Thursday, May 10, 2012

Tulisan dan pertanggungjawaban

Ini tulisan pertamaku pake BB. Dulu aku sering nulis pake Nokiyem C3. Mencoba-coba melempar manggis nih ceritanya.

Percakapanku dengan beberapa sahabatku malam ini memang seru banget. Temenku bilang bisa gak mbak Ami nulisnya gak labrak sana-sini lagi.

Aku bilang, saat kita memulai belajar meluruskan Islam pasti akan banyak perubahan drastis dari hidup kita. Tadinya aku suka karaokean sampe malem entah kenapa diomongin enggak-enggak gak diajakin lagi. Eh, guru ngajiku malah komentar bagus kan malah diselamatkan dari kegiatan yang gak manfaat.

Saat menuliskan bahwa soal penampilan itu urusan masing-masing jangan menjudge bahwa gak pake kerudung berarti melanggar perintah Allah. Walau aku sudah berkerudung aku sepaham dengan Quraish Shihab bahwa kerudung bukan hal wajib bagi muslimah. Kata wajib itu seperti halnya shalat. Tidak dilakukan berdosa, jadi bila aku menulis bahwa kerudung itu wajib berarti aku mencap muslimah tanpa kerudung itu pendosa semua. Aku tidak ingin menjudge siapapun tentang penampilan.

Soal kesesatan aliran? Tentunya jadi sangat subyektif saat anakku kembar lebih diprioritaskan melakukan ritual tradisi Sunda dibanding aqiqah. Atau saat kegelapan menyelubungiku, aku ingin keluar dari kegelapan itu, aku memutuskan menulis tentang kesesatan suatu aliran sebagai pembelaan diri. Mirip saat aku pindah ke Jogja terus ngeblog nulis kegelapan menyelimuti diriku setelah pulang dari Bogor, lalu ada banyak komentar ikut mendoakan akhirnya kegelapan itu hilang, Alhamdulillah.


Ada email masuk cerita bahwa dia dianggap aneh karena peka terhadap getaran negatif. Aku juga. Orang dengan spiritual tinggi seharusnya tetap tenang walau ada kejahatan menimpa dirinya. Berarti spiritualku belum  cukup tinggi. Masih suka mencak-mencak soalnya. Saat ada getaran negatif dari aliran tertentu di pusat tempat didirikannya aku marah-marah pada sosok energi negatif, kubilang pergi kamu akan kutulis tentang kesesatan ajaranmu. Dan akhirnya kutulis juga. Hanya saja temanku yang lebih peka bilang tidak usah menulis kesesatan, Allah yang akan membalas semuanya.

Semua tulisan kita ada pertanggungjawabannya. Yang berani menulis tentang konspirasi dajjal jaringan internasional pastinya siap untuk tiba-tiba terbunuh. Bila berani menulis tentang kesesatan aliran maka bila memang sesat setan yang taat di situ akan menganggu. Seorang sobatku yang memuat video tentang konspirasi kejahatan internasional cerita kalo blognya pernah dihack. Salah satu videonya bahkan membahas disertai beberapa bukti bahwa Osama bin Laden itu hanya sosok akal-akalan.

Sedang mikir aku untuk tidak melabrak sana sini lagi. Padahal banyak respon positif, yang pertama didoakan orang lain, kedua ada email yang menanyakan gimana cara mengatasinya karena dia juga merasakan hal yang sama, paling tidak mirip-miriplah.

Bagaimanapun juga belajar untuk bisa berkata baik atau diam. Soal disakiti hati, akhir-akhir ini malah ngeri soalnya orang-orang yang menyakiti hatiku dapat banyak musibah. Bukankah tindakan zalim dan memutus silaturahmi dipercepat siksa dunia dan tersimpan di neraka. Sebaliknya menyambung silaturahmi meluaskan rejeki. Lagi-lagi masalah ego dan pemuasan hawa nafsu kemarahan, dendam, kebencian membuat manusia melupakan ajaran Islam itu, padahal yang menyakitiku malah banyak yang mengaku muslim (masih mengaku, belum mengamalkan)...

2 comments:

arya-devi said...

yaaah semua akan mengalir dengan tenang...bersama dengan pendewasaan diri.
semua akan terus berkembang dan terus belajar...dan hak masing-masing untuk mempunyai pendapat dan prinsip...tetapi seyogyanya untuk yg mempunyai jiwa besar..mau mengubah prinsipnya jika memang ternyata keliru.

Ratnawati Utami said...

Pake hape bebek keypadnya kecil dan hurufnya kecil banget.

Soal pendewasaan, menyerahkan diri sepenuhnya pada Allah saat disakiti hati memang perlu. Kadang ingin sharing supaya tidak terjadi pada orang lain...