Lebih baik punya ilmu sedikit tapi diamalkan sepenuh hati

Saturday, May 12, 2012

Percakapanku dengan salah satu orang tua murid hari ini menurutku sangat menarik untuk dituliskan. Seorang ibu rumah tangga yang kesulitan mendapatkan pembantu rumah tangga. Putranya tiga, 2  laki-laki yang paling kecil 1,8 bulan perempuan sempat aku tawarkan untuk diasuh di Baby Day Care tapi menolak karena tidak bekerja. Punya ide menyekolahkan putranya ke pesantren supaya punya ilmu agama yang baik jadi manusia beriman dan sholeh.

Aku bukan jebolan pesantren, pernah ikut pesantren kilat. Untuk mencari kebahagiaan menurutku jiwa kita akan terus-menerus mendorong kita kemana langkah hidup kita menuju. Sejak SMA aku sudah membayangkan akan menjadi ibu rumah tangga dan mengasuh anak-anakku supaya mereka jadi manusia yang mandiri, cerdas dan tangguh. Tapi perjalanan hidupku membawaku aku mesti terpisah jauh dari mereka dan hanya do'aku yang bisa menyertai mereka. Do'a seorang ibu pada anaknya akan dikabulkan Allah membuatku merasa lebih baik.

Ini pengalamanku pribadi, aku mengenal ada seseorang yang mengaku bisa menjawab semua pertanyaan sampai menyebut dirinya Google manusia. Saat dia kesurupan, akhirnya aku tau bahwa ilmu yang begitu luas hanyalah bisikan jin sesat. Awalnya sih, bicara tentang Islam lurus-lurus saja, tapi belakangan mulai ngaco. Aku sampe mikir, aku gak akan terobsesi lagi mengetahui banyak hal. Cukup yang penting-penting saja sesuai kebutuhan dan Insya Allah aku bisa mengamalkan dengan sebaik-baiknya sepenuh hati. Perubahan cara berpikir saat di Bogor dan sekarang adalah, aku memaksa diriku menelan pil pahit terus-menerus demi meraih surga. Setelah di Jogja aku baru paham bahwa manusia berhak untuk bahagia di dunia dan akhirat.

"Saya ingin menyekolahkan anak ini ke pesantren" kata orang tua murid ini.

"Terinspirasi dari film 5 Menara ya Bu, saya juga nonton " jawabku.

"Biar nanti lulus pesantren agamanya kuat soalnya saya kurang paham Islam" begitu penjelasan Ibu ini.

"Bu, soal pesantren itu gaya hidupnya sangat berbeda dengan kehidupan ibu sekarang " jawabku sambil melirik merk baju anaknya Osh Kosh B'Gosh.

"Lebih baik disesuaikan dengan jiwa anaknya. Dan sebetulnya belajar ilmu itu sedikit-sedikit yang penting pengamalannya dilakukan dengan sepenuh hati. Ibu juga bisa belajar sedikit-sedikit, yang penting bukan banyaknya ilmu tapi pengamalannya. Ilmu sedikit tapi diamalkan sepenuh hati lebih baik daripada banyak ilmu tanpa diamalkan. Dan lebih baik mengamalkan sedikit tapi rutin daripada mengamalkan langsung banyak tapi jarang" itu penjelasanku... sharing sih bukan bermaksud merasa lebih pintar.

Lalu terputus karena ada bel sekolah tanda waktu pulang.

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Shaff: 2-3)

“Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika ia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri.” (HR. Athabrani)

4 comments

  1. ya bergantung dari kesibukan ortu sebenarnya.....biar pun kedua ortu bekerja/sibuk....penting adalah kualitas pertemuan dengan anak-anak...

    tentang pemahaman Islam, pendidikan dikeluarga adalah sangat mendasar ..biarpun itu tidak menyentuh dari sisi keilmuan Islam sendiri....tapi penerapan dari segi moral, adab etika itu yang sebenarnya salah satu akhir dari tujuan orang beragama.

    ReplyDelete
  2. @ arya devi, sebetulnya yang berperan sholeh atau tidaknya seorang anak adalah orang tuanya, tidak langsung instan dititipkan ke lembaga pendidikan langsung jadi anak sholeh yang cerdas.

    orang tua juga wajib memberi contoh dan mendoakan.

    apakah pesantren, sekolah umum, atau sekolah swasta asalkan anak bisa menikmatinya dengan sepenuh hati, dengan dorongan dan do'a orang tua tentu saja.

    oh iya, juga menyarankan membuat pengajian di rumahnya seperti halnya saya belajar Islam tafsir Al Qur'an di rumah sepupu saya di Bogor dulu

    ReplyDelete
  3. Saya sebenarnya orang yang pelit kalau soal ilmu yang saya dapet dan belum saya pahami 99%... Kenapa ya...

    ReplyDelete