Monday, January 7, 2013

Di Pangalengan menjamak shalat dan mandi

Aku menilis artikel ini masih di Pangalengan, Jawa Barat.... Brrrrr... dingin banget. Di vila ada perapiannya. Selama 4 hari di vila, dan sehari sempat di mountain resort Citere.

Berkumpul dengan keluarga besar ada anak SMP yang tanya, katanya kalo menjamak mesti 600 km ya. Mencoba nanya ke mbah Gugel, jawabannya ulama ada perbedaan antara 80an km dan 120an km jarak dari tempat tinggal kita. Pokoknya Islam tidak memberatkan umatnya untuk beribadah. Apalagi kita hidup di Indonesia yang banyak sekali masjid.

Aku suka chatting dengan muslim dari luar negeri, ada yang di Eropa, Amerika, Kanada, Australia, Inggris, dan mereka cerita kalo di sono masjid cuman dikit tapi persahabatannya malah sangat erat.

Di Pangalengan dingin banget, kebetulan keponakanku menikah dengan putri seorang insinyur pertanian yang mempunyai perkebunan dan pengolahan kopi. Kakakku sempet jalan-jalan ke pengolahan kopi yang memelihara luwak, aku cuman diceritain, masih mlungker di bawah selimut soalnya. Kopi dari kotoran luwak adalah kopi termahal di dunia, dan diburu penggemar kopi.

Aku bukan penggemar kopi. Aku sudah bisa melek dengan air wudhu, hehehehe... Sekali-sekali minum kopi, tapi yang ringan dengan creamer. Puding buatanku aku suka bikin dari campuran susu kental manis, agar, jelly coklat, air kopi. Vlanya dari susu segar kotak ditambah gula, kuning telur dan aroma rhum tanpa alkohol, tanpa rhum vla akan menjadi amis. Tapi sekarang aku membiasakan minum susu kambing... setelah mencoba banyak macam herbal dari habbatussauda, spirulina, gamat... ternyata aku gak telaten ngepil... hehehe... sarapan dengan susu kambing bagus untuk orang seumurku untuk mengatasi anemia dan osteoporosis.

Soalnya dingin banget di Pangalengan aku juga "menjamak" mandi. Sebelum acara akad nikah, mandi di mountain resort ada air panas. Tapi di vila Pangalengan pilih gak mandi, heheheh... ntar siang udah turun ke Bandung trus malamnya cabut ke Jogja. Dari pengalaman di Bali yang celana jinsku lama keringnya waktu nyuci (apalagi di musim hujan) aku beli beberapa soft jeans untuk traveling. Di Pangalengan soft jeans dirangkap dengan legging kaos. Tapi soalnya gak banyak keringat ya sudah... gak dicuci...

Sedang tidak terlalu berminat untuk banyak motret... kurang tidur, dan menyempatkan menjawab pertanyaan konsumen di toko online. Juga chatting sama sobat di Kanada yang cerita sibuk dengan salju. Tapi Alhamdulillah masih bisa posting 2 artikel...

2 comments:

Anonymous said...

Makin tinggi dataran (dari permukaan laut) maka udara makin dingin. Padahal...semakin tinggi tu semakin mendekati matahari, tapi tidak makin panas. Afala yatafakkaruun..

jabar arif said...

Pagi mbk....