Monday, May 7, 2012

Kenapa mengharap ridho Allah bukan minta surga

Sejauh ini ada perbedaan kalo ikut pengajian Ibu-Ibu dan pengajian Bapak-Bapak. Di pengajian Ibu-Ibu pembicara banyak bicara tentang surga. Misalnya di pengajian Ibu-Ibu, ceritanya seandainya kita mau mengorbankan diri kita dengan membaktikan diri pada orang tua, dan orang tua sudah sakit-sakitan maka kita akan mendapat surga. Sedangkan di pengajian Bapak-Bapak pembicara akan menceritakan bagaimana agar mendapat ridho Allah. Misalnya dijelaskan bahwa seandainya kita ditipu orang, dijahati, maka doakanlah orang itu dengan kebaikan.

Dari firman-firman Allah yang terkandung di Al Qur'an, maka manusia diperintah Allah mesti selalu  optimis, tetap tenang tidak emosional, selalu menggunakan kalimat-kalimat yang baik dalam situasi apapun. Banyak dijanjikan oleh Allah bahwa manusia beriman itu akan diselamatkan Allah, bantuan Allah akan sangat dekat, jadi mengapa mesti takut menghadapi tantangan hidup selama itu yakin bahwa yang kita lakukan adalah di jalan Allah.

Berbuat baik sebanyak-banyaknya juga mesti didukung akhlak yang baik juga. Soalnya aku gak cuman sekali dua kali, tapi seriiiing ketemu temen yang "merasa" sudah berbuat baik dan mereka bangga dengan perbuatan baik yang mereka lakukan itu. Sepertinya populer, banyak temannya, sibuk melakukan perbuatan sosial, tapi apa gunanya bila ujub. Seorang yang ujub dengan merasa dirinya lebih baik dari orang lain membuat amal ibadahnya ditolak oleh Allah. Butuh proses sampai seorang manusia itu bisa rendah hati tanpa rendah diri.

Kayak aku waktu pertama belajar Islam, ngeliat temen-temen lamaku gak ngerti dengan yang aku omongin, mereka sibuk ngomongin makan enak, baju bermerk, jalan-jalan ke luar negeri,  shopping, ngomongin orang lain, apalagi bangga-banggain proyek besar hasilkan sekian M misalnya. Buat orang yang sedang belajar Islam beranggapan apa gak lebih baik bicara tentang melakukan kegiatan sosial dimana gitu. Kata mereka sih kegiatan sosial itu sekali-sekali aja, bicara agama juga sekali-kali, itu pembahasan berat. Tapi perjalanan hidupku membawaku mempunyai sahabat-sahabat yang berusaha menjalankan Islam dengan lurus. Mereka yang menjalankan Islam dengan lurus selalu berusaha menjawab SMS dari aku, selalu mau kasih solusi kalo aku nanya tentang masalahku (kalo yang sibuk shopping bawaannya illfeel diajak ngomongin masalah) dan sama sekali tidak mau mengecewakan orang lain.

Mencoba menjalani Islam dengan lurus mulai peka mana orang lurus agamanya dan yang enggak. Bercandanya saja juga lain. Bicara tentang ajaran Islam itu sudah jadi kebiasaan sehari-hari, bukan hal yang berat. Selalu tertarik dengan pemahaman Ilmu-Ilmu ajaran Islam. Kalo nonton tivi yang ditonton tausyiah, atau malah malas nonton tivi. Kalo nonton film hanya yang tentang Islam, gak minat nonton film horor gak jelas gitu.

Tapi di sisi lain yang hidup mengharap ridho Allah sudah tidak mikirin surga lagi. Semua hal yang dilakukan karena berdasar kecintaan pada ajaran Islam yang benar. Bila meyakini Islam itu mengajarkan memaafkan, ya  berusaha minta maaf. Aku banyak kasus tentang berusaha minta maaf ini. Waktu banyak status yang bolong-bolong komentarnya di Facebook karena aku diblokir beberapa teman suatu komunitas sekaligus, aku bingung bagaimana caranya minta maaf. HPku rusak lagi, jadi data nope mereka hilang. Akhirnya aku memutuskan menulis di milis mohon maaf lahir batin. Soal mereka mau memaafkan atau tidak yang penting aku berusaha minta maaf. Kalo minta maaf di Facebook gak mungkin, soalnya aku sudah diblokir. Eh... ada juga loh blogger yang komentarnya bolong kalo baca di status. Tapi untungnya aku terakhir sudah menyampaikan permintaan maaf. Dan semakin lama aku perhatiin, orang ini tipenya merasa sudah jadi orang baik, dan merasa lebih baik tanpa berteman lagi dengan aku makanya aku mintain maaf gak mau.

Ajaran tentang apakah jilbab itu wajib atau tidak bila benar-benar ingin mengharap ridho Allah, maka walaupun aku sudah pakai jilbab tidak beranggapan lebih baik dari yang belum menggunakan jilbab.

Selain itu tadinya memang aku sering mengutip kisah Nabi untuk referensi tulisanku. Kalo aku sedih karena kehilangan anak-anakku aku ingat Nabi Ayyub 'alaihi sallam yang sabar. Kalo aku memendam amarah aku ingat Nabi Yunus 'alaihi sallam.

Tapi akhir-akhir ini aku mulai belajar tentang Wali Songo yang menyebarkan Islam di pulau Jawa. Di sejarah diceritakan mereka ini punya kemampuan di luar kemampuan manusia biasa yang disebut karomah karena mereka ini kekasih Allah. Tapi sudah pasti Wali Songo ini sekumpulan manusia jenius dan sangat taat beragama. Mereka mendekati para raja-raja di keraton dan mengubah sedikit-sedikit aturan dan ritual di keraton.

