Saturday, January 12, 2013

Mencoba menurunkan berat badan dengan daun jati cina dan daun jati belanda

Waktu aku ikut pengajian di Taruna, salah satu pondok pesantren di Yogyakarta, sebulan sekali tiap hari Minggu, salah satu pembicaranya adalah dosen Farmasi UGM. Waktu itu beliau menjelaskan bahwa daun jati cina memang bisa menurunkan berat badan tapi seharusnya ditambah dengan daun jati belanda. Efek mengkonsumsi daun jati cina terus-menerus kurang baik untuk tubuh.

Demikian juga dengan rosella, teh merah ini mengandung vitamin C dosis tinggi, kurang cocok untuk penderita maag, dan sebaiknya jangan mengkonsumsi terus menerus, setelah minum rosella seminggu berturut-turut berhenti beberapa hari, baru mengkonsumsi lagi.

Berhubung barusan pulang dari Pangalengan, Jawa Barat, di sana ada pesta nikah keponakan, yang punya hajat acaranya sampai beberapa hari, di sana cuman makan tidur aja, rasanya gak nyaman banget berat badanku cepet banget naik. Aku memutuskan untuk mengkonsumsi kapsul jati cina, jati belanda.

Aku minum sebelum makan, dan tidak seperti cerita temanku, kalo mengkonsumsi daun jati cina tok, seharian mules gak karuan bolak balik ke kamar mandi untuk BAB. Kalo aku sih, 4 kapsul jati cina ditambah 4 kapsul jati belanda ( banyak ya.... hahaha) diminum sebelum makan siang efek mulesnya cuman di malam hari, sekali ke kamar mandi gak sampe bolak-balik.

Tentunya sih, aku juga menambah jogging di pagi hari, sarapan buah, siang makan nasi sedikit mengurangi gorengan, malam makan sayuran... semoga bisa mengurangi berat badan.

Ini aku mencoba memuat postingan tentang daun jati cina sumber dari http://www.facebook.com/notes/jamu-rahayu-ny-anna-malang/salah-kaprah-antara-jati-belanda-dan-jati-cina-senna/297951993550236

"Pak, saya mencari daun jati belanda, yang buat diet itu lho", kata seorang pengunjung toko kami. Segera saya mengambil kantong di belakang saya dan mengeluarkan daun yang bernama latin Guazuma ulmifolia Lamk itu. "Lho, bukan yang itu, pak, yang daunnya kecil-kecil" sambil menunjuk sekantong daun Senna, atau biasa disebut sebagai daun jati cina, atau daun salamaki. 

Banyak sekali informasi yang rancu antara kedua tanaman tersebut. banyak yang mengira daun jati belanda adalah daun Senna, dan biasanya mereka mengkonsumsi Senna untuk menurunkan berat badan. Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk) memiliki kandungan tanin dan musilago (pembentuk massa feses / kotoran) yang secara efektif menurunkan berat badan. Tanaman jati belanda mengandung berbagai senyawa kimia aktif antara lain tanin, musilago, kafein, β sitosterol, friedelin, kaueronic acid, flavonoid, saponin, antioksidan proanthocyanidin, dan lain sebagainya. Tanin adalah molekul dengan ukuran besar dan berikatan kuat dengan protein. Didalam pencernaan, sifat tanin yang mudah berikatan dengan protein ini, memungkinkan protein di permukaan usus mengendap sehingga mengurangi penyerapan makanan, disinilah peran jati belanda untuk urusan penurunan berat badan. 

Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk)


Daun Senna (Senna alexandrina) berasal dari dataran tropis dan digunakan sebagai obat-obatan sejak zaman dahulu mulai dari orang mesir, arab, india, sampai ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, digunakan sebagai Laxative atau pencahar dalam kasus konstipasi (susah buang air besar), pergerakan usus terjadi setelah enam sampai dua belas jam setelah mengkonsumsi Senna. Ada sekitar 250 jenis spesies yang berbeda. Kandungan utama dari senna adalah anthraquinon. Senna sebaiknya tidak digunakan lebih dari tujuh hari berturut-turut kecuali dalam pengawasan dokter. dan tidak boleh digunakan untuk melancarkan BAB sehari-hari.  Berdasarkan pengalaman pelanggan yang mengkonsumsi senna setiap hari, begitu mereka menghentikan konsumsi senna, mereka tidak bisa buang air besar, mungkin karena usus terbiasa dibantu senna untuk bekerja. Wanita hamil, menyusui, dan anak-anak tidak boleh mengkonsumsi senna. Senna mengandung anthraquinone, penderita penyakit diverticular, ulcerative colitis, penyakit Crohn's, penyakit pembuluh darah, gagal jantung, sakit jantung, anemia, abdominal hernia, kanker saluran pencernaan, penderita gangguan hati dan ginjal, dan orang yang baru operasi / pembedahan usus dilarang mengkonsumsi senna.



