Tuesday, July 3, 2012

Vacuum cleaner dosa

Kalo ada yang pernah sakit hati atau sedih karena difitnah atau dimaki-maki orang, gak usah risau karena dosa kita disedot oleh orang yang menyakiti hati kita.

Pembicaraanku dengan seorang sahabatku, aku cerita bahwa seorang yang beriman sungguh-sungguh, tidak hanya mengaku-aku, maka akan berusaha tidak menyakiti hati orang lain. Berusaha tidak berbohong sekalipun cuman lebay, dan berusaha menepati janji.

Janji adalah hutang, bila tidak ditepati janji itu akan menghambat perjalanan menuju alam barzakh. Kalo lupa gimana, selama yang dihutangi sudah mengikhlaskan itu akan mempermudah perjalanan ke alam barzakh. Orang yang banyak hutangnya kuburannya akan sempit dan yang banyak membantu orang lain kuburannya akan lapang.

Sebetulnya menjalani hidup sesuai teori itu mudah saja. Jadi orang baik, banyak membantu orang lain, berteman dengan siapa saja, tapi itu hanya sebatas teori. Misalnya aku cuman mengkritik blogger yang tanpa sadar menuliskan putus asa dengan pendapatannya langsung diblokir di Facebook. Atau mengingatkan seorang blogger yang terobsesi dengan pernikahan beranggapan akan membuatnya langsung bahagia diunfollow di Twitter. Atau mengingatkan seorang blogger untuk tidak mengamalkan kitab yang ada amalan syirik malah difitnah aku seorang dukun. Gak sadar ceplosan asal dan sikap spontan untuk memusuhi itu panjang sekali pertanggungjawabannya di akhirat. Dukun itu adalah manusia yang berkolaborasi dengan setan, jadi bila ucapannya itu salah berarti memfitnah. Dan bagaimana dosa memfitnah, sampai aku takut membayangkan, sudah kategori menzalimi yang berarti dipercepat siksa dunia dan tersimpan di neraka. Cuman menghina secara fisik aja sudah berdosa apalagi menuduh berkolaborasi dengan setan. Biasalah dunia suka kebolak-balik banyak maling teriak maling. Dan seorang maling itu bahkan tidak sadar dirinya maling, ada yang sibuk bekoar-koar dirinya orang suci padahal banyak melakukan ritual aneh makanya dijauhi banyak orang. Eh, masih gak sadar juga malah sibuk bikin pembenaran.

Orang yang difitnah, dituduh, disakiti hati, diambil haknya, termasuk dizalimi. Keuntungan orang yang dizalimi itu apa, do'a orang dizalimi dikabulkan Allah, dosanya ibarat disedot oleh yang menzalimi. Jadi orang-orang yang suka menyakiti hati, menuduh, memfitnah, berkata kasar, memutuskan hubungan entah pertemanan atau persaudaraan, tanpa sadar mereka adalah vacuum cleaner dosa. Gak peduli gayanya mirip orang alim, bicaranya super bijak dan pengetahuannya kayak ensiklopedia. Keliatan banget kok orang-orang gitu, melakukan ritual aneh, tidak mau dikritik, dan kalo berdiskusi lebih banyak menyerocos mengungkapkan teori berjibun tapi lupa dengan hati yang bersih. Karena bila memang bersungguh-sungguh membersihkan hati, alarm di batin ini akan sensitif, sadar bila melakukan kesalahan. Lalu banyak beristighfar dan berusaha minta maaf semampunya. Minta maaf itu perbuatan orang berjiwa besar tapi gimana rasanya kalo sudah berusaha minta maaf orangnya malah cari dukungan untuk memusuhi, ah orang model gitu banyak, aku sering digituin.

Bila takut berbuat dosa barangkali milih untuk mengurung diri sajalah di rumah. Sibuk berdoa minta surga pada Allah. Apa iya sih wanita sholehah adalah yang total mengurung diri di rumah. Itu pilihan hidup, kalo aku milih untuk bersosialisasi selama budaya di Indonesia tidak menganggap berlebihan. Katanya firman Allah mutlak untuk seluruh umat manusia. Wooooy, kalo baca Al Qur'an baca juga latar belakang cerita turunnya ayat atau asbabun nuzul. Setiap hadits juga ada latar belakang ceritanya, bukan asal dijalankan mentah-mentah, akhirnya itu kembali pada pilihan hidup. Manusia bertakwa adalah yang mendirikan shalat dan memberikan sedekah, jadi bersosialisasi juga penting. Menurutku sih, manusia terbaik adalah yang bermanfaat bagi orang lain, dan itu untuk laki-laki dan perempuan tanpa kecuali.

