Saturday, September 29, 2012

Perlukah meditasi

Sebetulnya definisi meditasi itu bisa berbeda-beda pada setiap orang. Tapi intinya adalah merilekskan tubuh, lalu mengosongkan pikiran. Katanya sih ada usaha untuk membaur dengan alam semesta ini.

Bila belajar dari beberapa frekuensi yang dipancarkan manusia, maka manusia berhasil dalam meditasinya bila memasuki frekuensi alpha (7-14 Hz)  atau theta (4-8 Hz). Ingat buku atau film berjudul EAT, PRAY, LOVE yang dibintangi Julia Roberts, segalanya menjadi begitu mudah didapat setelah dia belajar meditasi di India, makan di Italia lalu mendapatkan cinta di Bali Indonesia. Karena dia melatih diri untuk bisa rileks sampai tahapan alpha atau theta.

Banyak buku membahas fenomena ini. Mencoba mengatasi masalah yang terdapat dalam manusia dengan membahas secara ilmiah. Dengan mengukur frekuensi yang dipancarkan manusia yang tenang, bahagia dan manusia yang dalam kondisi tertekan serta sangat tidak bahagia.

Sudah sangat jelas bahwa hanya sedikit manusia mencapai ketenangan dan rileks dalam mengatasi masalahnya. Di e-mailku banyak yang menyatakan kegelisahannya. Ada yang bertanya tentang istrinya bisa melihat gaib membuatnya ketakutan. Ada yang sakit punggung dan bertanya bagaimana aku mengatasi scoliosis ringanku. Atau penyanyi Gambus yang profesinya banyak menyebut nama Allah dalam lagu tapi tetap merasa gelisah. Atau perempuan yang pacarnya menyarankan dia tidak menggunakan kerudung. Atau seseorang yang sering ditelpon wanita yang suka curhat belakangan suka maki-maki di telepon (mengancam membanting anaknya bila tidak mau menerima telponnya).

Buku Quantum Ikhlas yang dikirim oleh adikku mengajarkan tentang relaksasi dengan bantuan sisipan CD yang mengeluarkan gelombang alpha. Dulu saat aku gelisah aku suka sekali mendengarkan CD ini, tapi sekarang sudah tidak. Air mancur di kolam dalam rumahku gemericik airnya saja sudah bisa membantu untuk relaksasi.

Pendapatku tentang buku The Secret, aku rasa tidak ada salahnya membaca tapi tetap Al Qur'an yang terbaik. Karena aku tidak akan menghakimi siapapun yang berusaha menjadi lebih baik, menjadi lebih suka menolong orang lain apapun agamanya. Bila kekuatannya adalah berpikir positif maka tanpa keikhlasan kebaikan hanya didapatnya di dunia tidak sampai di akhirat.

Untuk orang yang mempunyai kemampuan indra ke-6 trans dimensional, meditasi akan membawanya ke alam lain. Banyak penulis buku tasawuf yang menceritakan pengalaman supra natural itu, dan setiap sufi mengalami kejadian yang berbeda. Bila bertanya padaku tentang supra natural, aku akan bilang aku belum pernah memasuki alam gaib. Aku hanya mencoba memahami tentang fenomena yang terjadi pada meditasi dan itu berbeda pada setiap orang. Aku tidak pernah melakukan meditasi. Aku suka mengayuh sepedaku sambil menyebut asmaul husna, seperti saat aku melantunkan dengan lagu untuk pengantar tidur anak asuhku saat bobok siang di sekolah.

Bagaimanapun setiap perubahan manusia untuk mencapai ketenangan mesti dihargai. Step paling tinggi adalah selalu berusaha untuk mendekatkan diri pada Allah. Bila sampai mendapatkan perubahan drastis seperti aku yang tadinya tidak bisa menulis sampai saat kuliah, tidak pernah bergabung dengan kelompok rohis sekarang suka membahas renungan Islam, itu aku gunakan untuk menginspirasi orang lain tanpa bayaran, kalo perlu aku yang mengeluarkan uang. Banyak menolong orang lain secara ikhlas itulah cara mendapatkan keajaiban yang sebenarnya. Bukan selalu dengan uang, bahkan perbuatan, dan bahkan senyuman yang tulus yang juga membuat orang lain tersenyum juga.

Meditasi hanyalah istilah. Ada yang melakukan sambil bersila dengan posisi tertentu. Ada yang melakukan dengan jungkir balik (itu aku tuh, dengan mengangkat kaki di atas dengan panggul disangga tangan yang disebut sikap lilin), atau ada yang tiduran lalu jiwanya jalan-jalan ke tempat lain (merogo sukmo). Yang jelas semua memberikan ketenteraman batin dan setelahnya akan banyak berusaha membantu orang lain dan berbuat kebaikan.

Ajaran Islam cara menenangkan diri adalah menyebut nama-nama Allah dengan penuh perasaan serta melakukan semua perintah dan menjauhi larangan Allah...

5 comments:

hilal said...

Saya setuju dengan pesan yang terkandung dalam tulisan ini. Yang perlu kita fokuskan bukanlah adanya masalah dalam hidup, tapi bagaimana kita menanggapi masalah itu. ;)

Muhammad Furqan said...

Kalo Ane Meditasi dengan Cara Kuliner.... hahaha :D

Asep Haryono said...

Kunjungan perdana nih. Wah saya ada di Jogja saat merapi meletus Oktober 2010 lalu. Salam dari Blogger Pontianak. :)))

MUXLIMO said...

Sebenarnya, di Islam ada metode mempraktikkan ayat "hanya dengan mengingat Allahlah jiwamu akan tenteram", yaitu tafakur. Ini tanpa efek samping, Mbak.

Adapun astral projection atau meraga sukma, meditasi, semedi, tapa, dll. yang ada di keyakinan tetangga itu..semua hasil curi dengar dari pembicaraan para muwwahid (ahli tauhid). Krn mereka (setan) mengingkari Quran dan menampik Nabi Muhammad Saw., maka yang mereka hanya dapat istidraj (pembiaran) dari Allah Swt. Dibiarkan para setan jadi pembimbingnya.

ketika menyampaikan yang haq, gesekan pasti terjadi.. pastikan saja saya tidak bermaksud menyinggung atau menyakiti teman-teman Mbak yang melakukan itu. Agama itu 'kan nasihat ya, Mbak. :)

Anonymous said...

MUXLIMO, MUXLIMO, ada ada saja..