Saturday, October 13, 2012

Curhat di e-mail, menyelesaikan masalah dengan menambah masalah

Berbeda dengan Pegadaian yang menyelesaikan masalah tanpa masalah, ada e-mail nyangkut di blogku cerita kisahnya dia. Nama-nama disamarkan ya...

Yang pertama seorang laki-laki yang gusar soalnya istrinya kerja jadi TKW di Hongkong tanpa izinnya. Sudah begitu tidak pernah bisa dikontak apalagi kirim uang. Sempat berhai hai sama aku, nanya pin BBku. Aku pikir dia mau nanya apa gitu, gak taunya kalimatnya kok genit. Weeee... katanya pusing ditinggal istri 6 bulan dan pengen cari istri lagi, sampe kepikiran begitu.

Ah, pergi tanpa izin sudah menunjukkan bukan istri dengan budi pekerti yang baik. Tapi suaminya juga, barangkali cari pacar yang bisa untuk BBMan. Itu namanya menyelesaikan masalah nambah masalah. Laki-laki ini juga gak jelas ngapain cari pacar. Mestinya sekalian aja cari istri beneran untuk dinikahin bukan untuk diisengin.

Lalu ada yang lain lagi. Entah kenapa istrinya ngambeg kelamaan. Sampai berbulan-bulan pisah kamar dan istrinya menunjukkan ekspresi dingin. Laki-laki ini gak pernah diurusin istrinya lagi, bahkan istrinya gak mau tidur sekamar.

Dalam kegelisahannya dia putuskan cari pacar lewat internet dan sayang sayangan lewat chatting. Aku tanya, kenapa gak cerai lalu nikah lagi. Jawabnya "aku takut sendirian, aku gak biasa hidup sendiri". Aku lalu kebayang padang mahsyar, semua orang mempertanggungjawabkan kehidupannya sendirian, takut atau gak takut semua mesti dijalani. Idenya adalah nikah diam-diam dengan pacarnya baru ngurus perceraian dengan istri sahnya.

Aku bilang begini, banyak laki-laki menikah lagi dan menjanjikan pada istri keduanya akan menceraikan istri pertama. Kenyataan istri pertama tidak pernah diceraikan, biasanya alasannya JAGA IMEJ. Di depan teman-temannya kayaknya hubungan masih harmonis, pake baju sarimbit, padahal pernikahannya rapuh dan penuh kepalsuan.

Aku sarankan lagi, kalo memang punya pacar kenapa gak diceraikan istrinya, soalnya katanya istri pertama suka dandan seronok sedangkan pacarnya pake kerudung. Katanya "nanti aku tinggal dimana kalo cerai". Aku jawab "kontrak rumah atau sewa kamar". Ah, laki-laki manja pilih menambah masalah dari masalahnya soalnya takut sendirian dan bingung tinggal dimana. Aku pikir, kalo perlu tinggal di masjid, bantuin jagain masjid.

Itulah orang-orang yang menyelesaikan masalah dengan menambah masalah. Punya masalah dengan istri malah nambah masalah dengan pacaran sama orang lain. Gak mau cerai dengan istri pertama karena alasan gak jelas, tentunya juga malas mengurus birokrasi. Padahal pernikahan adalah komitmen dengan Allah, yang seharusnya dijaga betul, bukan untuk main-main. Bosan dikit sama istri, terus punya pacar... ckckckck...

5 comments:

Claude C Kenni said...

Intinya, kalo ada masalah, harusnya diselesaikan, bukannya diantepin. Berlaku untuk para lelaki tersebut, dan juga istri2nya. Pisah kamar dan diem2an juga salah satu bentuk lari dari masalah lho...

arya-devi said...

berarti mereka semua ..(yang curhat lewat fasilitas internet)..cuma iseng....dan tidak usah dilayani sepenuh hati.

Hiaku Herry said...

kalo secara logika sih, itu cuma akal2an aja buat deket sama km :))

Kang Kombor said...

aku boleh curhat via email nggak, bu?

r10 said...

yg jomblo galau blm nikah

yg nikah malah menyia-nyiakan manfaat menikah, sudah dapat 1/2 agama kok dilepas?