Thursday, May 30, 2013

Alam gaib bukan hanya hantu

Ada yang berlangganan harian Republika? Pada hari Jum'at kadang ada pembahasan tentang sufism, membahas kitab dari Ibnu Arabi. Soalnya sibuk, aku tidak mengikuti, hanya sesekali saja membacanya.

Tasawuf sendiri banyak dikatain sesat. Aku pernah nanya pada ustad yang sering mengisi pengajian di rumahku, beliau dosen UII Yogyakarta, Buya Hamka pernah mengarang buku berjudul Tasawuf Modern. Jadi bila belajar Tasawuf tapi sesuai Al Qur'an dan Hadits itu boleh saja kata guruku. Hanya saja banyak tarekat yang untuk mempelajari tasawuf, melakukan ritual menyimpang. Dan seorang mursyid, guru di tasawuf, mesti dituruti perintahnya. Tasawuf sendiri bertujuan mendekatkan diri pada Allah. Tapi banyak penyimpangan di situ. Saat mendapat kemampuan lebih, malah dijadikan alat untuk mencari murid secara komersial. Atau untuk disombongkan. Punya kemampuan lebih langsung berhenti di situ untuk mendekatkan diri dengan Allah, sibuk dengan kemampuan itu, yang bisa jadi ditunggangi oleh jin jahat.

Alam gaib tidak selalu hantu, itu karena pengaruh tivi, film, apalagi kalo hantunya seksi banget. Temen-temenku yang punya indra ke-6 bisa melihat hantu, tidak selalu nyaman dengan kemampuannya itu. Aku juga pernah dapat e-mail dari seorang bapak yang tanya soalnya istrinya suka ketakutan melihat hantu. Belum lagi acara di Trans TV serial INDIGO itu... aku bahkan kenal dengan beberapa yang pernah jadi pemerannya. Shooting 5 hari dibayar kurang dari sejuta rupiah.

Indigo sendiri penjelasannya cukup panjang, tentang mesin yang bisa menampilkan foto aura, kemampuan melihat gaib dari lahir. Tapi indigo itu berdasarkan riset orang barat, di Islam ada penjelasan sendiri tentang gaib.

Di Al Qur'an disebutkan makhluk yang diciptakan Allah adalah malaikat, jin, dan manusia. Malaikat dari cahaya, jin dari api dan manusia dari tanah. Jin dan malaikat bisa melihat manusia, tetapi manusia tidak bisa melihat malaikat dan jin. Dimensi sendiri ada berlapis-lapis. Banyak manusia hanya sibuk dengan dunia nyata,  seperti menjaga penampilan, kerja, ngumpul sama teman-teman, makan enak. Tapi ada juga yang penasaran dengan dimensi lain. Makanya obrolan orang yang punya indra ke-6 gak nyambung dengan yang bukan, ketertarikan pada dimensinya beda.

Dimensi lain bisa sangat menyesatkan. Aku pernah gabung di kelompok atheis yang pentolannya orang bisa merogo sukmo. Di Facebook yang sifatnya closed ini mereka menghujat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, informasinya dari jin, mereka bisa masuk ke jaman dulu, bercerita kalo aslinya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang mereka lihat itu begini begitu, gak jauh seperti film pendek ngawur berjudul INNOCENCE OF MUSLIMS.

Terus pengalamanku sendiri dengan alam gaib gimana. panjang ceritanya dan sulit menjelaskan. Mau bilang aku reinkarnasi seseorang yang dulu pernah menjadi sufi juga aku memutuskan untuk tidak mau membahas reinkarnasi nanti jadi perdebatan gak sehat. Mau bilang aku punya indra ke-6 aku juga belum pernah lihat penampakan secara jelas hanya samar-samar. Aku cuman mau bilang begini, aku merasa ada tabir yang dibuka, sehingga aku bisa memahami lebih jelas, lebih peka akan hal-hal yang aku pelajari. Dan itu sejak umurku 40 tahun. Waktu kecil hingga kuliah selesai aku sama sekali tidak tertarik apalagi mencoba memahami tentang hal gaib.

Menurutku Al Qur'an sendiri adalah kitab yang gaib, para dukun sihir ilmu hitam mencuplik kalimat dari Al Qur'an dipotong-potong untuk bisa memasuki alam hantu untuk jimat memperkaya diri atau mendapat jabatan. Atau kayak eyang subur... istri banyak harta luar biasa banyak.

Tentunya ini hanya gambaran sepintas yang kumengerti tentang hantu... eh alam gaib, aku masih belajar. Tapi intinya, manusia diciptakan untuk menyembah Allah. Mendapatkan ridho Allah dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Seorang sufi mencoba mendekatkan diri pada Allah dengan jalan yang diridhoi oleh Allah, bila mengaku kekasih Allah tapi melakukan hal yang tidak sesuai tuntunan Islam, berarti keliru jalannya, dikiranya Allah padahal Iblis. Apalagi setelah mendapat kemampuan lebih malah disombongkan sebagai karomah merasa sebagai orang hebat, padahal hanya titipan untuk ujian sejauh mana keikhlasannya pada Allah.

Bagi penggemar film horor, alam gaib berarti hantu. Tapi menurut Islam, alam gaib adalah dimensi-dimensi lain ciptaan Allah dan semua bukti bahwa alam semesta ini bertasbih pada Allah subhanahu wata 'ala...

4 comments:

Arya Devi said...

Iya bu memang benar adanya,"banyak tarekat yang untuk mempelajari tasawuf, melakukan ritual menyimpang. Dan seorang mursyid, guru di tasawuf, mesti dituruti perintahnya. Tasawuf sendiri bertujuan mendekatkan diri pada Allah. Tapi banyak penyimpangan di situ"- saat mereka larut dalam kelezatan ritual banyak jebakan sebenarnya disana, melihat keindahan alam-alam gaib, dan kondisi-kondisi yang berkaitan dengan ilmu kedigdayaan. Dan sebenarnya ini hanyalah "kembang-kembangnya orang dalam bertarekat"jika terpesona dengan kembang-kembang tersebut maka melencenglah ia...mengaku cukuplah, sampailah dan ekstrimnya mengaku Tuhan, tidak perlu sholat, puasa dan ibadah wajib lainnya lagi....

semesti perlu tetap berpegang teguh bahwa itu bukan tujuan dalam bertarekat.....tujuan utamanya adalah mengenal Tuhan dengan sebaik-baiknya pengenalan. Jika mengenal dengan baik maka ada keseimbangan diri, menjadi sangat malu jika meninggalkan sholat dan ibadah lainnya (syariat tetap terjaga)

mawi wijna said...

Ah ini masalah mudah sebenarnya Bu. Ini hanya masalah siapa yang "mabuk" dan siapa yang "tidak mabuk". Mendalami ilmu secara dalam sekali lambat-laun akan membuat seseorang menjadi "mabuk".

Itu yang bahaya Bu. Manusia itu makhluk yang tak sempurna. Kalau diberi banyak ilmu bisa jadi bukan menjadi lebih sempurna, malah justru jadi tidak sempurna.

Salah satunya adalah pemahaman seseorang terhadap alam gaib. Ada yang menganggapnya biasa dan ada juga yang melihatnya sebagai hal luar biasa.

Gimana kita menyikapi hal ini? Seperti yang Pak Arya bilang di atas, semuanya harus seimbang, supaya kita tidak jadi "mabuk" tatkala menuntut ilmu.

Di mana-mana, yang kebanyakan itu kan selalu membawa dampak yang tidak baik kan ya Bu?

Anonymous said...

Apa yg akan terjadi sejam lagi, dua jam lagi, nanti malam, esok hari? adalah sesuatu yg gaib pula.

Qorry said...

Lelucon terbesar umat manusia, ialah ketika mereka mengetahui Malaikat dan Iblis itu berbeda. Salam Bu :)