Saturday, June 23, 2012

Sabar membedakan mukmin dan Islam ktp

Postingan terbaruku di blog Mengharap ridho Allah yang berjudul Pribadi yang sabar telah mengingatkanku dengan postingan lama dimana ada seseorang menulis blog khusus tentang aku. Kemarin saat kopdar dibicarakan itu, bikin blogger jadi tau aku dan mikir, tega-teganya ada blog khusus menjatuhkan orang lain.

Walaupun blog itu ada di halaman pertama dari keyword di Google "Ratnawati Utami", toh tidak ada satupun blogger yang percaya dengan tulisan itu, sudah kelihatan bahwa itu tulisan balas dendam, ada latar belakangnya.

Tidak cukup dengan membuat blog, orang ini juga suka komentar "semoga ...mu dimakan belatung", atau "jadi lonte tidak laku". Tadinya aku sempat pajang komentarnya biarin aja, ternyata ada keyword nyasar mengarah ke komentar bahasa kasar ini. Akhirnya semuanya aku hapus, sekalian postingannya juga.

Sudah berkali-kali aku posting tulisan seperti "bahasa kasar adalah bahasa setan". Atau orang yang mencaci maki mengambil dosa orang yang dicaci maki. Orang yang suka komentar ini menamakan dirinya seperti malaikat. Entah ide dari mana...

Di hapeku juga pernah ada SMS "kamu pembawa sial" atau "aku ingin membunuhmu tidak peduli aku masuk neraka". Orang-orang ini seneng banget melampiaskan amarah padaku, lalu selanjutnya tidak merasa bersalah sama sekali.

Tapi tanpa orang-orang ini aku tidak akan belajar habis-habisan untuk sabar, tidak akan membuat blog ini. Bahkan blog ini sepi postingan tanpa latihan kesabaran dari sikap mereka.  Mau dikatain seperti apa, Allah tau semuanya. Allah bersama orang sabar, sebaliknya dosa orang dizalimi dilimpahkan pada yang menzalimi. Karena banyak orang mengaku Islam belum paham untuk naik tingkat menjadi mukmin mesti punya kesabaran.

Boleh mereka pintar, boleh mereka berkelit, boleh mereka punya alasan, boleh mereka punya banyak pendukung, tapi yang menang, yang akan dicurahkan rahmat oleh Allah adalah yang sabar. Bahkan orang terzalimi diberi keistimewaan bahwa doanya dikabulkan Allah karena tanpa hijab antara dia dan Allah, tidak peduli dia kafir sekalipun.

Sangat bersyukur bahwa aku masih banyak mempunyai sahabat baik yang sepaham dan sejiwa, yang bicaranya baik-baik, yang suka saling mengingatkan kebaikan, saling menolong, saling menyayangi. Semoga Allah menunjukkan jalan bagi siapapun yang telah menulis sesuatu di blog atau facebook, atau twitter yang tidak benar tentangku. Terima kasih kalian mempermudah aku mendekatkan diri pada Allah, mengurangi dosaku, dan banyak doaku dikabulkan Allah karena semua kejadian itu.

Sedikit cuplikan dari tulisan pribadi yang sabar...

Makna kesabaran yang berasal dari bahasa Arab “shabara“ bermakna menahan atau mengendalikan diri. Di dalam pribadi orang yang sabar terdapat kekuatan batin untuk menahan emosi (tadzammur), menjauhi amarah, dengki, dan dendam.

Dalam hati orang yang sabar tidak lagi terpikat pada hal-hal seperti itu. Karena di kamar hatinya telah penuh dengan cinta. Sabar membentuk kepribadian yang tangguh, lapang hati, dan berani (sa'adah dan saja'ah).

Kesabaran adalah hiasan dan salah satu ciri para mukminin. Rasulullah SAW bersabda “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya.
Dan, hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin. Yaitu, jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersa bar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.“ (HR Muslim dari Suhaib RA).

2 comments:

Nurmayanti Zain said...

MasyaAllah sabar memang penuh hikmah :)

Vicky Laurentina said...

Mbak, dicuekin aja napa sih.