Hidup bahagia dan kecukupan

Friday, July 6, 2012

Salah satu komentar dari tanteku adalah "kamu ini kok berbeda dengan saudara-saudaramu yang sukses". Oke, kakak-kakak dan adikku memang sukses secara materi. Punya rumah sendiri, mobil, anak-anak disekolahkan di sekolah favorit. Lalu apa semua itu menjamin kebahagiaan?

Tadinya aku juga berpikir begitu, menikah dengan dengan seorang yang mapan akan membuatku bahagia. Tapi pencarianku pada kehidupan membuatku memilih hidup sendiri dan belajar tentang kehidupan.

Tadinya kenalanku terbatas, hanya itu itu saja. Tapi setelah aku ngeblog jadi sadar begitu banyak tipe karakter manusia di dunia. Yang berumur 20an sudah berniat banget untuk lurus sudah ada.

Bagaimana dengan orang-orang kaya itu, dari teman yang aku kenal, kebanyakan wanitanya terobsesi dengan yang namanya baju bagus, berdandan cantik, dan shopping. Sedang laki-lakinya sulit aku menggambarkannya. Di blogku Blue Sky, postingan berjudul "video dangdut koplo wanita berlenggak-lenggok telanjang" sehari dibaca ratusan viewers menurut statistik. Padahal isinya hadits wanita yang begini begini tidak akan mencium bau surga walau bau surga sudah bisa dicium sekian ratus tahun perjalanan. Istilahnya berpakaian tapi telanjang.

Di tempat kerjaku didefinisikan baju rapi dan sopan adalah menggunakan kerudung, walau kerudung pendek tidak apa-apa asalkan longgar dan bahannya agak tepal. Blus atasan Cukup panjang sehingga paling tidak sampai ke paha.

Ternyata di blog banyak sekali penterjamahan definisi baju sopan untuk muslimah. Ada yang menulis perudung mesti panjang menutupi dada, leher tidak kelihatan bentuknya dan celana harus seperti kulot.

Aku beberapa kali mimpi, bahkan tadi malam juga mimpi, perbaiki akhlakmu, tidak menggunakan kerudung tidak apa-apa. Karena di Indonesia kelihatan rambutnya tidak mengundang syahwat. Yang mengundang syahwat adalah baju ketat atau rok terlalu mini. Tapi toh aku memutuskan tetap menggunakan kerudung.

Ok, tadi mimpi yang gak penting. Jujur saja aku masih suka marah-marah. Orang yang berhutang padaku, mengambil hakku aku ingat-ingat terus. Sementara aku sering melupakan hutangku sendiri. Aku rasa mereka ini yang berhutang padaku tidak paham karena di akhirat tidak ada dinar, hutang dibayar dengan pahala yang dimiliknya. Ada hadits yang menyatakan begitu.

Awal dari pembersihan hati adalah pertaubatan. Bertaubat haruslah ada penyesalan, niat kuat tidak mengulangi lagi, mengembalikan barang bukan haknya kepada pemilik, minta maaf pada orang yang disakiti hati bahkan termasuk ghibah.

Di Jakarta selama liburan ini, aku lebih banyak di rumah kakakku, menonton tivi film parabola, dan hanya bisa pergi kalo ada yang antar. Minimal dikasih tau kalo naik angkutan umum yang ini yang itu. Mencoba menikmati liburan, walau di pikiranku sudah ada gambaran pengen belanja sabun dengan basis VCO. Pengen membagikan sampel pada sahabat-sahabat supaya mereka tau manfaat sabun dari bahan alami. Jarak distributor sekitar 20 km dari rumahku pernah iseng kutempuh naik sepeda walau di kilometer 15 aku memutuskan balik karena nabrak maghrib. Tadinya alamatnya di jalan parangtritis pindah ke jalan bantul km 8. Khusus untuk ambil barang pilih naik motor aja deh, nyerah aku kalo naik sepeda ke sana.