Efek samping dari senna: Kram dan rasa sakit seperti diremas di bagian abdomen karena kontraksi otot. Senna juga menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit (kehilangan potassium) dan kekurangan cairan tubuh (karena diare), mual, kebal di ujung jari, penurunan berat badan (karena diare), dan pigmentasi gelap di usus yang disebut melanosis coli dengan pemakaian jangka panjang. Senna juga dihubungkan dengan keracunan pada hati. Dilaporkan seorang wanita berusia 52 tahun yang mengkonsumsi senna sebanyak satu liter setiap hari selama lebih dari 3 tahun, dan terkena gagal hati akut gagal ginjal yang membutuhkan perawatan intensif. Penggunaan jangka panjang dari anthraquinon pernah dihubungkan dengan perkembangan adenoma dan kanker.

Dosis tinggi anthraquinon bisa menyebabkan diare berdarah atau muntah-muntah. Jadi, berhati-hatilah mengkonsumsi daun senna, untuk menurunkan berat badan, gunakan daun jati belanda, dan telitilah bahwa daun jati belanda anda benar-benar Guazuma ulmifolia dan bukan Senna. Daun Senna / Jati Cina / Salamaki (Senna Alexandrina)


Sumber: Feltrow, C.W. and J.R. Avila. The Complete Guide to Herbal Medicines. New York: Simon and Schuster, 2000. Peirce, Andrea. The American Pharmaceutical Association Practical Guide to Natural Medicines. New York: William Morrow, 1999. Vanderperren B, Rizzo M, Angenot L, Haufroid V, Jadoul M, Hantson P. Acute liver failure with renal impairment related to the abuse of senna anthraquinone glycosides. Ann Pharmacother. 2005 Jul-Aug;39(7-8):1353-7. Willems M, van Buuren HR, de Krijger R. Anthranoid self-medication causing rapid development of melanosis coli. Neth J Med. 2003 Jan;61(1):22-4.

UPDATE 22 Oktober 2016

Aku memutuskan untuk minum VCO 2 sendok makan dan dilanjutkan Madu Langsing. Sejauh ini oke, berat badanku pelan-pelan turun. Linknya di

https://amiratnawatiutami.blogspot.co.id/2016/10/vco-madu-langsing-turunkan-berat-badanku.html

9 comments:

kira said...

wah, kalo daun jati jawa bisa ga ya? ehehehe
berat badanku udh hampir 80 Kg nih. hoohohoho

Anonymous said...

Semakin sering kita nabung, maka tabungan makin banyak. Semakin banyak kalori kita simpan, maka makin banyak lemak mengendap. Supaya tetap ideal, bakarlah kalori yang masuk. Caranya? Ikutan mbak Ami joging dan sepedaan...

Niar Ci Luk Baa said...

wah banyak banget yaa mbak ami makan obat2nya, kalau olahraga yang kurang ini niar :D

makasih sarannya mbak ami :D

danirachmat said...

Wah jadi tahu Mba Ami cara menurunkan berat badan dengan bahan alami dan efek-efeknya.

Hengki Efendi said...

Gimana cra bedainny teh jati belanda n teh jati china?????Hampir mirip..Thank's sblmny..

zhe zhe said...

Klo mo beli daun jati belanda dmn ya?bb q dah 65kg baby q dah 2th tp bb blm blk normal ks almt n hrgnya y mks by zhe zhe

Alisah Aza said...

Makasih info nya bermanfaat bngt buat saya

suerna dharma said...

Kmmksiinfony

nurfaidah shobiroh said...

Minum y 4 kapsul langsung?