Friday, March 8, 2013

Aku masih hargai yang belum gunakan kerudung

Menggunakan kerudung itu pilihan hidupku. Kenapa tidak menggunakan rok dan kerudung lebar? Ini penjelasan dari tempat aku bekerja, bahwa sebaiknya blus agak panjang, kerudung pendek tidak masalah asal blus tidak ketat, dan guru PAUD itu sebaiknya menggunakan celana panjang agar mudah mengejar anak balita yang berlarian. Gak ada jaim-jaiman mesti pakai rok, soalnya perlu bergerak cepat.

Memang ada ulama besar jaman dulu yang menuliskan bahwa baju mesti kerudung lebar, baju abaya lebar bahan tebal. Tapi tentunya Islam berkembang dan mendunia.

Jaman Soekarno, Indonesia menolak budaya barat. Tapi bajunya mengadopsi budaya barat. Budaya kita, dari berbagai suku menggunakan baju berwarna-warni. Awalnya memang masih canggung menggunakan kerudung, tapi akhirnya dipopulerkan oleh designer yang memperkenalkan baju muslimah a la Indonesia yang trendy dan berwarna-warni.

Sekarang di pesta pernikahan, baju pengantin wanita yang digunakan sebetulnya masih menampilkan bentuk tubuh, menggunakan baju adat hanya ditambahkan penutup kepala. Kalau di Jawa, biasanya rambut ditutup penutup kepala berwarna hitam lalu ditambahkan rangkaian melati.

Indonesia itu begitu indahnya, punya banyak budaya, dan berbagai suku. Apa iya baju muslimah yang mencirikan dia wanita sholehah adalah yang bahan lebar, warna gelap dan tebal. Soal keimanan, bagaimana menggunakan baju muslimah yang syar'i, tentunya pilihan hidup.

Aku masih menghargai yang belum gunakan kerudung, masih berteman dengan mereka. Dan beranggapan, siapa tau mereka ini lebih sabar dari aku, lebih banyak beramal sholeh, lebih banyak bermanfaat bagi orang lain.

Memang sih, sering melihat yang roknya kependekan, pakai high pants, tank top. Kalau tidak kenal masak iya sih ngomongin ke mereka, "hei, dosa tau kelihatan pahanya". Sebagai penggemar olahraga softball, ada beberapa atlit perempuan menggunakan celana pendek. Tapi ini kan di lapangan, tempatnya kita bicara teknik permainan, bukan bicara soal Islam. Jadi ya, aku tetap berteman baik dengan mereka.

Salah satu yang aku berusaha menghindari adalah merasa diri sendiri lebih baik dari orang lain. Nanti kalau merasa lebih baik jadi sombong, dan sombong itu membuat seseorang masuk neraka. Sikap iblis merasa dirinya lebih baik dari manusia dilaknat Allah, menimbulkan kebencian pada manusia.

Jadi walau menggunakan kerudung, yang masih pantas digunakan di Indonesia, tidak memancing perhatian berlebih, toh secara genetik laki-laki di Indonesia memang tidak separah  memandang aurat wanita dibanding orang Arab.

Kerudung itu pilihan hidup, semua orang pasti menggunakan baju sesuai dengan kenyamanan dirinya. Dan seorang muslim sebaiknya menghindari sikap sombong, merasa lebih baik daripada orang lain. Jadi biarkan saja masalah pilihan hidup ini, tugas kita hanya untuk mengingatkan kebaikan. Lebih baik bila kita banyak membantu dan bermanfaat bagi orang lain. Daripada membahas orang lain yang kita anggap buruk karena kita anggap penampilannya yang membuat dosa, lebih baik intropeksi diri, apakah kita sudah bermanfaat bagi orang lain?

Allah berfirman
يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّـهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ اللَّـهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ 
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
 خير الناس أنفعهم للناس 
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
Tidak akan masuk surga seorang yang dalam hatinya ada sebiji dzarrah dari kesombongan. (HR. Muslim)

3 comments:

leniwijayanti said...

tetaplah menjadi sosok sederhana dan selalu berpikiran postif terhadap orang lain ^^ salam kenal ya

Anonymous said...

Taat pada Allah dan Rosullullah, dalam arti yang sesungguhnya, sesuai dengan kemampuan kita.

Muhammad A Vip said...

orang pada berlomba-lomba pakai kerudung, dan saya bingung, karena kepalanya dikerudungi tapi tampilannya tetap saja menggoda syahwat.
saya melihat tradisi yang sudah hidup lama di indonesia dengan kebaya dan kerudung model segi empat panjang lebih islami dari yang ngetren sekarang