Mau milih bergaya Rasulullah jaman dulu boleh, resikonya pergaulan jadi terbatas. Mau modern kayak gaya orang barat lebih berbahaya lagi, bisa jadi pake bikini kalo berenang atau berjalan di sepanjang pantai, atau difoto untuk keperluan kalender atau majalah pria dewasa. Tapi aku milih bersosialisasi sesuai kultur budaya Indonesia yang konon ramah-tamah, tidak banyak kasus perkosaan TKW kayak di Arab walau wanita di Indonesia banyak pake baju yang trendy, modis, baik berkerudung atau tidak. Perkosaan hanyalah oknum atau kasus tertentu.

Memilih gaya hidup seperti apa itu semua mendapat resikonya masing-masing. Kalo berbaju muslimah tapi ketat bentuk tubuh kelihatan kalo ada laki-laki mempelototi sampe berpikiran gak senonoh ya itu resiko sendiri, kan udah ngaca dan beli baju ketat emang sengaja kan biar bentuk tubuh kelihatan jelas.Tepatnya yang berbaju muslimah tapi ketat memang sengaja pamer tubuh dan kerudung adalah hanya asesori pemanis saja.

Banyak sekali salah kaprah di kehidupan ini, termasuk aku masih belajar terus. Belajar hidup menyesuaikan lingkungan, belajar agar punya profesi yang bermanfaat bagi orang lain, belajar untuk meluruskan hidup, belajar untuk berjiwa besar, belajar sabar, belajar untuk hidup semata mengharap ridho Allah.

Apa gunanya mempertahankan ego, apa gunanya hidup untuk mempertahankan harga diri, apa gunanya hidup kalo muter-muter dalam suatu masalah tidak mau keluar untuk menjadi lebih baik. Difokuskan untuk bermanfaat bagi orang sekelilingku sajalah mengurangi perbuatan yang bisa membuatku jadi vacuum cleaner dosanya orang lain. Kalo ada yang menzalimi, yah itung-itung dosaku disedot teruuuuus, disyukuri sajalah. Apalagi sudah berusaha minta maaf gak ada respon...

4 comments:

ded said...

Amiiinn, mudah2an banyak dosanya yang sudah tersedot ya Mb.
Btw banyak yang bisa dipelajari dalam hidup ini seperti yang disebutkan di atas : belajar menyesuaikan diri dg lingkungan, belajar agar punya profesi yg bermanfaat, belajar utk meluruskan hidup, belajar utk berjiwa besar, belajar sabar, belajar utk hidup dengan mengharap ridho Allah SWT.
Sukses ya Mb..... :)

Ratnawati Utami said...

@pak Ded, menjelang Ramadhan ini kita mesti membersihkan hati supaya bisa berpuasa dengan hati bersih.

Masih terasa marah-marahnya ya Pak... hahaha...

Si akhir zaman ini memang banyak orang Islam yang tidak paham Islam. Orang beriman tapi suka menyakiti hati dan menuduh orang lain. Dan ilmu agama digunakan untuk mempercepat kerusakan bumi ini.

Idealnya memang semua orang itu saling memaafkan, toleransi, bersahabat, menyesuaikan diri dengan lingkungan. Tapi Iblis dan anak buahnya selalu berusaha menyesatkan manusia agar sepertinya melakukan maksiat itu baik adanya...

Ma kasih atas komentarnya ya...

Sam Rinaldy said...

Kalau kuburannya terlalu lapang... gak enak juga lhooo tant..
Masa iya 1 TPU cuma buat 1 orang (-__-"

Ratnawati Utami said...

@sam, kamu ada-ada aja. Orang baik meninggal akan lapang di kuburan sedangkan yang suka menyakiti hati orang lain kuburannya akan meremukkan jasad dan rohnya