Friday, November 2, 2012

Pertanyaan di email "benarkah senyum itu sedekah"

Ada yang nanya ke aku di email. Aku kutip dengan sedikit perubahan tidak mengubah makna. Singkat saja

Benarkah senyum itu sedekah?

Aku jawab...

Iya benar. Senyuman yang tulus untuk membahagiakan dan menentramkan hati orang lain. Pada dasarnya Islam sangat mengutamakan hati, membuat hati bahagia akan dibalas Allah berlipat-lipat. Sedangkan yang menyakiti hati orang lain akan mendapat teguran. Apakah teguran itu akan membuatnya lebih baik atau malah tidak dipedulikan bisa saja. Tapi pada yang hatinya mati Allah akan membuatnya seakan dia benar dan menang sehingga tidak mamupu bertaubat saat kematiannya dan hukuman di neraka menjadi semakin dalam.  

Ini aku kutip dari harian Republika...

Tanda yang tampak terlihat pertama seorang mu'min setelah ucapan salamnya adalah murah senyum, 

Rasulullah bersabda, "Senyummu pada saudaramu adalah sedekah", "Jangan sekali-kali kalian meremehkan suatu kebaikan, meski hanya berupa keceriaan wajah ketika kalian bertemu dengan kawan kalian" (HR Muslim), "

Orang yang bermuka masam dan tidak membuat orang lain gembira adalah orang yang tidak memiliki nilai kebaikan disisi Allah". Sungguh senyum menghancurkan keangkuhan diri, pintu silaturrahim, menghilangkan tegang, semua jadi santai, raut muka jadi bagus dan bernilai ibadah.

Dia jawab lagi. Tapi agak panjang

"Mbak ini kayaknya penganut Islam fanatik. Gak pake toleransi. Masak iya kalo ke tempat kesusahan kita mesti banyak senyum. Misalnya di tempat orang kena musibah masak harus senyum".

Aku jawab lagi

Saya itu di blog suka dikomentarin diceramahin macem-macem katanya sih mesti menjalankan semua sunnah  Rasulullah secara utuh termasuk berpakaiannya seperti jaman dulu. Guru saya sih ngajarin bahwa sunnah itu dicontoh lebih pada akhlaknya. Saya berpendapat bahwa Islam mengikuti zaman dan budaya. Tentunya tetap ada batas-batas tertentu.

Sebetulnya masih ada pembicaraan lain tentang aku dicurhatin orang galau dan berusaha membuat mereka tersenyum kembali. Aku sempat bilang, Islam mengajarkan untuk selalu optimis, berprasangka baik pada Allah, dan selalu bersyukur. Jadi dalam kondisi apapun tetap bisa bersyukur, karena banyak hal yang kita miliki itu priceless, kayak kesehatan. Begitu badan tidak sehat baru sadar kan, begitu banyak anugerah dan karunia Allah di kehidupan kita ini....

2 comments:

r10 said...

kalau senyum2 sendiri mbak? :D

kadang aku suka gitu :D

arya-devi said...

sy orgnya murah senyum....sampai-sampai...ups, bahasanya yang benar "sehingga" pohom, tanah dan langit saya senyumi.....cie