Sunday, October 28, 2012

Ketenangan dan kebahagiaan itu dari mana?

Bener juga kata seorang komentator di postingan sebelum ini. Kalo aku baca diskusi beda paham Islam, beda agama, isinya cuman ngamuk-ngamuk doang. Ada foto ibu-ibu seleb sexy di situs berita trus ditulis mana yang sexy komentarnya duuuuh... dari yang ngeres sampe yang marah-marah karena katanya baju terbuka melanggar ajaran Islam. 

Tadi pagi ada yang telpon aku, cowok dari luar kota seorang penulis, tau-tau aku disemprot dikata-katain seorang ibu, telponnya conference gitu. Itu ibu-ibu itu lagi stres masalahnya banyak banget, katanya suaminya ngaku punya pacar lagi. Aku itu gak kenal sama ibu-ibu itu. Aku lagi ngobrol bahas tulisan tau-tau dia nyelonong maki-maki aku. Sempet dikasih tau temenku dia sempet keceplosan ngasih tau rumahku, trus dibilang mau ke sekolahku, sekolahku mau diacak-acak. Apaan sih, gak kenal sama orangnya juga. Dia stres sendiri. Gak terima aku bisa ngobrol santai ma temenku. Anehnya temenku bilang kasian jadi didengerin. Gak jelas banget.

Coba deh, kasus apa kayak gitu. Ibu-ibu stres berat trus melampiaskan amarahnya kemana-mana. Aku sampai kesemprot cuman gara-gara katanya aku mengganggu curhatnya ke temenku. Bukan curhat sih, kayaknya cenderung semprot sana semprot sini.

Teori bejibun tentang kebijaksanaan memang tidak bisa diamalkan dengan mudah. Kita mesti mempunyai kesabaran tanpa batas. Sabar itu sendiri apa, sabar itu bisa menahan amarah jadi bicara tetap cool, tenang walau situasi panas. Lalu bersyukur itu apa, ya dalam situasi apapun tetap bersyukur. Banyak hal yang tak ternilai harganya kita dapatkan cuma-cuma tapi kita lupa bersyukur. Seperti udara yang kita hirup, kesehatan dan seterusnya. Butuh perenungan lama memang untuk bisa selalu tenang dan bahagia. Ada yang suka meditasi mengosongkan pikiran. Ada yang tenang kalau merokok, gak tau tuh aku rasa memang rokok bikin kecanduan dan kegelisahan bila tidak dihirup oleh perokok. Semua orang punya cara untuk mengatasi masalah masing-masing.

Waktu aku dulu masih gendut, aku mengatasi masalah kegelisahanku dengan ngemil. Setelah ngemil tambah gelisah lagi soalnya melihat pipiku yang tambah tembem. Hidup itu hanya ujian untuk di dunia fana ini. Hidup yang nyata adalah di akhirat. Semua orang Islam pasti tau itu, hanya tidak dipahami. Mereka yang stres, suka ngamuk, pake pembenaran, abis masalahku banyak sih, pusing, gak kuat. Yang suka nyolong, korupsi pake pembenaran abis butuh uang sih untuk hidup.

Aku juga masih belajar untuk selalu bersabar dan bersyukur. Melihat banyak orang jahat di sekelilingku, pernah dijahati, diteror, difitnah, dirampok, diculik anak-anakku tanpa aku tau kabarnya, dan banyak lagi. Dan anehnya mereka yang jahat tidak merasa, karena sibuk dengan pembenaran versi mereka sendiri.

Ada hukum sebab akibat dalam Islam. Yang suka menolong orang lain akan mendapat pertolongan tak terduga. Yang menjahati orang lain hidupnya akan kesulitan. Tapi mencoba memposisikan menjadi orang yang suka menolong orang lain biarpun hanya sekedar saran lewat email, atau bantuan kecil, tidak mudah. Aku sering merasakan kehabisan nafas.

Tapi Alhamdulillah selalu ada bantuan tak terduga dari kenalan lama atau kenalan baru secara tiba-tiba. Laa haula walaa quwwata illa billah. Bila Allah berkehendak, maka Allah akan memberi kesabaran, ketenangan dan kebahagiaan pada kita walau dalam kondisi yang sulit. Selalu berusaha menolong orang lain secara ikhlas Insya Allah akan dimudahkan hidup kita...

3 comments:

arya-devi said...

jika ditanya begitu....(andai ditanya teman), maka jawabnya tidak tau, karena hidup ini juga proses pencariannya kearah itu....masih hidup berarti masih menjalani proses pemcarian....
darimana?... tentu kita sama mencari.....dan yang namanya melakukan perjalanan mesti kudu siap...siap bekal..mental. Pembersihan diri sebgai awal pencarian....

zasachi said...

kita akan memetik dari benih apa yang kita tebar. kalo kita menebar benih kebaikan Insya Allah juga akan memetik kebaikan. kalo kita suka menolong, Insya Allah pertolongan Allah juga akan dekat dgn kita..

r10 said...

kalau lagi stress lebih baik salurkan saja "energi berlebih" kepada perbuatan baik

aku lagi pusing, ada user myquran garis keras yg tinggalnya dekat dengan rumahku

dia suka suudzon sama myquran (merasa diblacklist) tapi tetap saja bolak-balik ke myq

aku jadi takut