Friday, October 12, 2012

Istri yang sholehah

Di rumahku dulu sempat dijadikan tempat suatu LSM yang membela nasib wanita yang menjadi korban KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT). Islam sama sekali tidak mengajarkan perbuatan zalim, seorang yang berbuat zalim akan mendapat balasan setimpal dari Allah.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
 مَا مِنْ ذَنْبٍ أَحْرَى أَنْ يُعَجِّلَ اللهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يُدَّخَرُ لَهُ فِي اْلآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ
"Tidak ada dosa yang Allah swt lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi" (HR Tirmidzi)

Banyak sekali kasus terjadi wanita diperlakukan zalim oleh laki-laki karena secara fisik laki-laki lebih kuat. Bila ada kasus yang sudah membahayakan pihak wanita, maka LSM ini akan mengusahakan mengamankan wanitanya. Aneh memang di Indonesia tuh, istri sudah berdarah-darah, lebam, patah tulang, malah disembunyiin oleh pihak keluarga katanya aib, bahkan sering dianggap istri yang bersalah tidak mau mengabdi pada suami. 

Hmm... rasanya napasku tersengal-sengal... seperti kehabisan napas menuliskan ini semua... tarik napas pelan-pelan dulu...

Bagaimana menurut Islam seorang istri bila menghadapi suami yang zalim. Islam itu sebetulnya mengajarkan agar melakukan sesuatu sesuai kemampuan. Jadi bila masih bisa bertahan, maka bertahanlah karena istri sholehah yang tetap mengabdi pada suami saat meninggalnya di surga akan dinikahkan dengan seorang yang syahid. 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, hak suami atas istri ialah melayaninya sepenuh hati, tidak berpuasa satu haripun tanpa seizinnya, kecuali puasa wajib. Jika tetap dilakukan maka istri itu tetap akan berdosa dan puasanya tak diterima. Rasul juga menjelaskan kepada al-Haula', hendaklah istri tidak membelanjakan apapun dari harta suami, kecuali dengan izinnya. Bila tetap dilakukan maka suami mendapat pahala, sedangkan istri berdosa.

Rasulullah juga bersabda, perempuan tidak boleh keluar rumah bila tak mengantongi izin suami. Bila tetap keluar tanpa izin maka Allah akan melaknatnya dan para malaikat murka sampai istri bertaubat, sekalipun sang suami telah berlaku zalim.

Al-Haula' menanyakan apakah semua berlaku walaupun suami zalim? Rasulullah membenarkannya. "Lalu apa ganjaran untuk istri yang taat?" tanya al-Haula'. Rasulullah menjawab, tidak ada yang pantas bagi istri yang taat kepada suami, memenuhi haknya, mengumbar kebaikannya, dan tidak berkhianat atas jiwa dan hartanya, kecuali istri tersebut berhak atas satu derajat di bawah para syahid kelak di surga.

Jika sang suami seorang mukmin dan berbudi pekerti yang baik maka mereka akan dipertemukan kembali di surga. Bila tidak (mukmin dan berperangai baik) maka Allah akan menikahkan dengan seorang syahid.

Aku juga ingat kisah Nabi Ibrahim 'alaihi sallam yang berkunjung ke rumah anaknya Ismail 'alaihi sallam dan menyarankan agar menceraikan istrinya karena perilaku kurang baik. Saat mengunjungi Ismail lagi, Ismail sudah menceraikan istrinya dan mengembalikan kepada orang tuanya, lalu menikah lagi dengan wanita yang berperilaku baik.

Semoga Allah memudahkan semua hidup kita, mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat. Banyak sedekah akan memudahkan semua urusan kita dan mendapat balasan berlipat-lipat dari Allah. Insya Allah...

1 comment:

Indra Kusuma said...

ikut meng aminkan !

Sukses selalu
Salam
Eawantah's Blog