Wednesday, September 12, 2012

Menghipnotis diri sendiri dengan hypnobeauty

Dari Facebook aku membaca temenku ikutan seminar yang namanya hypnobeauty. Wiiih... sampe-sampe sekarang hipnotis bisa dibisniskan. Aku baca sepintas hypnobeauty bisa membuat diri sendiri merasa nyaman, cantik, dan yang mempunyai berat badan berlebihan bisa diturunkan.

Bisnis kecantikan memang tidak ada matinya. Gak cuman jual serum untuk cantik secara instan, bahkan serum perasaan juga dijual. Bagaimana agar merasa cantik, percaya diri dan tidak canggung.

Boleh menyebutku manusia paling cuek, tapi aku tidak perduli dengan kata orang. Ada yang ngatain aneh soalnya aku suka ke mall pake sepatu keds Reebok, aku juga gak peduli. Baju punyanya cuman celana jins dan kaos. Pendapat pacar... hehehe... gak punya pacar, jadi ngapain juga dipusingin.

Tapi semenjak bekerja, aku belajar untuk sedikit lebih "wanita". Aku terus terang agak bingung dengan suatu tulisan bahwa wanita itu sensitif, lebih suka memendam keinginan gak suka menyampaikan pikirannya. Bayangkan saja, di lapangan softball aku suka tereak-tereak "ayo pukul bolanya, cari yang strike". Atau "duh payah, error lagi error lagi gak bisa nangkep bola yang dipukul". Terbiasa mengungkapkan apa yang dipikirkan apa adanya. Jadi bingung baca tulisan bahwa wanita paling seneng dipuji dia cantik. Misalnya pengen makan bakso soalnya pacarnya lagi pengen makan ayam bakar diam aja nurut tapi tertekan. Kalo ultah maunya dikasih kado yang dia suka, pacarnya ngerti sendiri. Mungkin memang aku tidak terlalu "girly" dan sensitif kayak di tulisan-tulisan membahas wanita yang katanya ingin dimengerti. Aku sudah tidak peduli dengan kalimat wanita ingin dimengerti, aku sekarang cenderung belajar jadi detektif, mencoba mengerti. Dan keinginan untuk ngerti apa yang dipikirkan orang bermanfaat untuk menjawab pertanyaan di blog ini.

Islam mengajarkan bahwa seorang wanita sholehah itu cerdas, taat beribadah, bila perlu juga mempunyai profesi. Seperta halnya Khadijah r.a. dan Aisah r.a. Sebagai guru akhir-akhir ini aku belajar tentang multiple intelligence. Bila memang ada anak berbakat, kembangkan semua bakatnya. Baik dalam hal kecerdasan, ketrampilan, dan juga penting spiritual.

Aku pernah cerita dengan teman chatku seorang Amerika bahwa di Indonesia ada herbal yang disebut jamu. Tapi pendapatku pribadi jamu saja tidak cukup, perlu berolahraga dan mengkonsumsi makanan sehat. Kalo aku ngobrol dengan teman-temanku, rata-rata mereka mengatakan terlalu sibuk untuk berolahraga, dan makan semaunya yang enak untuk menghilangkan bete karena rutinitas sehari-hari. Memulai rajin berolahraga memang tidak mudah, apalagi yang terbiasa naik mobil berAC, masuk ruang berAC, makan siang enak dengan klien di restoran, kadang ngumpul dengan teman pake baju keren untuk hang out. Apakah hidup seperti itu yang menyenangkan, dan kelihatan keren?

Hidup itu pilihan. Mau memilih cantik dari luar saja atau juga dari dalam. Hal yang tidak mudah dilakukan, dan aku juga masih merasa berat melakukan adalah MAU DIKRITIK DAN MAU BERUBAH. Katanya cewek kalo dikritik sensi terus nangis, sudahlah aku begini terima saja. Habis yang dibaca novel cinta yang penuh mimpi sih, laki-lakinya kaya dan perhatian dapat perempuan cantik yang baik hati dan tidak sombong. Baca novel gitu mewek, lalu kembali di dunia nyata cuman sibuk dandan dan beli baju bagus bermimpi dapat pangeran kaya raya dan baik hati. Merubah wajah dengan make up jadi cantik memang mudah, tapi merubah hati memang tidak mudah.

Sudah jelas kok di Islam untuk cantik dari dalam. Mulailah dengan lebih peka atas penderitaan orang lain, banyak sekitar kita yang butuh bantuan atau kekurangan. Lalu belajar menolong orang lain. Bantuan atau sedekah itu tidak akan sia-sia, kerena semua kebaikan akan mendapat balasan kebaikan tapi mesti dijalani dengan kesabaran. Suka membantu dengan tulus ikhlas akan memancarkan hati yang baik.

Yah... aku juga masih belajar untuk lebih baik lagi. Masih merasa punya banyak kesalahan. Mencoba dandan walau masih lebih sering menggunakan celana panjang tapi modelnya lebih perempuan, kaosnya di counter baju wanita bukan counter sports lagi. Awalnya tuntutan pekerjaan tapi belakangan mulai menikmati juga... Sudahlah, tugas manusia itu bersyukur dan membantu orang lain semampu kita. Bukan hanya sibuk kelihatan cantik, masalahnya wajah itu tidak akan dibawa ke akhirat. Allah hanya memandang seseorang dari hati dan amalannya saja...

1 comment:

Tebak Ini Siapa said...

Doohh jadi deg ni... aku kan sehari harinya pakai jeans ama kaos oblong wkwkwk...