Kerasa banget kalo hidup di Jogja tentang bagaimana pengaruh para Wali ini. Misalnya pasar malam yang disebut Sekaten berasal dari kata Syahadatain, dan memperingatinya adalah saat kelahiran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Bila ada sekelompok orang menyatakan bahwa memperingati kelahiran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam itu haram maka mereka harusnya mendatangi Sekaten. Penyebaran Islam di pulau Jawa adalah dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan, bisa diterima masyarakat luas, jadi sambil bersenang-senang dengan keluarga menikmati pasar malam akan mengingat kelahiran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Sayangnya sekarang sudah dirusak dengan pertunjukan dangdut yang penyanyinya berpakaian tapi telanjang dan berlenggak-lenggok menggoda syahwat kaum lelaki.

Hidup di dunia ini hanya sekedar candaan belaka, gak usah dipikir banget-banget. Disakiti hati gak usah jleb banget. Dibikin enteng sajalah. Soal teman-teman memblokir di Facebook dan sangat menyakiti hati bila dipikirin, aku mikirnya dibalik saja, dosa kita diambil sama orang yang menyakiti hati kita. Mungkin buat mereka aku adalah orang gak penting, tapi dari aku sendiri diputuskan pertemanan rasanya gak enak banget. Tapi dari pengalamanku hidup selalu begitu, patah tumbuh hilang berganti, nanti pasti ada ganti yang lebih baik.

Ada yang sudah merasa jadi orang baik yakin kalo bisa masuk surga. Diajak ngobrol supaya intropeksi ibadahnya gak terima, ya itu model temen-temenku yang memblokir aku. Dan mau menjelaskan tentang ajaran Islam yang benar gak mau, karena mereka cenderung menolak. Karena hanya orang yang berjiwa besar yang mau dikritik supaya intropeksi, bukannya saat dikritik malah menggalang dukungan untuk memusuhi seseorang. Ya.... aku sudah ngerasain dimusuhi oleh sekelompok teman bisa merasakan hal itu. Tapi tentunya gak mau galau berkepanjangan, menyibukkan diri dengan berbuat baik. Seperti mencari nafkah yang halal, berteman dengan orang yang baik-baik saja, dan membantu orang terdekat semampuku. Itupun aku masih merasa belum menjadi orang yang cukup baik dalam hal menjalankan Islam. Pasti pernah error juga, hahaha... Kalo udah gitu seharian bisa istighfar terus.

Sepertinya antara judul dan pembahasan gak to the point ya, sangat subyektif. Iya, ini kan blog tanpa follower untuk mengingatkan diriku agar lebih baik lagi. Kalo baca tulisanku yang lama emang lucu, kayak dulu waktu aku nulis bingung soalnya ada temanku menghilang padahal dia udah curhat tentang Ibunya yang mau naik haji, dan dia juga berniat mau shalat. Atau aku nulis postingan berjudul Cinta pertamax yang anti klimax, aku pajang fotonya.... hahaha... terus aku hapus. Soalnya aku akhirnya bisa melacak orangnya dan aku kasih tau blogku, malu aku jadinya. Belakangan mulai lebih peka terhadap situasi, sampai dikatain dukun segala. Beneran, aku nulis kan ada alasannya. Dan aku gak peduli dengan komentar-komentar, mereka yang komentar gak ngerti tentang hal itu. Mau dijelasin juga gak akan mau ngerti, soalnya ngertinya aku ini ibarat dukun. Kalo ternyata aku bukan dukun dan mereka nuduh aku kayak gitu apa aku gak beruntung banget dosaku disedot sama mereka. Jadi diomongin jelek tetep disyukurin aja...

Manusia yang mengharap ridho Allah akan berusaha menjalankan perintah Allah karena rasa cinta, bukan karena pengen masuk surga. Dan rasa cinta untuk menjalankan Islam sepenuh hati, walaupun berat tetap dijalani dengan selalu meluruskan, nanti Insya Allah, ridho Allah yang akan menempatkan kita di surga itu, bukan amalan kita. Tidak sanggup amalan baik kita untuk memasuki surga, manusia masuk surga karena ridho Allah semata...

4 comments:

  1. Kenapa walisongo dihormati di indonesia?? Karena mereka termasuk keturunan Nabi Muhammad SAW, coba aja cek di wikipedia.

    ReplyDelete
  2. dalam pergaulan saling mengingatkan itu wajar dan baik, malah sangat dianjurkan....walau satu ayat..begitu.
    tapi kalau tidak diminta juga mesti tau dan tahan diri agar tidak selalu "menggurui" bahkan saling menghina dan mengkafirkan.
    pd akhirnya hidup ini cuma untuk satu dan amal ibadah kita pun akan menjadi satu,....
    dan selama masih hidup didunia tidak ada jaminan untuk selamat diakhir...jd mesti selalu waspada...maka itu sering para guru menganjurkan untuk selalu beristigfar...sulit secara langsung mempengaruhi orang dalam kebaikan..lebih baik berdiam dulu dan introspeksi diri dengan keyakinan nantinya akan berpengaruh kepada lingkungan...

    ReplyDelete
  3. Terimakasih nasehatnya ya.. Tanpa ridho Allah semuanya tentu akan menjadi sulit. Semoga kita mendapatkan ridho Allah.

    ReplyDelete
  4. Inspiratif nih postingannya!

    salam kenal ya..kunjungan baliknya
    http://madz666.blogspot.com

    ReplyDelete