjutkan pekerjaanku agar dapat tambahan penghasilan. Keajaiban muncul bila manusia mau ikhtiar, tidak hanya berdoa saja. Berangkat sendirian juga tidak masalah, aku soalnya akhir-akhir ini lebih suka sendirian, membayangkan menyusun potongan puzzle dari informasi yang aku dapatkan dari mana saja. Bahkan aku bukan kolektor buku yang baik, aku tidak punya banyak buku, baca referensi dari internet, numpang baca di toko buku dan ngobrol dengan sahabat-sahabatku.

Masih level rendah tentang kemampuan clairvoyance juga tidak apa-apa, ini sudah kelabakan dengan pekerjaanku dan pikiran-pikiran yang melintas di otakku. Hidup itu anugerah, luar biasa menakjubkan dan indahnya. Rugi kalo melewatkan hidup dengan kegalauan...

6 comments

  1. luar biasa mba ami.....
    blm smua tulisan mba ami sempat aq baca.... tp yg ini membuatqu merinding..... :)

    ReplyDelete
  2. @Cii, cuman uneg-uneg gak jelas gini... dan masih subyektif banget. Kalo aku nulis di wordpress bagian subyektifnya aku hapus. Ma kasih ya mau komen di sini...

    ReplyDelete
  3. Dalem banget ya mbaak, sampai sya gak bsa nangkap arti dari setiap tulisanya, khususnya ttg candi borobudur dengan masjidil Aqso. kayaknya setiap sudut rumah pasti ada penghuninya, hanya indigo yg tahu,, mggu kemarin nonton di trans7 soal keberadaan nyi roro kidul.

    ReplyDelete
  4. @Yayack, ratu kidul itu sebutannya di kalangan indigo. Banyak dayang-dayangnya mengaku mereka ratu, padahal bukan. hanya indigo dengan spiritual tinggi bisa menemui ratu. aku sih hanya bisa memahami saja, gak punya kemampuan astral.

    Menurut Bapak Fahmi yang menyatakan teori bahwa borobudur dibangun raja Sulaiman, ratu Bilqis adalah ratu Kidul yang akhirnya menjadi muslim.

    Sebagian bisa aku terima, tapi sebagian tidak. Soalnya raja Sulaiman punya kendaraan angin, bisa jadi raja Sulaiman menemui ratu di pulau Jawa. Tapi tetap saja tempat tinggal di Palestina.

    Karena beranggapan raja Sulaiman itu membangun Borobudur, ada yang mikir Borobudur itu Masjidil Aqsa, padahal raja Sulaiman bisa terbang ke segala belahan dunia dengan angin, mudah saja beliau pindah-pindah kemana saja

    ReplyDelete
  5. bagus banget tulisannya, mba,,,

    membuatku terbakar untuk nulis lagi nih...

    ReplyDelete
  6. wah isinya bagus mbak...kalo aku mah juga sama kayak mbak. Tapi anehnya kok kadang seperti ada penglihatan di masa depan tapi nggak jelas kelihatan blur gitu hehehe...makanya nggak berani cerita ke temen takut ntar mereka ngira aku peramal.

    ReplyDelete