In

Pendapatku tentang kerudung dan jenggot

Aku pernah membaca tulisan di blog yang menyatakan bahwa melakukan qurban Idul Adha itu hukumnya wajib bila mampu, seperti halnya naik haji. Yang namanya wajib pastilah berdosa bila tidak melakukan.

Aku menanyakan pada guruku yang menyatakan bahwa hukum berqurban adalah sunnah muakkad, sunnah yang sangat disarankan mendekati wajib. Bagi yang mampu akan rugi besar bila tidak melakukan. Dan aku yakin, orang yang beriman pastilah berusaha melaksanakan qurban semampunya, bila perlu menabung. Mirip naik haji, orang beriman pastilah ada dorongan kuat untuk kesana, walaupun yang hidupnya tidak berlebihan. Dan bila Allah menghendaki siapapun bisa berangkat haji, banyak kisah keajaiban soal pemberangkatan haji ini. Sangat menyedihkan bila masalah haji ini dijadikan bisnis, ada korupsi di sana sini. Semoga pemerintah bisa mentertibkan pengusaha biro haji plus yang nakal.

Masalah qurban dan haji ini masalah besar, tapi lalu ada ribut-ribut masalah penampilan dan aku merasa tidak nyaman dengan keributan ini.

Kok bisa-bisanya ada yang berpendapat celana di atas tumit dan menggunakan jenggot itu wajib. Almarhum bapakku yang sangat sabar dan sangat kucintai dan menjadi panutanku memelihara kumis, tidak mempunyai jenggot dan selalu menggunakan celana panjang di bawah tumit. Beliau meninggal saat shalat Shubuh dengan begitu tenangnya, tanpa perlu dirawat di rumah sakit berkepanjangan padahal beliau mengalami komplikasi diabetes. Ada jantung, liver dan ginjal. Tidak rajin menggunakan pengobatan thibbun nabawi, beliau rutin menggunakan obat dokter melalui askes. Banyak keajaiban saat Bapakku meninggal dunia, lalu pengajian rutin yang diselenggarakan almarhum Bapak banyak dikunjungi rekan seprofesi beliau yaitu para pensiunan dosen UGM. Kejadian saat Bapakku meninggal dunia masih sering dibicarakan sampai sekarang, tak kurang pak Amien Rais menyatakan bahwa Bapakku meninggal dunia dengan ciri-ciri khusnul khotimah. Pendiam, sabar, tidak neko-neko, berdedikasi tinggi pada pekerjaan, setia pada satu istri, dan setelah pensiun rajin membaca buku agama dan diamalkan dengan sepenuh hati.

Mertua kakak perempuanku kandung adalah seorang yang sabar dan pejuang kehidupan, menghidupi anak-anaknya karena suami beliau sakit. Beliau jarang menggunakan kerudung, tapi meninggal saat naik haji dengan berkerudung. Masalah hidayah, itu semua adalah dari Allah. Kenapa meributkan masalah yang terlalu mendetil tentang penampilan cobalah perbaiki akhlak dulu.

Aku beranggapan bahwa penampilan seperti di jaman Rasulullah shallalahu 'alaihi wa sallam tentunya cocok untuk di pesantren atau pengajian, tapi tidak cocok untuk ke kantor.

Penampilan seperti jaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tanpa didukung akhlak yang baik juga percuma. Masih tega memutus silaturahmi dan menzalimi orang? Biarpun bercadar sekalipun pahala kebaikannya akan diberikan pada orang yang dizalimi walau tidak berkerudung. Termasuk ghibah, fitnah, dan yang lainnya.

Semua orang mempunyai proses spiritual masing-masing jadi biar mereka merasakan sendiri tentang dorongan jiwa. Soal penampilan diingatkan yang wajar sesuai lingkungan, bila memang ingin meningkatkan keimanan dan memperbaiki akhlak akan muncul sendiri kesadaran akan menggunakan baju yang tidak merangsang syahwat bagi lelaki di lingkungannya.

Masih belajar tentang akhlak. Masih menggunakan celana panjang stretch untuk bersepeda dan kaos sampai ke paha. Masih menggunakan kerudung pendek, punyanya itu soalnya, hanya sekarang lebih suka memakai jaket saja. Belum tertarik menggunakan kerudung yang panjang berlebihan sampai ke pusar. Terima atas pengertiannya...

Related Articles

2 comments:

  1. berusaha untuk ke arah sana saja rasanya sudah baik..

    kan belum ada fatwa MUI soal penggunaan jilbab seperti yang mbak katakan di atas.. :)

    ReplyDelete
  2. aku malah pernah dengar sendiri ustadz wahabi mengharamkan mencukur jenggot,dan dia bilang tidak ada ulama' yg membolehkan mencukur jenggot, lah, apa dia g pernah belajar hadits, kan ibnu Umar pernah mencukur jenggotnya, dan ga ada ulama' yg mengharamkan mencukur jenggot, waktu kutanya maslah itu, eh malah mlengos meracau sendiri,ckckckckckck
    katanya lebih baik telanjang dr pada memakai celana ketat,kaos ketat. ckckkckckckc. aneh aneh dah itu orang.

    ReplyDelete