Sunday, August 19, 2012

Hari terakhir Ramadhan 1433 H di panti asuhan

Mendadak dapat SMS pada dua hari menjelang lebaran untuk ikut membagikan bingkisan ke panti asuhan. Ikut aja deh, lumayan capek soalnya dari Kulon Progo, Imogiri, terus Kalasan.

Entahlah, akhir-akhir ini suka menulis yang ringkas-ringkas, gak cerita mendetail. Padahal banyak kejadian yang terjadi. Foto juga tidak komplit, biasanya semangat banget semuanya difoto.

Tapi aku sempet merasa seneng soalnya pernah chat lewat Skype dengan penulis buku Rehab Hati, yang bernama Nuruddin al Indunissy, linknya di sini . Juga chat dengan Nurdinillah Ade Katari yang juga sudah menerbitkan beberapa buku, linknya di sini. Ditanya sama mas Ade ini apa aku berminat menerbitkan buku aku jawab tidak. Barangkali aku akan ngeprint beberapa tulisan lalu aku bagikan pada siapapun yang mau.

Takbiran senyum-senyum melihat ada barisan lampion berbentuk angry bird yang bikin jalanan di Jogja macet. Beberapa kelompok menabuh dengan perlengkapan untuk marching band, banyak anak-anak kecil semangat ikutan takbir.

Aku sudah berniat untuk tidak membicarakan tentang anakku yang lama tidak aku temui, Safira dan Safitri. Tapi lebaran kali ini rasanya sulit untuk tidak mengenang mereka lagi. Selama Ramadhan aku berdo'a agar suatu saat bisa menemui mereka lagi. Situasi yang sulit memang, tidak ada yang mau mengalah dan saling merasa benar.

Dan masih sulit melupakan seseorang teman chatku yang mesti berkeliling dunia untuk mendapatkan pencerahan tentang makna hidup, Glenn. Aku pernah menangis selama hampir tiga hari saat chat dengannya dan bercerita saat-saat anakku diambil. Aku ditipu, dia muncul bilang hanya menemui anak-anak, bahkan berjanji tidak akan membawanya. Aku tinggal sebentar lalu anak-anakku hilang. Glenn yang bukan seorang muslim mengatakan, pernah hidup selama dua tahun di Afrika membuatnya paham tentang Islam itu apa. Seharusnya Islam mengajarkan kebaikan dan kasih sayang, bukan memaksakan kehendak dan ego. Pengorbanan untuk membahagiakan orang lain itu adalah nilai timbangan terberat untuk meraih surga, yang ini dari penjelasan Quraish Shihab.

Sebetulnya tidak hanya di akhirat saja manusia mendapat kebaikan, tapi sedekah dengan ikhlas, memberikan hal terbaik untuk kebahagiaan orang lain, tidak menyebut-nyebut lagi tentang pemberian itu, akan mendapat ganjaran di dunia juga. Itulah yang disebut oleh ustad Yusuf Mansyur dengan Miracle of Giving.

Tidak mesti hidup sedih untuk mendapat kebahagiaan di akhirat. Hanya membiasakan tulus ikhlas suka membantu orang lain semampu kita Insya Allah akan dimudahkan hidup di dunia dan akhirat...


2 comments:

  1. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    Taqobalallahu minna wa minkum wa ja'alanallahu minal aidin wal faizin
    Semoga ALLAH menerima amalan-amalan yang telah aku dan kalian lakukan ,
    dan semoga ALLAH menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah dan mendapat kemenangan,
    SELAMAT MERAYAKAN HARI RAYA KEMENANGAN IDUL FITRI,
    bila ada salah dan khilaf selama ini, baik yang disengaja atau tidak disengaja, mohon dimaafkan lahir dan bathin,
    salam hangat dari Makassar
    Wassalam

    ReplyDelete
  2. sorry nggak fokus: suka softball ya Mbak? keren banget

    ReplyDelete