Monday, May 14, 2012

Menghilangkan kepedasan

Ada kalimat "Kesabaran itu sulit karena itu Allah ridho dengan orang sabar". Firman Allah menyatakan bahwa Allah bersama orang sabar, dan pertolongan Allah dengan sabar dan shalat.

Tadi aku taruh piring di atas meja, jatah makan siang dari kantor. Kebetulan hari ini dapat bingkisan ekstra, selain ayam goreng ada bandeng presto. Pas buka puasa, aku liat ayam goreng dan bandeng presto gak ada. Beberapa waktu kemudian ada kucing lewat, padahal tidak memelihara kucing. Aku sempet teriak "ooooo, ada kucing, pantes laukku ilang".

Kalo diturutin sih rasanya pengen ngelempar sandal ke kucing itu, tapi aku milih istighfar dan diam saja. Dianggap sedekah ayam dan bandeng ke kucing saja deh...

Bongkar-bongkar lemari es nyari lauk untuk buka nemu rendang. Aku makan nasi pake rendang dan hasilnya... mulutku terbakar, pedes banget. Aku emang senstitif banget dengan yang namanya pedas itu. Kebiasaan kali, dan memang dari kecil tidak tertarik dan melatih makan yang pedas.

Tips untuk menghilangkan kepedasan adalah makan permen atau minum yang manis. Kalo paling cepet adalah minum minuman panas. Lidah seperti terbakar sesaat tapi efek kebakarannya cepet ilang.

Yah... udah gak kebakaran lagi sih lidahnya, hatiku yang kebakaran... kenapa, dimana, mengapa... ada aja deh...

1 comment:

outbound malang said...

kunjungan gan .,.
bagi" motivasi .,.
lakukanlah segala hal dengan keikhlasn .,.
di tunggu kunjungan balik.na gan.,.