Friday, August 17, 2012

Cara agar bidadari surga cemburu pada wanita bumi

Ada suatu novel yang berjudul "Agar bidadari surga cemburu padamu". Aku ngobrolin topik ini dengan seorang teman wanita sambil cekikikan. Kadang suatu judul memang dramatis agar menarik perhatian. Kasus hangat Foke-Jokowi membuat banyak penulis menulis dan judul dramatis, misalnya "Yang memilih Jokowi orang gila". Ternyata judul hanya sekedar judul karena penulisnya pro Jokowi. Katanya bagaimana orang yang memilih Jokowi tidak gila, Jokowi menolak pembangunan mall di Solo malah memilih mempertahankan pasar tradisional  karena benar-benar pro rakyat katanya begitu.

Aku cerita pada temenku, masak ada khatib yang ceritanya ngeres banget. Waktu di masjid ceramah sebelum  shalat tarawih bicara begini "Jadi ibu-ibu jangan cemburu ya, karena saat di surga nanti bapak-bapak akan memperawani sederetan bidadari cantik". Ibu-ibu yang lain manggut-manggut dan aku nyengir karena aku pernah posting tulisan itu.

Di surga kelak, manusia hanya bicara hal yang bermanfaat, saling menebar salam, saling membagikan kasih sayang, tidak ada dendam dan dengki di surga, sepertinya juga tidak ada rasa cemburu di surga. Rasanya bidadari di surga tidak akan punya rasa cemburu pada wanita sholehah.

Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran". Dan diserukan kepada mereka: "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan". (QS. Al A'raf : 43)

Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam surga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezekinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang. (QS. Maryam : 62)

Di postingan yang membahas 72 bidadari akan digilir seorang laki-laki itu ada yang komen, "Mbak, kalo nulis hadits sebaiknya yang shahih saja. Coba diteliti lagi tentang hadits yang membahas tentang 72 bidadari". Memang, di Al Qur'an dinyatakan bahwa seorang laki-laki akan menikah dan mempunyai istri-istri. Istri mereka akan selalu perawan.

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman. (QS. An Nisaa : 57)

Tapi jangan samakan bumi dengan surga. Karena surga adalah sesuatu yang tidak bisa dibayangkan. Di bumi, seorang laki-laki tentunya diharamkan selingkuh atau berzina. Laki-laki selingkuh karena tidak bisa menahan hawa nafsu akan dihukum di neraka. Tapi bila seorang laki-laki melakukan poligami dan dia bersikap tidak adil maka jalannya akan miring sebelah saat hari kiamat. Semua tindakan penzaliman mesti dipertanggungjawabkan.

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An Nisaa : 129)

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya (QS. An Nisaa : 3)

Kamu lihat orang-orang yang zalim sangat ketakutan karena kejahatan-kejahatan yang telah mereka kerjakan, sedang siksaan menimpa mereka. Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar. (QS. Asy Syuraa : 22)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Barangsiapa yang mempunyai dua isteri, kemudian lebih mencintai kepada salah satu di antara keduanya maka ia datang pada hari kiamat sedangkan tubuhnya miring sebelah. " (HR. Al Khamsah)

Jadi, tidak ada cara untuk membuat seorang bidadari surga cemburu pada wanita bumi. Karena di surga tidak ada rasa cemburu. Menjadi wanita sholehah di bumi, akan membuat wanita itu saat di surga menjadi muda lagi, cantik, wajahnya bercahaya dan mempunyai suami yang selalu mencintai, menyayangi dengan sepenuh hati...

Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya’.” (Al-Waqi’ah : 37)

Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.”

Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”

Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”

Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.”

5 comments:

Andik Rasida said...

Jangan jangan di syurga malah tdk butuh dengan itu, karena disana sudah sangking asyik dan nikmatnya tinggal di syurga.

Aiman Imtihanah said...

emang betul kan. di surga itu gak ada lagi aturan2 yang terkait seperti di dunia. cuma 1 yang gak boleh dilakuin disana, makan buah huldi ;)

Ratnawati Utami said...

@Andik, yang jelas surga adalah tempat peristirahatan yang menyenangkan. Kita tidak akan mampu membayangkan

Ratnawati Utami said...

@Aiman, waktu jaman Nabi Adam 'alaihi sallam, iblis masih bisa sempet menyusup ke surga. Saat setelah kiamat iblis tempatnya di neraka. Bahkan orang munafik, yang penampilannya seperti orang alim tapi melakukan penzaliman, tempatnya di neraka paling dalam. Seharusnya baik itu tampak luar juga dari hati. Dilatih terus agar lebih banyak beramal shaleh bukan melakukan penzaliman

r10 said...

yg sering dilupakan manusia, di surga nanti mereka tingkatannya (derajatnya) lebih tinggi dari malaikat/bidadari

krn manusia (penghuni surga) telah diuji saat di dunia