Cahaya

Monday, May 28, 2012

Salah satu hal yang membuatku senang adalah bila aku jadi paham akan sesuatu hal. Bener... dulu karena kebodohanku, tahun 2008 aku tidak paham arti ridho. Sekarang masih berusaha memahami, masih berusaha sih...

Dalam Islam sendiri penuh dengan keributan. Ormas Islam terbesar di Indonesia adalah NU dan Muhammadiyah, bahkan ada perbedaan saat menentukan hari pertama puasa dan saat hari Idul Fitri. Ditambah lagi kelompok Ahmadiyah yang ribut dengan FPI tapi didukung Islam Liberal. Adalagi Syiah yang memberikan beasiswa untuk sekolah di universitas berbasis Syiah. Ada beberapa lagi yang bahkan salah satunya aku pernah bergabung tapi akhirnya memilih untuk keluar, lebih baik aku tidak sebut namanya.

Sebetulnya mana yang benar coba. Ada putra kenalanku ikut Ahmadiyah, dan bercerita sejak ikut Ahmadiyah hidupnya lebih lurus, lebih teratur, rajin shalat dan tidak suka yang neko-neko. Yang fanatik dengan Syiah, ini itu pasti juga mengatakan begitu. Apa salahnya sih katanya, hidupnya lebih teratur, lebih merasa dekat dengan Allah, tidak suka yang aneh-aneh.

Biasanya yang aneh itu adalah jadi cenderung eksklusif. Jadi kelompok minoritas. Alasan mereka, Islam itu dari yang terasing lalu kembali menjadi yang terasing. Tapi, guruku seorang Muhammadiyah menyatakan jangan mengkafirkan seseorang bila sudah mengucapkan syahadat, malah dia sendiri yang jadi kafir.

Lalu nampak mereka hanya berkumpul dengan kelompoknya sendiri, canggung berkenalan dengan non kelompoknya. Beberapa kali aku terpukul karena kehilangan guruku yang aku sangat dekat, juga ada saudara dan sahabat karena kasus eksklusif ini. Di tempat aku belajar Islam dulu ada kasus seorang yang ingin keluar dari kelompok ini disuruh cerai oleh mertuanya karena dianggap kafir.

Masalah mengharap ridho Allah memang bisa berbeda-beda antar tiap manusia. Biasanya yang eksklusif itu anti Keluarga Berencana, anaknya lahir dengan jeda setahun, yang berarti tidak sampai disusui selama 2 tahun. Alasannya karena anak itu adalah anugerah dan alat KB buatan kafir? Metode KB adalah rancangan konspirasi kejahatan internasional? Jauh amat sih mikirnya. Bila memang iya, pikirkan masalah kesehatan ibu dan anak sajalah.

Bagaimanapun juga aku yakin bahwa kekhusukan beribadah itu akan menunjukkan jalan yang terang. Orang yang diberi cahaya oleh Allah akan sepaham dengan yang cahayanya sama. Kok bisa cahaya yang diterima orang itu lain-lain. Yang kelompok ini ngumpul di cahaya ini, kelompok itu di cahaya itu. Semua akan mendapatkan balasan setimpal dengan pahala dan dosanya. Yang bergabung dengan kelompok eksklusif sampe tega menyakiti hati keluarganya pasti dapat teguran dari Allah. Perbuatan zalim dan pemutusan silaturahmi dipercepat hukuman di dunia dan tersimpan di akhirat.

Akan ada akhir zaman dimana dikatakan bahwa hanya manusia beriman akan selamat. Manusia beriman di cahaya yang mana? Karena semua beranggapan di cahaya yang benar. Manusia yang mencintai sesama manusia, berharap kebaikan bagi semuanya, berbagi secara ikhlas, tersenyum tulus dan selalu berusaha menolong orang lain. Dan menurutku berlaku bagi laki-laki dan perempuan, aku tidak akan pernah mau mengurung diri di rumah hanya sibuk dengan anak, suami dan urusan rumah tangga. Wanita yang jiwanya suka mengurung diri di rumah karena berharap surga, itu adalah pilihannya sendiri, pemahamannya sendiri dan yang jelas itu bukan caraku untuk mengharap ridho Allah.

Alhamdulillah telah dibuka oleh Allah pemahaman ini. Setelah berbulan-bulan aku diberi ujian dengan suatu kasus. Butuh proses untuk memahaminya agar aku lebih mantap dengan cahaya yang aku pilih... semoga selalu ditunjukkan jalan yang lurus oleh Allah...

2 comments

  1. dan selamat menikmati arti dari Ridho yang sesungguhnya,

    ReplyDelete
  2. kunjungan gan .,.
    Menjaga kepercayaan orang lain lebih penting daripada membangunnya.,.
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.

    ReplyDelete