Aku bukan tipe yang betah di rumah kelamaan. Aku suka dengan cahaya matahari. Aku suka berolahraga, aku juga suka dengan langit biru. Di sanalah ada misteri tentang 7 langit yang akan membawa amalan kita sampai ke atas. Dan rasanya aku belum banyak melakukan sesuatu untuk dunia. Semampuku sajalah dengan mensuport orang sekitarku agar mereke yang gelisah bisa tenang kembali.

Kalo baca traffic source di statistik blogku ini memang banyak tersirat kegelisahan. Bagaimana cara mengatasi disakiti hati, itu mendominasi dibanding keyword yang lain.

Seringnya aku menghadapi kejadian yang berat, seperti tidak boleh menemui anak kandungku, uang pemberian almarhum !
bapak digunakan untuk merenovasi rumah mantan yang aku tinggal semuanya. Aku balik ke Jogja dalam keadaan minus. Disikapi buruk oleh laki-laki seumurku yang banyak puber lagi padahal sudah beristri. Atau e-mail bernada putus asa butuh support dan jalan keluar. Sayang e-mail mereka terputus, aku jawab lalu tidak ada kabar lagi.

Sekarang ini aku tidak menganggap masalahku berat, justru aku sangat bersyukur akhirnya aku tujuan hidupku. Bukan masalah apakah aku punya pasangan atau jomblo, buatku itu gak penting lagi aku tidak ada obsesi ke sana. Kebahagiaanku terbesar bisa mensupport sahabat-sahabatku yang mempercayaiku. Kalo aku drop aku sendiri juga sesekali kontak minta bantuan support temanku.

Dorongan jiwa, kepuasan batin memang sulit dibandingkan dengan segepok uang.

Kalo ada yang berpendapat pake cadar adalah wajib untuk masuk surga, itu pemahaman sendiri, bukan pemahamanku tentang hidup. Sama-sama belajar memahami Islam dan membaca tafsir Al Qur'an yang sama kalo beda paham sebaiknya jangan menghakimi dan beranggapan dirinya lebih baik. Aku lebih suka membaur dengan lingkungan dan tidak tampak mencolok.

Mendapat kebahagiaan buatku adalah selalu bisa mensyukuri apa yang aku miliki, membuat sekitarku merasa nyaman, bisa mensupport dan membantu orang semampuku, bisa tetap tenang walau dihina, difitnah (beberapa kali gagal mensikapinya tapi mencoba memperbaiki diri), hidup sesuai kebutuhan tidak berlebihan... Dan masih banyak lagi.

Letupan-letupan asmara dari kisah blogger yang kubaca sudah aku lewati. Kebahagiaan kudapat dengan bahagia melihat orang lain bahagia. Menghilangkan dengki, tidak tertarik dengan mobil mewah baru yang dibeli teman, karena rejeki orang masing-masing. Orang kaya punya kelebihan bisa masuk surga kalo menyadari mesti banyak sedekah. Orang tidak kaya mempunyai kesempatan masuk surga lebih cepat dari orang kaya karena hanya sedikit yang dihisab. Baik menjadi orang kaya mau miskin punya kesempatan masuk surga asal mensikapinya dengan bijaksana.

Banyak waktu luang di Jakarta liburan ini banyak membuatku merenung kembali. Apapun yang terjadi padaku dan yang aku miliki sekarang aku mesti bisa mensyukurinya...

4 comments

  1. oke panjang sekali artikelnya, tapi saya bs menyimpulkan . Hidup bahagia gak serta merta meluluh luluhkan harta. Tapi Bahagia adalah milik kita yang membuatnya, dan mensyukurinya.

    "Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki. Namun setelah dimiliki tak indah lagi."

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahagia itu seperi matahari, bersinar dari dalam dan bisa menyinari sekitarnya. Rahmat Allah akan membuat kita cinta hidup, mendapat kebaikan dunia akhirat Insya Allah...

      Delete
  2. saya juga setuju mbak,
    sukses itu bukan selalu tentang materi,
    buktinya ada orang kaya raya tapi stres,
    ada yang miskin malah tersenyum setiap hari..

    ReplyDelete
  3. "Mekarlah di tempat kau ditanam, biarkan hidupmu bersinar..."

    Kata2 seorang guru yg akan selalu saya ingat ^^

    ReplyDelete