Sunday, November 11, 2012

Blogger dadakan yang menjalankan online marketing

Entah apa cuman aku aja yang ngerasain atau ada yang lain juga ngerasain. Tiba-tiba banyak blogger dadakan yang menawarkan satu produk kosmetik yang katanya itu adalah bisnis online atau online marketing dan membuat orang bisa punya penghasilan berjut-jut.

Aku memulai ngeblog adalah untuk menulis uneg-uneg. Ada blogger lain menulis karena memang suka menulis puisi, atau cerpen, atau mengekspresikan kegiatan mereka. Para blogger dadakan yang menjalankan online marketing ini tulisannya sama bahwa mbak bla bla dan mbak bli bli dapat puluhan juta rupiah dengan memasarkan produk lewat online. Janjinya tanpa capek mesti rekrut orang sana-sini.

Kenapa tidak usah rekrut sana-sini, karena marketingnya adalah melalui online. Sehingga diharapkan banyak orang tertarik dari membaca iklan mereka entah lewat mbah gugel atau iklan di Facebook. Seorang yang kukenal sudah melakukan bisnis online sejak lama menyatakan orang memulai bisnis online lebih mudah untuk PPC (pay per click), tapi bila mau menguras pikiran lebih dalam hasilnya lebih banyak PPS (pay per sale), katakan menjadi reseller. Sekarang kayaknya ada istilah PPD... hahaha istilahku sendiri pay per daftar. Jadi dari online marketing ini diharapkan rekrutmen downline bukan dari keliling prospek sana sini tapi dari iklan lalu ada yang mengirim e-mail menjadi member di bawah yang pasang iklan.

Ada yang berani-beraninya nulis di blog bahwa bisnis MLM yang dipasarkan melalui online marketing itu halal. Dengan istilah bahasa Arab begini begini, sepintas paham banget gitu tentang halal haram suatu bisnis. Soal halal haram aku bukan pakar, tapi harusnya seorang calon diberi pengertian dengan jelas, bahwa yang namanya bisnis MLM yang paling diuntungkan adalah yang diatas, tapi mereka gembar gembor berani menyatakan SEMUA MENDAPAT KESEMPATAN YANG SAMA. Yang menjelaskan ini pakar MLM bukan? Kalo iya, berarti dia nipu soalnya aku pernah gabung di kelompok pentolan-pentolan MLM yang pintar banget presentasi produk, sukanya menjadi kutu loncat MLM satu ke MLM lain berusaha menjadi yang paling atas. Jadi seorang pakar MLM tau betul bahwa dalam usaha MLM yang paling diuntungkan adalah yang di atas.

Kebetulan sekarang ada satu produk kosmetik yang jadi trend, lagi naik daun. Perasaan aku sering ditawarin jadi member di situ. Ada member aktif (sibuk menjual dan merekrut dowline) dan ada member pasif yang hanya menjadi anggota, bisa beli produk atau tidak yang jelas tidak melakukan apapun untuk merekrut member. Jadi ingat dulu ada AMWAY yang sempat heboh, CNI, Thianshi dan berderet MLM yang lain. Tapi toh akhirnya bisa surut juga. Jadi kalo ada yang bilang bisnis MLM dari suatu produk akan berkembang terus tanpa henti juga belum tentu benar, akan ada saatnya surut, saat banyak yang memutuskan menjadi member pasif lalu tidak membeli lagi produknya.

Di Facebook, status orang-orang ini gak jauh-jauh dari foto produk, training, terus mencoba mengajak yang lain gabung di bawahnya. Foto yang di upload cuman seputar ngurusin bisnis terus, sampe aku gak pernah baca tentang kegiatannya di luar ikut pertemuan berkaitan dengan rekrutmen atau jualan produk ini.

Oke, hidup ini adalah pilihan. Jadi bila memang berniat memberikan separuh nafas untuk mengejar mimpi melalui suatu usaha, sampai melupakan kehidupan yang lain itu haknya. Ada yang kasih saran supaya terus bersemangat mengejar impian sampai bonus tertentu, pasang foto besar rumah yang diharapkan atau mobil impian. Impian bebas finansial adalah bisa jadi hanya sebatas mimpi. Tetap ada yang berhasil ada yang tidak.  Para pentolan MLM juga pasti tidak akan sepenuhnya mengandalkan penghasilan dari MLM ini kalo mereka berhasil, mereka juga mempersiapkan bisnis yang nyata kayak toko atau apalah.

Walau sedang jadi trend, dan penawaran menggiurkan uang banyak dalam sekejab, katakan downline yang direkrut berasal dari iklan di Facebook atau mana, bahkan tidak kenal sebelumnya, rasanya bisnis yang paling bagus menurut ajaran Islam adalah bisnis yang barokah. Apapun produk yang dijual, mesti jujur mengungkapkan kelemahan dan kekurangannya. Dan yang paling paham tentunya pentolannya, kalo pentolannya ngajarin keliru, padahal tau, bisa jadi nanggung dosa downlinenya yang mengikuti ucapannya begitu saja. Itulah pemimpin, bila amanah Allah akan meninggikan derajatnya, bila khianat terpuruk saat di akhirat nanti.

Aku jadi teringat ucapan Felix Siauw yang waktu aku dengerin di mesjid UIN kemarin menyatakan bahwa hanya yang bermental pengusaha melihat sesuatu tidak kelihatan di depan. Misalnya dulu menjual air bersih dalam kemasan dianggap aneh, sekarang menjadi bisnis besar. Bob Sadino juga mengatakan melakukan hal yang tidak terpikirkan oleh orang lain. Seorang Muhammad Al Fatih melakukan hal yang tidak terpikirkan oleh Konstantinopel dengan mengangkat puluhan kapal melalui bukit. Dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam saat hijrah juga melakukan strategi melakukan perjalanan melalui bukit batu yang terjal.

Semoga para seabreg blogger dadakan yang memposting hal yang sama ini banyak rejekinya deh... Dan semoga tidak melupakan kehidupan yang lain...

2 comments:

BlogS of Hariyanto said...

MLM meskipun dibolak balik namanya tetaplah sistemnya tidak berubah. selalau ada top leader yang menguras segala harta dan tenaga yang jadi downline atau member di bawahnya,
paling afdol berdagang secara umum sajalah..apakah di dunia nyata atau di dunia maya, dengan bermodalkan kejujuran insya ALLAH dagangan-nya kan terjual serta memjadi rezeki yang barokah...salam :-)

Ratnawati Utami said...

Saya masih beranggapan kalau mau jalani MLM boleh, asal diberi tahu dengan benar masalah top leader yang diuntungkan. Toh kita membutuhkan barang tersebut.

Perintis berhak dapatkan lebih. Tapi yang disayangkan para pelaku MLM sampai melakukan apa yang disebut meninggalkan zona nyaman. Jadi setengah mati mencoba rekrut sana sini sampai kehidupan lain keteteran.

Untuk bisnis online juga untung-untungan. Dari sekian pemasang iklan siapa yang dapat member banyak, dan ada juga yang gak dapat apa-apa tidak seperti yang dijanjikan. Bukan orang yang berhak memutuskan itu judi atau bukan