Kesel sama si ini sama si itu

2 comments
Saat belajar tentang kehidupan maka akan sadar bahwa memfokuskan pada hal yang positif selalu itu tidak mudah. Karena manusia bijak itu sebetulnya walau bicaranya berusaha tetap tenang, tapi mengetahui niat jahat yang tersembunyi di pikiran orang lain. Seorang ahli perang katakanlah, selalu bisa mengantisipasi gerakan lawan.

Dan proses ke sana benar-benar tidak mudah. Kebiasaan orang (termasuk aku) sering bilang
"Aku keseeeeeeeel sama si ini dia begini. Aku keseeeeel sama si itu dia begitu".

Orang yang gak peduli lingkungan di otaknya cuman strategi buat dugem. Biasanya sih pikirannya ya terbatas cuman caranya bisa dugem. Misalnya aku hobi dugem, aku kerja cari uang, pake baju panjang, plus kerudung. Di otak rasanya pengen melampiaskan dugem. Abis dapat duit langsung ngumpulin temen-temen, menuju ke lokasi dugem gak peduli janji pada ibu mau jadi anak baik-baik. Gak taunya pulangnya mobil Xenia yang aku sopirin masuk trotoar nabrak banyak orang sampe meninggal. Berarti aku punya strategi hidup cari uang lalu kuhabiskan buat dugem. Males menepati janji pada Ibu, males mikirin akibat, yang penting hepiii.

Para Nabi itu boleh dibilang tidak pernah bohong. Kesalahan dalam hidup mereka bisa dihitung dengan jari seumur hidupnya. Nabi Luth 'alaihi sallam dikhianati istri, tapi the show must go on. Istrinya ditinggal karena mesti meninggalkan daerahnya yang penuh dengan maksiat. Betapa jiwanya yang begitu besar tetap tenang walaupun dijahati pendamping hidupnya.

Dan aku, masih banyak salahku. Sudah berusaha selalu jujur, menepati janji, tapi toh karena mulai kritis memahami karakter suka omongin orang dengan rekan lain. Barusan kan diklat belajar memahami karakter untuk belajar pengembangan karaktar pribadi anak balita. Sejak paham karakter rasanya pengen mengkritisi orang lain, lupa dengan kesalahanku sendiri. Mentang-mentang kerja di rumah sendiri masih sering telat datengnya, yang lain sibuk ini itu aku malah nyolong-nyolong ngetik sambil chatting. Emang ngawur banget aku tuh, pas diklat sibuk ngobrol di YM nanya bisnis berkaitan dengan baju muslim. Sama sekali gak fokus dan profesional dalam bidang PAUD.

Masih sering berbuat kesalahan, emosi, ngomongin orang, gak fokus dalam pekerjaan. Terus aku sukanya apa siiih. Sukanya dapat pengalaman baru, hahaha... dapat pemahaman baru lalu bisa kutulis di blog ini. Salah satu kepuasan adalah bila bisa menyelesaikan lagu yang kuupload di youtube. Oh ya, kepuasan lain adalah kalo ada yang nanya di e-mail tentang masalahnya, aku bisa menjawab lalu dia akhirnya cerita masalahnya akhirnya terselesaikan.

Semakin banyak tau seharusnya semakin dia. Semakin banyak ngerti karakter seharusnya semakin tenang. Proses menuju kebijaksanaan dan pendewasaan diri memang tidak mudah. Semoga Allah selalu menunjukkan jalan yang lurus padaku...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

2 comments:

  1. Waduh.. seru baca postingan Mbak ini.. saya malah fokus ke gaya penulisannya yang mengalir begitu aja. Sama Mbak, saya juga masih kena omongan dari orang:"semut di seberang lautan nampak, gajah di pelupuk mata tak nampak". Bahkan ada yang bilang, kamu tuh kalau bicara tauhid seperti maksa orang.. wkwkwkwkkw.

    Semoga Allah perkenankan kita semua mau dan mampu memperbaiki diri ini. Aamiin.

    ReplyDelete
  2. @muxlimo, kenyataan memang saya lulusan komputer. niatnya jadi ibu rumah tangga. perjalanan hidup membuat saya "terpaksa" jadi guru PAUD. Tapi sekolah ini juga milik keluarga, jadi saya mesti memperjuangkan. dan belajar untuk hidup setelah diberi kesempatan hidup lagi. Saya belajar banyak dari blog mas Mux... terima kasih atas semua supportnya ya...

    ReplyDelete