Saturday, July 7, 2012

Keajaiban keajaiban dalam hidupku

Mendefinisikan keajaiban memang bisa berbeda-beda. Tapi salah satu keajaiban yang benar-benar jlab jleb dalam hidupku adalah saat bapakku meninggal. Meninggal dunia dengan begitu tenang, walau terkena komplikasi diabetes, liver, ginjal, jantung, tapi fisiknya nampak begitu sehat. Saat meninggal dunia kakakku sedang di Jogja, mobil sedang dipanaskan mesinnyan, gerbang sudah dibuka, ternyata mobil itu digunakan untuk mengantar ke UGD RS Sardjito UGM. Bapak meninggal saat akan masuk rokaat dua shalat Shubuh menjadi imam berjamaah dengan ibuku. Almarhum bapakku memelihara kumis tanpa mempunyai jenggot, jadi kalo ada yang menulis panjang lebar bahwa laki-laki istiqomah harus punya jenggot aku tidak mempercayainya. _Untuk istiqomah, hidup tenang, dimudahkan Allah tidak harus punya jenggot. Aku memutuskan menggunakan kerudung seminggu sebelum almarhum bapak meninggal, Desember 2012. Account facebook aku menjadi saksi.

Keajaiaban yang menimpa diriku? Sudah kutulis berulang-ulang di blog ini semoga yang membaca tidak bosan. Tiba-tiba keponakanku pindah Jogja memasang perangkat wi-fi di rumah. Tiba-tiba Macbook kakakku yang kufoto di foto profil blogku Blue Sky yang tadinya mati mendadak hidup (selama Merapi meletus). Saat itu aku sedih banget dinasehatin temen-temen supaya kalo mau gaul jangan nulis status kayak ayat Al Qur'an atau hadits di Facebook. Akhirnya aku memutuskan ngeblog lalu Merapi meletus, aku terkurung di rumah karena tempat kerjaku libur dan aku sibuk ngeblog.

Belum selesai, debu dari Merapi sampai ke Bogor, dan ada dua crop circle yang gosipnya dibuat mahasiswa matematika FMIPA UGM, dan aku lulusan dari sana. Pokoknya saat Merapi meletus jlab jleb teruuuus.

Lalu waktu aku nunggu mau pengajian di rumah tetanggaku, anaknya sedang diterapi chiropractic yang aku sudah cari-cari untuk punggungku yang scoliosis ringan. Keajaiban lain... Ada saja yang bantuin aku, dan saat ini aku memutuskan mau bantu orang lain semampuku. Aku pindah ke Jogja dalam keadaan hatiku berdarah-darah, fisik dan jiwaku gak nyatu di bulan Juni 2009.

Aku sangat percaya dengan istilah Miracle of Giving. Butuh keyakinan kuat dan berprasangka baik pada Allah untuk mendapat semua keajaiban itu. Rasanya kisah Nabi dan Wali sudah menjadi bagian hidupku, betapa tenang dan senangnya melihat wajah yang sejuk dan bijaksana. Dari kisah mereka aku belajar, dalam setiap langkah hidupku. Yang membuatku senang melihat langit biru dengan semua misteri 7 langit. Akankah aku saat meninggal dunia bisa menembus 7 langit dengan tenang. Juga mendapat kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat? Semoga aku bisa selalu meluruskan langkahku dan menemui wajah-wajah sejuk yang kisahnya kubaca dari Al Qur'an dan begitu merasuk dalam seluruh sendi kehidupanku...

2 comments:

arya-devi said...

bukannya mau pilah pilih teman, tapi memang dengan sendirinya, akan terlihat mana teman yang "baik" atau teman yang hanya mengutamakan "cara bergaul yang modern"..

Ratnawati Utami said...

@Arya, iya kayaknya terseleksi temen-temennya. Tapo kadang menyakitkan prosesnya. Menjadi dewasa memang mesti punya prinsip, Insya Allah akan mendapat ganti lebih baik