Saturday, April 27, 2013

Pengalaman spiritual saat umroh

Sebetulnya aku masih punya banyak foto juga ada video yang tersimpan di camera digitalku. Tapi entahlah, di kepala ini numpuk foto yang pengen di upload, Blogspot lagi down. Sampe mikir apa perlu nulisnya di Wordpress? Aku punya beberapa blog di wordpress tapi isinya tentang perkembangan anak, atau catatan di awal aku ngeblog.

Pengalaman spiritual orang itu macem-macem. Kalo dengerin pengajian pak Munichi (cucu KH Ahmad Dahlan) beliau cerita bahwa ada orang menangis saat di masjid sampai tersedu-sedu tapi sampai di kantornya korupsi. Seharusnya kalo percaya Allah melihat yang kita lakukan kita gak akan berani korupsi. penjelasan pak Munichi, keimanan dan ketakwaan pada Allah ditinggal di masjid.

Dari salah satu catatanku, aku menulis ada hati yang mati, hati yang sakit, dan hati yang sehat (selamat). Hati yang mati itu tidak percaya adanya Tuhan, bangga dengan itu dan meremehkan yang percaya pada Tuhan sepenuhnya menggunakan logika. Hati yang sakit, di sisi lain percaya sepenuhnya pada Tuhan, di sisi lain melakukan maksiat. Kadang melakukan maksiat dengan melakukan pembenaran pada ajaran agama. Sedang hati yang sehat selalu menjaga perbuatannya agar tidak menyakiti hati orang lain, mudah memaafkan, suka menolong yang membutuhkan, dan lainnya seperti di Al Qur'an dan hadits.

Saat umroh aku banyak diam, tidak banyak omong bahkan mungkin dipikir oleh jamaah lain aku sombong. Tapi di kepalaku banyak sekali yang kupikirkan, dan aku hanya katakan kepada yang mau mendengarkan aku. Banyak kasus aku baru bicara sebentar lalu diberondong "mbak gak boleh gini, gak boleh gitu, di Islam gak boleh ini itu". Makanya aku nulis di blog ini, ini blogku dan aku merasa bebas menyampaikan semuanya. Dibilangin masang foto itu haram, punya akun facebook haram, pakai celana panjang haram.

Saat aku umrah ada yang komentar kalo aku mudah tertidur. Sebetulnya aku sedang merenungi semuanya. Aku ingat anak-anakku, pemberontakanku, kekecewaanku, kesedihanku. Percakapan dengan nuraniku setelah thawaf wada' di Masjidil Haram "ambil hikmahnya dari semua kejadian, kalau kamu dimudahkan kamu tidak akan berusaha mengerti tentang firman Allah, membaca hadits dan belajar Islam lebih dalam".

Waktu di Raudhah setelah keluar duduk di karpet menunggu jamaah lain yang belum keluar, aku juga melihat gambaran agar aku selalu melakukan perbuatan karena Allah, bukan mengharap pujian orang lain. Kesombongan, kelihatan hebat di mata orang lain akan menghanguskan pahala ibadah kita seperti kayu kering terbakar.

Masalah rejeki memang tak disangka-sangka. Cuman membuatkan blog tentang REUNION ISLAND, aku dikirimi oleh seseorang yang tinggal di sana 200 euro untuk bekal aku umroh. Dia minta aku doakan, hampir mirip kasusnya sama aku, mantan istrinya tidak membolehkan dia ketemu anak-anaknya. Sayang untuk kesana terlalu jauh, tiket ke sana aja 900 euro. Ini blog yang aku bikin di BLOGSPOT dan WORDPRESS. Linknya www.reunionislandtravel.blogspot.com dan www.reunionislandtravel.wordpress.com .

Atau klik gambar di bawah ini




Baca juga:
Tidak perlu belajar Islam (kalo malah jadi sombong dan menjauh dari lingkungan)
Gegap gempita di Palestina (emangnya nyanyi itu haram)
Cinta dan pacaran (pacaran haram gak?)
Break up (putus aja sama Islam ktp doang)

8 comments:

Ario Antoko said...

diam lebih baik dari banyak bicara mbak, soal riya itu memang menakutkan tapi perbuatan baik tetap harus jalan terus

bodoh kalau kita takut berbuat baik karena takut kena dosa riya

harga tricajus said...

keren

Ratnawati Utami said...

@Rio, banyak orang yang tersesat dengan pujian di dunia. Sementara yang paranoid takut berbuat apa-apa entah dosa entah salah. Yang jelas soal keikhlasan biar Allah yang tau. Kita banyak membantu orang semampu kita. Sedekah tidak akan membuat orang miskin, justru dapat balasan rejeki tak terduga entah dari siapa. Dan sebaiknya tidak menolak rejeki, bila ragu, berikan pada orang lain

fori said...

Berbagi pengalaman spiritual bukan riya.... luruskan niat untuk berbagi... agar orang2 sperti saya ini terinspirasi dan tambah ingin berngkat umrah

Umroh Ramadhan said...

salah satu karakter wajib itu husnudzon, jadi betul orang lain diam itu
tidak bisa disalahartikan

salaam

Anonymous said...

mungkin kata pepatah
Diam itu emas


maaf promosi

www.permataqadri.com

travel umroh 2015 said...

nothing imposible.. kisahnya membuat saya terinpirasi ingin selalu dekat dengan allah.. great article.. ditunggu article dasyat lainnya.. thanks

masfajarns said...

alhamdulillah saya juga berkesempatan kesana baru-baru ini, indahnya tidak bisa dilukiskan kata-kata. sedikit saya juga coba tuangkan di blog tapi ternyata kepanjangan dan agak membosankan hehe :(

http://biarbiur.blogspot.com/2015/01/sebuah-kisah-nyata-perjalanan-spiritual.html