Sunday, December 2, 2012

Mimpi

Mimpi bisa berupa bunga tidur atau harapan. Ada yang bilang kita bisa menjadi apa saja yang kita inginkan. Asal kita fokus dan mau bekerja keras. Definisi bekerja keras aku sendiri masih agak kurang setuju kalo sampai meninggalkan zona nyaman sampai meninggalkan keluarganya, anak-anaknya tanpa dititipkan pada orang yang dipercaya (maklum kerja di bagian penitipan bayi full day). Boleh saja anak ditinggal asal dititipkan pada orang yang dipercaya, dan setelah pulang masih menyempatkan bermain atau komunikasi dengan anak.

Aku sering mimpi pergi jauh dari tempatku sekarang. Entah sekedar mimpi atau keinginan yang amat sangat. Untuk sementara pergi meninggalkan tempat yang aku pernah menumpahkan begitu banyak air mata, bahasa lebaynya sampai berdarah-darah.

Orang lain boleh bilang gitu aja dipikirin. Tapi buatku walau berusaha survive, mencari uang untuk menghidupi diriku sendiri, tetap saja pada titik tertentu membuatku begitu sulit. Aku tahu aku mesti bersabar. Aku tahu Allah bersama orang yang sabar. Aku tahu hidup ini hanya ujian kesabaran dan kita mesti bersyukur. Tapi sekarang aku pada titik dimana aku sampai menangis darah.

Aku dapat SMS dari anakku nomor dua, setelah sekian lama dia ikut bapaknya dia mau ikut aku. Komentar rekan kerjaku, bukannya itu hal yang bagus. Hanya saja situasinya sudah tidak seperti dulu. Dulu aku punya kendaraan mobil. Dulu aku bisa mengajaknya belanja baju bagus untuknya. Mengajak jalan sekedar melihat gunung atau laut. Sekarang aku gak punya apa-apa. Aku hanya punya kendaraan sepeda. Aku tidak bisa membiayai untuk masuk sekolah internasional, sekolah dengan yayasan yang sama di tempat aku bekerja ini.

Dan keajaiban itu muncul. Aku kenalan lewat situs perkenalan khusus muslim. Dia muslim bekerja di luar negeri... ntar deh ceritanya dimana. Ngobrol ngalor ngidul deh. Aku sudah cek IP Address, yang jelas bukan Afrika atau Malaysia atau Inggris yang banyak tongkrongannya scammer itu. Ceritanya juga detil...

Soalnya aku sendiri bergabung dengan grup di yahoo para korban scammer yang anggotanya kebanyakan orang Amrik. Dan dikasih tau bagaimana agar mewaspadai kejahatan internet. Yah, justru dia yang nawarin green card. Duh, aku hanya ingin berteman sampai lemes ngobrol sama dia kayak gitu. Dan memang aku sering dengar cerita banyak orang tinggal di Amrik sana suka berbaik hati bantuin kasih green card gitu.

Entahlah... aku sempet bingung. Moga-moga bisa mengatasinya. Semalaman sampai gak tidur. Kenapa mesti pindah jauh. Dan aku juga sudah jauh lebih hati-hati, gak akan main transfer apapun yang terjadi. Soalnya orang asing kalo punya masalah akan ke kedutaan besar/embassy bukannya minta bantuan teman chat.

Dia akan ke Jogja. Untuk lebih mengenal. Ini tulisan untuk menguatkan diriku sendiri. Bahwa kita mesti menikmati proses dan tetap siap mental bahwa bisa saja seseorang hanya berbasa basi dan lalu berubah pikiran.

Masih dalam proses. Semoga aku bisa menjalani proses ini, dan tetap siap mental apapun yang terjadi. Tapi beneran... mataku ijo ditawarin green card... asli. Sampe gak bisa tidur. Jadi SLEEPLESS IN JOGJA nih...

No comments: