Saturday, May 18, 2013

Allah mengawasi hubungan silaturahmi

Memang sangat berbeda antara muslim yang menulis di KTPnya beragama Islam, dan muslim yang beriman, bertakwa, takut pada Allah, menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya.

Seorang wanita yang menggunakan kerudung (tepatnya ibu dari mantan suami) dengan santainya mengatakan kepadaku "kamu tidak boleh ketemu anak-anakmu, aku lebih berhak mengasuh mereka, karena ayah mesti membiayai dan aku nenek dari pihak ayah".

Kalimatnya sudah sangat jelas bahwa nenek ini, walau menggunakan kerudung sekalipun, sholat 5 waktu, rajin membaca Al Quran (kalau pengajian hanya membaca surat Yasin) tidak pernah belajar tentang makna yang terkandung dalam Al Qur'an. Jadi ngotot dengan keinginan pribadi untuk melindungi anaknya. Setauku, waktu itu anaknya alergi ke masjid, saat Jum'atan ngumpet di dapur rumah, ngobrol dengan makhluk tidak kelihatan.

Hubungan silaturahmi sendiri adalah hubungan darah. Hubungan pertemanan sesama muslim adalah ukhuwah Islamiah. Tapi sesama orang beriman adalah bersaudara juga.

Memutus hubungan silaturahmi adalah dosa besar. Dosa dimana hukumannya oleh Allah akan dipercepat, tidak hanya di akhirat tapi juga di dunia seperti halnya penzaliman. Tentunya orang yang mengaku beragama Islam tapi tidak beriman pada Allah tidak takut dengan firman Allah di Al Qur'an dan hadits yang membahas tentang itu.

Memelihara anak tapi tidak membolehkan bertemu dengan ibunya adalah pemutusan silaturahmi sekaligus penzaliman. Sudah jelas-jelas firman Allah yang menjelaskan betapa besar dosanya melakukan hal itu tapi tetap tenang-tenang saja, berarti mata hatinya sudah dibutakan Allah. Orang yang mata hatinya buta, tidak peduli lagi dengan yang dijelaskan di Al Qur'an sudah pasti akan menyesal saat di alam kubur, belum lagi di akhirat.

Aku banyak dido'akan temanku untuk bisa bertemu dengan anak-anakku. Tapi berhubung aku berurusan dengan keluarga yang mengaku beragama Islam tapi mata hatinya buta, tidak takut dengan ajaran Islam yang benar, aku memutuskan untuk belajar Islam dulu.

Aku akan mengunjungi anak-anakku dalam waktu dekat. Soal bisa ketemu atau tidak, itu aku serahkan pada Allah. Toh yang melakukan penzaliman akan mengambil dosa-dosaku, apalagi satu keluarga besar lagi yang saling mendukung tidak membolehkan aku ketemu dengan anak kandungku sendiri. Bisa-bisa dosaku terkuras habis diambil oleh mereka, karena itu aku mesti bersabar sampai waktunya tiba.

Di bawah ini foto anakku kembar bulan ini, sekarang mereka 9 tahun, dari seseorang yang mengupload fotonya di Facebook. Aku gunakan screenshot.

1 comment:

Ario Antoko said...

Sudah besar mereka, nanti saat dewasa, akan lebih sulit bagi keluarga besar menghalangi mereka bertemu mbak