Minyak goreng yang sehat

Sunday, July 22, 2012

Aku sedikit terobsesi ingin makan yang sehat tapi enak. Mumpung aku belum terkena penyakit tertentu kayak diabet, lambung, dan seterusnya. Beberapa orang rutin membeli herbal di aku karena ada yang asma, darah tinggi, maag kronis, jerawatan, lumpuh (tapi orangnya di pedalaman Kalimantan), lama tidak punya anak, kegemukan, terkena kista, terakhir ingin membesarkan payudara... (maaf, tapi begitulah kenyataannya).

Kalo mereka beli hanya sekali lalu beli di dekat rumahnya ya tidak apa-apa. Yang penting bermanfaat. Sekarang ini memang lebih fokus untuk jualan kosmetik perawatan. Herbalnya hanya untuk kalangan sendiri saja, kakak, tetangga dan rekan sejawat. Promo herbal nya berhenti, cukup berat sih, mesti belanja sekian ratus ribu dan tidak boleh dikembalikan kalo tidak ada yang beli. Kalo dengan kosmetiknya bisa reseller, ada yang pesan dialihkan ke distributor utama.

Tapi kesulitannya toko onlinenya mesti bisa kedeteksi Google supaya ada yang baca dan tertarik membeli. Sesuatu yang baru, ditawarkan memang tidak mudah. Apalagi bersaing dengan produk ajaib kosmetik dari Cina yang tawarannya heboh banget. Kalo tidak ada sertifikasi halal dan BP POM, ngeri sebetulnya. Apalagi walau ditulis bahan alami tapi bisa aja ditambahin merkuri atau hidroquinon kan serem. Metode pengelupasan juga membuat kulit cepet kinclong tapi tidak cocok buatku yang suka sepedaan dan latihan softball dari pagi sampe siang. Penipisan kulit membuat kulit jadi rentan terbakar matahari, lebih besar resikonya untuk terkena kanker kulit

Minyak goreng yang sehat itu antara lain minyak jagung, minyak kedele, minyak zaitun. Untuk menggoreng disarankan bukan yang extra virgin tapi extra light. Mahal juga, di supermarket minyak zaitun harganya sekitar mulai 25 ribu per 250 ml. Kalo minyak kelapa sawit sih kata produsennya sehat, namanya iklan, kecap semua juga nomor satu. Tapi soalnya kita berada di negara tropis, aku tertarik dengan minyak kelapa. Minyak kelapa yang didapat dengan hasil pemanasan termasuk minyak jenuh, kolesterol tinggi. Tapi bila minyak kelapa diproses tanpa pemanasan tinggi akan didapatkan Virgin Coconut Oil atau VCO.

Bisa saja kita membuat sendiri VCO dengan memanaskan krim santan di bawah 70 derajat Celcius, tetapi kualitasnya di bawah VCO dengan metode tanpa pemanasan sama sekali. Bisa dilihat dari kandungan asam lauratnya. Sisa dari VCO yang asam laurat tinggi masih bisa dijadikan VCO dengan pemanasan di bawah 70 derajat celsius untuk minyak goreng.

Jadi karena kebetulan saat posting ini sedang bulan puasa, aku kalo memasak yang praktis seperti nugget, ayam goreng beku, sarden, mackerel untuk menghangatkan menggunakan minyak goreng sehat, seperti VCO atau minyak zaitun. Minyak goreng yang sehat sebaiknya juga untuk menumis, bukan menggoreng. Alat masaknya supaya nugget bisa menggunakan sedikit minyak adalah alat penggorengan anti lengket yang ada tutupnya.

Program detoksifikasi wajah dengan VCO bening sedang berlangsung, aku foto wajahku jarak dekat setiap harinya. Untuk membuktikan apa iya seminggu dimassage VCO kulit keluar semua toksin dan lemaknya. Setelah ini aku akan membiasakan menggunakan sarung tangan, kaos kaki, masker dan kacamata hitam, ceileee... kecentilan ya. Kakakku janji mau membelikan aku kacamata hitam yang bagus. Aku juga mau beli sandal Fitflop, bukan yang asli ah... yang KW aja dulu, duitku belum mampu beli yang asli. Mosok cuman beli sendal asli sekalian membayar pajak mesti bayar sejuta sih. Buatku sejuta bisa hidup untuk beberapa bulan. Maklum hidup masih numpang, makan siang dapat jatah. Katanya sih sandal Fitflop bikin postur tubuh lebih baik, jalan jauh tidak mudah capek, maklum aku suka jalan-jalan atau sepedaan sampai jauh gitu.

Masih ribet bikin info di online. Motret produk, bikin tulisan khasiat dan manfaat, artikel pendukung, lama juga bikinnya. Belum lagi baca banyak referensi dan tutorial. Memang suka mengganjal kalo belum ketemu jawaban, tapi kalo ketemu puasnya bukan main.

Selamat berpuasa semuanya, menikmati Ramadhan dengan meningkatkan ibadah, tidak hanya mikir makanan enak, baju baru ya. Yang jelas Alhamdulillah gajiku nambah, THRku naik, semuanya perlu disyukuri...

1 comments