Thursday, March 7, 2013

Gak laku-laku, susah cari jodoh

Ini judul memang sedikit lebay, tapi aku gak merasa begitu sebetulnya. Masih bisa ketawa-ketawa walau menjomblo dan tetap bersyukur.

Sebetulnya sih, seandainya kita menginginkan sesuatu hal, cobalah untuk banyak membantu orang lain. Karena perilaku positif juga akan mendatangkan hal yang positif.

Kalau menurut Islam sih, bila punya masalah mesti ikhtiar, sabar, tawakal. Dan juga memperbaiki diri supaya lebih baik. Orang banyak uang memang sepertinya mudah menyelesaikan masalah, termasuk mendapat pasangan. Yang jadi masalah itu berkah atau tidak uangnya.

Sholat sunat ditambah, sholat malam sholat dhuha, perbanyak sedekah, memperbaiki karakter dan menambah kebiasaan baik.

Semoga hidup kita dimudahkan Allah dalam segala hal...

12 comments:

BlogS of Hariyanto said...

yang penting tetap bersabar dan berikhtiar serta berdoa..karena masing-maing kan bertemu jodohnya, yang suci ketemu yang suci, yang bejat ketemu yang bejat ...salam :-)

Ratnawati Utami said...

Ada komentar lewat e-mail

Saya jadi teringat akan perkataannya Dr. Aidh Al Qarny : "Seandainya seorang wanita memiliki seluruh dunia, mendapatkan seluruh ijazah di dunia ini, dan meraih seluruh bintang kehormatan, namun ia tidak memiliki suami, maka ia adalah tetap sebagai seorang yang miskin"

Ratnawati Utami said...

@S Hariyanto, memang begitu. Kalo gak dapat di dunia, dapat di surga

Ratnawati Utami said...

@komentator di email, soal wanita yang tidak punya suami bukan wanita yang berhak masuk surga?

Sekarang begini, ada kisah pembunuh 100 laki-laki berusaha menuju kampung beriman, di jalan dia mati. Jadi rebutan malaikat Malik dan Ridwan, akhinya malaikat Ridwan yang mendapatkan dan membawanya ke surga.

Kok dia masuk surga? padahal belum beribadah malah sudah membunuh seratus jiwa. Karena hatinya sudah bertaubat dan dia berikhtiar ke sana, hanya langkahnya terhenti oleh kematian.

Wanita yang sudah berikhtiar mencari pasangan tapi terhenti oleh kematian bisa jadi mendapat pasangan di surga. Atau orang beriman ingin naik haji tapi terhenti oleh kematian bisa jadi dia dihajikan oleh orang lain.

Jadi pendapat seseorang, bahkan pakar Islampun mesti disesuaikan dengan situasinya.

Apa ada ulama lain mendukung pendapat beliau?

Yudi Darmawan said...

insyaAllah, ada jalan..

Claude C Kenni said...

Katanya, seiring kita bertumbuh dewasa, semakin jarang kita merasakan yg namanya chemistry dengan lawan jenis seperti rasa deg2an atau salah tingkah. Chemistry itu baru akan ada setelah kita merasakan keintiman dengan dia.

Jadi intinya, kalo udah bukan remaja lagi (seperti saya >_<), udah saatnya mencari jodoh menggunakan logika, bukan perasaan...hiks...

Enny Law said...

Aku pernah denger sih katanya wanita itu gak akan sempurna kalau dy blm berkeluarga.

Mungkin ada benernya karena dengan bekeluarga dapet banyak pahala. Tapi bisa juga dapet bnyk dosa, hehhe.

Aku jg gak setuju klo wanita yg gk pny suami gk berhak masuk surga. Emank ada dalilnya perkataan seperti itu? :D

Btw klo mba sendiri pengen nikah lagi apa engga?

leniwijayanti.com said...

usia saya 25 tahun dan tunangan saya minggu depan berulang tahun ke 39, tapi untungnya penampilannya tidak terlalu tua karna dia cukup apik merawat diri. :)

vahaa said...

Wow..
Kenapa pada mentingin surga Dan neraka ya?
kenapa ndak skalian mentingin yg bikin surga Dan neraka?
Maaf masi ababil banget NIH ane, hihihi.. :D

Anonymous said...

Kita punya masalah yang sama. dari fisik banyak cewek yang bilangin saya ganteng, penghasilan mapan, penampilan rapih, jangankan jodoh temen cewek yang akrab aja gak ada. padahal populasi cewek kan lebih banyak ketimbang cowok. setelah dipikir ternyata ada yang kurang dengan saya, yaitu cara berkomunikasi saya. itu semua disebabkan semakin tua lelaki maka kelakuan lelaki itu semakin kaku, kolot dan tidak menarik. soalnya kehidupan kita hanya disibukan untuk kerja dan mencari uang saja, tidak seperti waktu di zaman sekolah atau kuliah dulu yang idupnya dipenuhi dengan banyak aktivitas dan becanda gurau tanpa memikirkan beban apapun.

disisi lain kadang saya bingung lihat cowok yang mukanya pas-pasan datang dari golongan menengah kebawah yang hanya bermodalkan motor bebek, dia bisa bonceng 2 cewek sekaligus.

dari yang saya baca "untuk PDKT dengan watita, jangan pernah jadi diri sendiri. jadilah yang terbaik dari diri kita.

Jangan pernah berharap anda bakalan dapet cewek jika anda merasa kelihatan tua gak pernah merawat diri, ngerokok melulu, makan sembarangan, tidak pernah olahraga.

maka yang saya lakukan selain berusaha saya juga menuruti nasehat orang tua saya untuk melaksanakan solat sunnah hajat/tahajud.

Anonymous said...

usia saya 27 tahun menikah punya 1 anak...bercucuran air mata, saya mohon sama Allah dikasi jodoh yang mencinta saya , dan Allah memberikan jodoh (suami) seperti yang saya minta...tidak pintar, tidak kaya, tidak berpendidikan tinggi, tidak tampan dan dari keluarga biasa...tapi Allah maha memberi saat kita bersyukur....maaf sepertinya mba menganggap diri sempurna...kita banyak kekurangan mba..

Ratnawati Utami said...

Saya tidak pernah merasa kalo saya sempurna.

Baca tulisan di atas gak, saya banyak dizalimi karena berusaha baik dan pengertian pada orang lain.

Saya tidak mau suami yang tidak sholat, tidak mau belajar Islam. Saya meninggalkan tipe laki laki seperti itu.

Yang bangga karena tidak relijius banyak. Tapi lebih banyak lagi mengaku paham Islam tapi masih maksiat.

Patokan saya bukan kaya, ganteng, tapi ngomong dengan Islam nyambung. Saya ingin didukung suami meraih akhirat.

Dan saya pengennya cinta dengan suami. It takes two to tango.

Emangnya anda kecewa suami anda tidak ganteng, tidak kaya, jadinya yanh penting nikah demi status bukan karena kebahagiaan saling sayang