Sunday, November 11, 2012

Apakah umat Islam menginginkan perang?

Kalimat di atas adalah kalimat yang ditujukan padaku oleh sahabatku sendiri. Sahabatku paling akrab. Bahkan boleh dibilang aku cerita bebas padanya dan dia bercerita bebas apa yang dirasakan dan dipikirkan padaku.

Semenjak aku belajar Islam, aku memutuskan gak gaul lagi. Aku tau ada sekelompok teman lamaku suka banget ngumpul malam-malam, ngobrol gak jelas. Sedangkan aku mencoba menulis yang aku pikirkan. Apa saja, mulai dari kenapa manusia diciptakan, tentang kosmetik yang aman (karena banyak produsen nakal menaruh racun yang menyebabkan keguguran pada wanita hamil di racikan kosmetik), menerima diskusi yang menanyakan bagaimana agar wajah jadi segar (serasa jadi beauty consultant). Jadi yang bener aku beauty consultant apa pemikir apa pendidik PAUD nih... hehehe... yah, semuanya menyenangkan buatku sih.

Kembali ke judul di atas, apakah umat Islam menginginkan perang... jawabanku tidak. Begitu juga jawaban tegas oleh penceramah pengajian di rumahku tiap Selasa sore, kalo ada yang berkenan boleh ikut.

Lalu kenapa ada seorang bernama MUHAMMAD AL FATIH memutuskan untuk menaklukkan Konstantinopel, apakah itu berarti perang? Istilah AL FATIH berarti PEMBUKA. Orang barat menyebutnya CONQUEROR tapi itu terkesan garang.

Semua manusia punya jiwa yang membawanya akan kemana. Apakah tujuan hidup akan kembali ke fitrah seperti saat tiap tahun kita digembleng saat bulan Ramadhan. Hari kemenangan setelah Ramadhan disebut Hari Idul Fitri saatnya kita kembali ke fitrah tanpa dosa. Bagi yang berpuasa sungguh-sungguh, karena yang berpuasa tetap menurutkan hawa nafsu dengan berbuka puasa berlebihan, sibuk belanja baju baru, masih marah-marah, bahkan masih melakukan hubungan suami istri di siang hari, puasanya tidak lebih hanya mendapatkan lapar dan haus tidak mendapatkan pahala.

Dorongan jiwa yang akan mengarahkan kita ke mana. Sekarang aku banyak sekali melihat iklan menggapai mimpi, dan cenderung mimpi itu ke arah materi. Duit banyak kalo ikut internet marketing usaha ini itu. Sudah siap gagal, yang gagal lebih banyak dan yang beruntung hanya sedikit, jadinya bisa aja disebut gambling. Tapi sudahlah... mereka sudah ambil keputusan membeli mimpi.

Mau pake baju muslimah yang syar'i sekalipun, kalo di otaknya memilih mengejar mimpi, mencari duit melalaikan anaknya, demi yang disebut time freedom serta financial freedom, rasanya hidupnya terfokus duniawi. Aku tidak akan berkata panjang lebar soal para pembeli mimpi sampai bekerja full time melupakan mengurus anaknya. Kebetulan aku bekerja di Baby Day Care mengurus anak batita yang kedua orang tuanya bekerja, tidak punya waktu untuk anak-anaknya. Lalu apa yang dilakukan oleh orang tua setelah selesai bekerja, masih menyempatkan mengurus anaknya atau karena kecapekan memilih menyerahkan pada "mbak"nya, itu keputusan mereka sendiri.

Dorongan jiwa untuk menggapai mimpi itulah yang membuat Muhammad Al Fatih membuat pasukan istimewa. Pasukan terdiri dari laki-laki cerdas dan taat beribadah. Mengatur strategi agar muslim bisa memasuki Konstantinopel. Suatu kisah yang sudah diberikan gambaran oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam 800 tahun lebih sebelumnya.

Jaman sekarang berbeda dengan jaman dulu. Jadi yang dilakukan Muhammad Al Fatih tidak bisa dilogikakan pada jaman sekarang. Jaman sekarang kita mencoba berdakwah bahkan bisa melalui dunia maya. Termasuk penistaan agama Islam, dan lucunya blog yang mengajak pemurtadan dilakukan oleh yang beragama tertentu. Jaman dulu cara menyebarkan Islam dengan pendekatan yang berbeda. Bukan karena umat Islam menginginkan peperangan. Jaman sekarang masih ada perang, tapi tentunya dengan cara lebih samar. Penaklukan secara ekonomi, pemurtadan secara pola pikir, dan fitnah terbesar sepanjang masa akan ada skenario lebih dahsyat daripada sekedar pemboman WTC, yang lalu umat Islam dituduh yang bertanggng jawab.

Waktu masih merangkak kita mengharap surga. Setelah bisa berjalan mengharap pahala dari perbuatan yang kita kerjakan. Setelah bisa berlari kita mengharap ridho Allah, karena ridho Allah yang akan membuat kita masuk surga bukan amalan kita. Bila Allah berfirman supaya manusia bersyukur, ya kita jalani hidup dengan bersyukur. Bila Allah berfirman agar manusia bersedekah dimulai dari yang terdekat yaitu keluarganya, ya kita jalani seperti itu. Sulit? Memang butuh proses untuk selalu berusaha menjalani hidup istiqomah, apalagi setan akan berkeliaran membisikkan hal-hal provokatif pada orang di sekeliling kita untuk mematahkan semangat kita.

Allah berfirman agar manusia selalu menyambung ukhuwah, silaturahmi, perdamaian, saling membantu, tidak ada perintah untuk berperang kecuali dalam tekanan. Sebentar lagi bulan Muharram dan kita memperingati saat nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam hijrah dari Mekah ke Madinah karena tekanan kaum Quraisy yang luar biasa jahat.

Umat Islam menginginkan damai, hanya saja serbuan ajakan untuk melupakan Allah, menjadikan uang sebagai berhala, hawa nafsu sebagai berhala, membuat orang-orang beriman sangat berharap dan berdoa agar munculnya pemimpin yang adil. Dan pemimpin itu juga diberi kesempatan memimpin, karena politik itu kotor, penjegalan dengan money politics, black campaign, character assassination dan seterusnya. Apakah rakyat kecil sudah mendapatkan haknya, produk yang beredar aman dikonsumsi, atau pemimpin hanya sibuk mengumpulkan pundi-pundi karena aji mumpung.

Dengan kondisi carut marut yang meresahkan saat ini, banyak musibah, manusia beriman bertahan dengan hadits-hadits shahih dimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberi gambaran, supaya manusia beriman, bertakwa teruslah meningkatkan ketakwaan. Karena manusia beriman dan bertakwa akan diberi rejeki tak terduga, jalan keluar dari masalah, serta... suatu saat akan muncul pemimpin besar yang adil sesuai dengan zamannya nanti...

No comments: