Monday, June 10, 2013

Rasa syukur yang mendalam

Bila ada pertanyaan "lebih sulit mana antara bersyukur dan bersabar", aku rasa pertanyaan itu bukan hal yang pas. Karena bersabar itu dilakukan saat hati sedang galau karena sesuatu hal yang tidak kita kehendaki. Sedangkan bersyukur adalah bila kita bisa mengatasi rasa galau itu, sehingga bisa mensyukuri ni'mat hidup dari Allah. Karena sabar dan syukur bukan hanya untuk diucapkan atau sekedar teori tapi juga benar-benar dirasakan dan diamalkan.

Terus terang istilah "rasa syukur yang mendalam" terinspirasi dari buku Quantum Ikhlas (walaupun aku sudah mengganti gelombang alpha dari CD sisipannya dengan yang lebih natural yaitu gemericik air). Soalnya dalam gelombang yang tidak natural (buatan manusia) bisa disisipkan mantra-mantra yang kita tidak bisa dengar. Tentunya tidak semua CD gelombang alpha itu berisi mantra-mantra, tapi aku lebih suka bunyi yang natural.

Bacaan wirid menyebut nama Allah bila yang mengajarkan adalah guru dengan kesaktian suka membaca mantra (melenceng ketauhidannya) bukan mendekatkan diri dengan Allah, tapi malah memanggil jin jahat. Berdzikir itu dengan ucapan lembut, dan membuat hati tenang, bukannya teriak-teriak dan malah jadi histeris, menangis bahkan melakukan gerakan kepala yang tidak terkontrol.

Rasa syukur itu tidak hanya ucapan di bibir semata. Bangun tidur kita bersyukur, setelah makan kita bersyukur, dan apapun kita mensyukuri ni'mat Allah dalam hidup ini. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam rajin sholat malam adalah karena rasa syukur beliau yang mendalam pada Allah.

Orang yang bersyukur akan menikmati semua yang didapatnya. Makanan akan bisa menikmati, tidak perlu berlebihan. Baju juga secukupnya, tidak perlu belanja baju sampai mubazir berlebih-lebihan. Menjaga penampilan memang penting, sesuai dengan profesinya. Tapi bila dia beriman maka belanja baju tidak akan berlebihan.

Aku sendiri setiap hari mengingatkan diriku untuk selalu bersyukur, kadang aku lupa untuk bersyukur, bila segala sesuatunya rasanya begitu sulit. Dan akhir-akhir ini aku mengingatkan diriku untuk bersyukur secara mendalam, benar-benar dihayati...

2 comments:

Bang Aswi said...

harus seiring sejalan ... syukurnya jalan, sabarnya juga jalan ^_^

erickparamata said...

Iya.. Jadi inget kalo sy itu orang yg sering lupa bersyukur. Huhuhu.. :(