Friday, June 1, 2012

Hidup adalah pilihan

Kalo bicara tentang hidup adalah pilihan maka ingat lagunya Iwan Fals
"Aku lelaki tak mungkin menerimamu bila ternyata kau mendua membuat ku terluka. Tinggalkan saja diriku yang tak mungkin menunggu jangan pernah memilih aku bukan pilihan"

Ibarat menyembah pada Allah maka orang Islam hanya menyembah hanya pada Allah. Hanya karena banyak faktor bahkan dalam Islam sendiri banyak sekali perbedaan, sebetulnya mana yang benar.

Ada hukum sebab akibat dalam Islam, kalo dalam Hindu disebut karma. Orang yang berbuat baik akan menuai kebaikannya, sedangkan yang berbuat jahat juga akan terkena dampaknya sendiri. Jadi kenapa ada orang baik, ada orang jahat, itu semua adalah pilihannya sendiri dari pengalaman hidupnya.

Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Seharusnya teguran dari Allah adalah untuk intropeksi diri bukannya malah menjadikan manusia putus asa. Pernah merasakan terpuruk? Aku pernah. Pada saat aku merasa seluruh dunia memusuhiku, keuanganku minus, aku memutuskan belajar Islam. Dan Alhamdulillah sekarang hidupku jadi pas-pasan banget, atau pas butuh, ada saja yang membantu.

Kita gak mungkin berharap semua orang baik pada kita. Semakin berusaha membersihkan hati kita, menahan emosi, berbuat baik, semakin banyak orang menjahati kita. Gak percaya, coba saja deh. Itu semua karena ujian hidup sebanding dengan keimanan seseorang.

Allah melihat seseorang dari hati dan amal perbuatan. Pernah aku membaca seseorang nulis, bahwa imajinasi itu bebas, kita bisa aja bicara kasar selama hati kita baik. Setau aku sih, ibarat perbuatan baik dari rejeki yang halal, makanya sebaiknya perbuatan yang baik dengan ucapan yang menyenangkan. Surga dinyatakan bahwa di sana tidak ada ucapan yang sia-sia, tidak ada seorangpun bicara kasar atau menyakiti hati orang lain.

Bicara yang baik, wajah penuh senyum yang tulus, berkorban demi kebaikan orang lain, seharusnya itulah wajah Islam. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam mempunyai akhlak mulia, wajah yang begitu menyejukkan dan berseri. Tapi kenapa bisa ada yang menggambarkan Islam itu dengan mengangkat pedang, penuh kebencian, penuh kemarahan.

Tinggal memilih sajalah, bagaimana cara mengamalkan Islam yang benar bukan sepotong-sepotong. Apa mau menunjukkan keramahan atau menutup diri atau kebencian pada musuh atau kegelisahan karena begitu banyaknya kejahatan di dunia ini dan atau atau yang lain...

Semoga kita selalu ditunjukkan jalan yang lurus oleh Allah...

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

1 comment:

  1. "Hidup adalah pilihan", mudah diucapkan tp bawa konsekuensi yg panjang. 15 Tahun lebih kami berjuang stlh memilih apa yg telah jadi pilihan dan jalani sampai sekarang. Dan itu tidak mudah n sangat menyakitkan (hehehe...tenang saya nggak akan curhat koq).

    ReplyDelete